fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Ketika seseorang makan berlebihan, pasti akan mengalami kondisi yang namanya mual. Jika sudah muncul mual, maka orang tersebut bisa sampai muntah. Namun, terkadang ada beberapa orang yang mengalami muntah secara berlebihan. Bila muntah sudah sangat parah dan terjadi dalam intensitas yang tinggi, maka hal itu bisa jadi karena Anda mengalami penyakit Bulimia.

Bulimia atau yang biasanya disebut juga dengan bulimia nervosa adalah sebuah gangguan makan  yang cukup serius dan berpotensi bisa mengancam keselamatan. Pasalnya, penyakit ini termasuk dalam kategori gangguan mental yang dapat berketerkaitan dengan rasa rendah diri tingkat ekstrim, kecanduan mengkonsumsi miras, depresi, serta kecenderungan menyakiti diri sendiri.

Informasi

Jika seseorang sudah mengalami bulimia, biasanya dia akan mengonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebihan. Namun, setelah itu penderita akan cenderung mengeluarkan makanan yang dikonsumsi dari tubuh secara paksa dengan cara memuntahkannya atau bahkan menggunakan obat pencahar perut agar makanan tersebut dapat keluar dari tubuh.

Cara ini sendiri dilakukan oleh penderitanya untuk menghilangkan kalori berlebih yang telah dikonsumsi sebelumnya. Tentu saja, tujuannya adalah agar berat badannya tetap terjaga dan tidak terjadi penumpukkan lemak yang berlebih pada tubuh. Sehingga, terkadang masih ada beberapa orang yang menganggap bahwa bulimia ini sama seperti anoreksia yang sering terjadi.

Namun perlu Anda tahu, bulimia pada kenyataannya lebih sering dialami oleh kaum wanita jika dibandingkan dengan kaum pria. Hal ini pun juga umumnya sama dengan gangguan makan pada seperti misalnya anoreksia. Bahkan, sebagian besar kondisi masalah ini banyak dialami oleh wanita yang berada di kisaran usia 16 sampai 40 tahun.

Memang antara bulimia dan anoreksia masuk ke dalam kategori masalah gangguan makan. Tapi, Anoreksia sendiri adalah gangguan yang biasanya ditandai dengan pembatasan jumlah konsumsi makanan secara ekstrem. Bahkan, hal ini akan menimbulkan rasa takut gemuk pada penderitanya dan ketidakpuasan terhadap bentuk badan yang kurang ideal atau selalu merasa lebih gemuk.

Gejala Bulimia

Biasanya, gejala awal apabila seseorang sudah menderita bulimia adalah muncul kebiasaan melakukan diet yang ketat dengan tidak makan sama sekali. Bahkan, penderitanya ini hanya mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu dalam jumlah yang sangat sedikit. Sehingga, hal ini dapat menimbulkan kekurangan nutrisi dan berat badan yang cenderung akan terlalu kurus.

Kondisi ini pun umumnya akan terus berlangsung hingga penderita kehilangan kendali terhadap tubuhnya. Sampai pada akhirnya, penderita bulimia pun akan mengonsumsi makanan secara berlebihan, meskipun dirinya sedang tidak merasa lapar. Kebiasaan ini pun muncul karena adanya masalah emosional atau gangguan psikis pada penderita seperti adanya stres atau depresi.

Bahkan, ada beberapa gejala dari penyakit bulimia ini seperti misalnya :

  • Merasa takut gemuk
  • Selalu negatif thinking dengan bentuk tubuhnya
  • Kurang rasa percaya diri
  • Cenderung suka menyendiri dan mudah cemas
  • Gigi rusak
  • Radang tenggorokan
  • Tubuh kurus yang tidak wajar dan tampak lemas
  • Sakit perut

Penyebab

Perlu Anda ketahui, bulimia sendiri dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Mulai dari faktor lingkungan, psikologis, keturunan hingga pekerjaan. Namun, yang sangat berpengaruh sendiri adalah faktor lingkungan karena kondisi lingkungan ini bisa membentuk sifat dalam diri seseorang.


Apabila lingkungan tempat tinggal tidak sehat dalam artian kurang mendukung sisi positif dalam diri muncul, maka bisa memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Sehingga, bulimia dan kecemasan pun dapat menyerang dengan mudah.

Faktor Risiko

Apabila kondisi bulimia ini tidak segera ditangani dengan cepat dan serius, maka bisa menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit dan komplikasi pada tubuh. Ada beberapa faktor risiko yang bisa terjadi ketika bulimia sudah dalam level yang akut dan risiko itu antara lain seperti :

  • Gagal ginjal
  • Depresi berat
  • Serangan dan penyakit jantung

Diagnosis

Biasanya, seseorang akan dikatakan menderita bulimia jika mengalami gejala seperti memuntahkan makanan yang sering dalam seminggu dan terjadi selama kurun waktu tiga bulan. Untuk menentukan apakah Anda menderita bulimia atau tidak, biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien dan keluarganya untuk dijawab dengan jujur sesuai kondisi.

Dokter pun nantinya juga akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik seperti memeriksa kondisi gigi yang rusak dari akibat paparan asam ketika muntah. Pemeriksaan mata pun juga mungkin dilakukan untuk mengetahui apakah ada pembuluh darah mata milik penderita yang pecah. Pasalnya ketika muntah, pembuluh darah akan tegang dan berisiko mengalami pecah.

Pengobatan 

Untuk pengobatan pada pasien bulimia sendiri dapat dilakukan dengan mengobati gangguan mental yang dialami oleh penderita dan memperbaiki pola makan menjadi lebih teratur. Upaya pengobatan ini pun nantinya akan melibatkan peran dari banyak pihak, yaitu mulai dari keluarga, psikiater dan dokter gizi agar memastikan pasien dapat sembuh dengan total.

Tak jarang, dalam proses pengobatannya pun penderita akan diberikan obat anti depresan agar mencegah terjadinya stres. Selain itu, penderita juga akan diberikan pendampingan yang intens agar dapat mengelola pikiran dan pola makanannya. Dengan pendampingan oleh psikiater selama beberapa bulan ini, akan sangat membantu untuk mengurangi bulimia yang dialami agar sembuh.

Pencegahan

Agar Anda tak terkena bulimia, maka ada beberapa cara pencegahan yang bisa Anda lakukan. Beberapa pencegahan itu seperti misalnya:

  • Meningkatkan rasa percaya diri dengan saling memberi energi positif
  • Mengajak anggota keluarga atau teman untuk selalu makan bersama untuk mengalihkan energi negatif
  • Rutin olahraga dan menjaga pola makan yang teratur

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis