Divertikulitis

Jun 12, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitD | 0 comments

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Divertikulitis merupakan infeksi yang terjadi di bagian vertikula. Yakni kantong kecil yang terdapat di kolon atau usus besar. Hal ini mengakibatkan terjadinya diverticulosis yaitu keadaan dimana terbentuknya vertikula tanpa adanya proses inflamasi. Keadaan terbentuknya divertikula biasanya terjadi pada orang berusia 40 tahun dimana kondisi usus sudah mulai melemah atau pada mereka yang jarang mengkonsumsi makanan berserat dan bergizi.

Informasi

Divertikulitis bisa menjadi serius karena meradangnya kantung usus besar. Kolon atau usus besar merupakan salah satu organ tubuh yang cukup penting. Fungsi organ inilah yang mampu menyerap makanan dan vitamin dan dicerna menjadi feses. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh pasti melewati usus besar sebelum dikeluarkan menjadi feses

Sebenarnya diverticulitis umum ditemui masyarakat, berdasarkan penelitian medis sekitar 3 dari 100 orang mengalami gangguan ini. Secara umum tidak ada yang dapat memastikan berapa usia orang bisa menderita diverticulitis, karena tidak memandang berapapun usianya. Namun di usia 40 tahun ke atas resikonya akan lebih besar. 

Gejala

Perlu diketahui bahwa diverticulitis dapat terjadi secara tiba – tiba. Secara umum gejalanya dirasakan dalam beberapa hari lalu penderita akan merasa gejala awal seperti rasa tidak nyaman di bagian perut. Berikut ini beberapa gejala yang akan ditimbulkan dari diverticulitis :

  • Perut terasa kembung.
  • Berkurangnya nafsu makan.
  • Nyeri dan kram bagian perut terutama yang bagian bawah dan bisa berlangsung terus menerus.
  • Sering merasa mual.
  • Muntah.
  • Demam hingga 38 derajat bahkan lebih.
  • Badan terasa menggigil.
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat dan sangat buang air kecil terasa panas.
  • Terdapat darah di feses.
  • Adanya darah di urine

Penyebab

Pada dasarnya penyebab penyakit ini belum bisa dipastikan. Namun menurun penelitian medis kemungkinan besar mengarah karena adanya bakteri atau feses yang tidak dapat tercerna dengan baik sehingga tersangkut di bagian usus besar dan terjadi penyumbatan divertikula. Adanya bakteri jahat yang terdapat di usus inilah yang menyebabkan diverticulitis.

Pola makan yang tidak sehat dan rendah serat diduga dapat menimbulkan terbentuknya divertikula yang ada dalam kolon atau usus besar. Selain itu bakteri usus besar normal akan berkembang dan melebihi biasanya sehingga menimbulkan infeksi.

Faktor Resiko

Perlu juga mengetahui faktor resiko apa saja yang bisa meningkatkan seseorang menderita diverticulitis. Antara lain seperti factor usia, factor genetic, penggunaan obat – obatan tertentu, makan makanan rendah serat, dan obesitas ( kelebihan berat badan ).  Selain itu kurang olahraga dan kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi alkohol dan merokok juga berperan sebagai salah satu penyebabnya.

Diagnosis

Setelah seseorang merasakan gejala seperti yang telah disebutkan di atas, hal pertama yang dilakukan oleh petugas kesehatan adalah memeriksa kondisi perut pasien. Selanjutnya Dokter akan bertanya apakah penderita mengkonsumsi obat obatan tertentu. Kemudian untuk pendarahan atau nyeri perut dilakukan juga pemeriksaan dubur.

Selain tes di atas terdapat pemeriksaan lanjutan seperti tes darah untuk memeriksa peradangan, anemia dan lain sebagainya. Lalu tes pencitraan seperti CT scan dan USG untuk memeriksa kondisi dalam organ. Tes feses dan urine serta tes kehamilan pada wanita untuk memastikan bahwa pasien tersebut merasa sakit bukan karena adanya kehamilan.

Pengobatan

Pada penderita diverticulitis ringan cukup mudah ditangani. Biasanya Dokter akan memberikan obat antibiotic dan menyarankan pasien untuk beristirahat dengan cukup. Selain daripada itu dianjurkan juga  untuk tidak terlebih dahulu mengkonsumsi minuman seperti kopi, teh, air kaldu, es dan aneka jus non lemak. 

Namun saat kondisi si penderita mulai membaik, perlu menambah asupan makanan yang bergizi dan rendah serat seperti nasi, keju, yogurt, telur dan makanan lain yang baik untuk pencernaan.

Namun apabila dirasa kondisi semakin parah maka perlu tindakan lebih lanjut seperti infus cairan dan nutrisi, pemasangan selang ke lambung, suntik antibiotik dan operasi. Tentu semua hal ini harus dikonsultasikan dengan petugas kesehatan dan dengan prosedur yang benar.

Pencegahan

Berpikir mengenai pencegahan hal ini sangat menguntungkan bagi siapapun yang sadar akan kesehatan mereka. Memang adanya penyakit tidak ada seorangpun yang tahu namun paling tidak tindakan pencegahan memberikan ruang yang sempit untuk berbagai penyakit dapat masuk ke dalam tubuh.

Dalam hal ini ada beberapa upaya pencegahan divertikulitis antara lain cukup mengkonsumsi air putih, konsumsi makanan kaya serat seperti buah – buahan dan sayur, olah raga setidaknya 15 sampai 30 menit sehari.

Pola hidup sehat merupakan kunci utama kesehatan seseorang. Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol, merokok, kurang istirahat atau sering begadang dapat meningkatkan resiko penyakit divertikulitis. Segala yang masuk ke dalam tubuh akan diproses oleh tubuh, oleh sebab itu konsumsi yang baik untuk tubuh akan memberikan keuntungan bagi tubuh pula. Jangan tunggu sampai sakit, mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Bukan?