fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Angioedema atau biduran menjadi salah satu penyakit yang mungkin semua orang sudah pernah mengalaminya. Baik orang dewasa, remaja, anak-anak hingga pria atau wanita pasti pernah terkena biduran. Maka tak heran, biduran ini bisa datang kapan saja dan menyerang siapa saja tanpa terkecuali apalagi jika memiliki suatu alergi dengan benda atau kondisi tertentu. Apa saja obat biduran?

Informasi

Lebih lanjut, angioedema atau biduran sendiri adalah sebuah pembengkakan yang dapat terjadi akibat dari berbagai reaksi alergi. Kondisi pembengkakan ini pun biasanya tidak akan menimbulkan bahaya untuk tubuh sehingga dalam penangannya pun tergolong dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Hanya saja, terkadang dalam beberapa kasus kondisi ini bisa memiliki efek samping.

Perlu Anda ketahui, pada sejumlah kondisi angioedema yang muncul tak jarang dapat menyebabkan penderitanya mengalami sulit bernafas atau sesak nafas. Hal ini sendiri terjadi karena adanya pembengkakan pada saluran pernafasan orang tersebut. Sehingga, laju udara melalui saluran pernapasan akan terhambat dan muncul kondisi sesak nafas yang terjadi ini.

Memang secara umum kondisi angioedema sering disebut biduran, apalagi kedua kondisi tersebut terlihat sama karena adanya pembengkakan. Hanya saja untuk bedanya, pembengkakan pada angioedema ini terjadi pada bagian lapisan bawah kulit. Sedangkan untuk bengkak yang terjadi pada biduran sendiri berada di bagian permukaan kulit sehingga akan terlihat sangat jelas.

Gejala

Mungkin bagi Anda yang belum tahu, gejala utama yang terjadi saat seseorang mengalami angioedema atau biduran adalah terjadinya bengkak di bagian bawah permukaan kulit seperti yang sudah disinggung di atas. Nah, pembengkakan yang terjadi ini sendiri umumnya muncul karena adanya penumpukan cairan di lapisan kulit bagian dalam seseorang. 

Biasanya, bengkak akibat angioedema atau biduran dapat terjadi di beberapa bagian tubuh seperti misalnya area sekitar mata, bibir, lidah, tangan, kaki dan pada alat kelamin. Dengan demikian, kondisi ini pun akan sangat mudah untuk terlihat. Hanya saja, pada kasus yang sudah menunjukkan gejala parah, bengkak juga dapat terjadi pada bagian dalam tenggorokan dan perut Anda.

Namun demikian, pembengkakan yang terjadi akibat angioedema ini biasanya tidak akan menimbulkan rasa gatal pada kulit. Jika bengkak tersebut diiringi dengan kondisi biduran, maka bisa jadi bengkak tersebut akan menimbulkan rasa gatal pada bagian kulit. Apabila sudah terjadi, maka Anda tidak dianjurkan untuk menggaruknya karena bisa membuat bengkak semakin parah.

Gejala lain dari angioedema yang dapat dijumpai adalah seperti :

  1. Sensasi panas dan nyeri di area yang bengkak
  2. Mata merah jika ada pembengkakan di area sekitar mata
  3. Sesak nafas bila ada pembengkakan di area paru-paru
  4. Sakit perut bila ada pembengkakan di area perut

Penyebab

Perlu Anda ketahui, angioedema atau biduran ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama yang bisa menyebabkan angioedema muncul adalah makanan. Apalagi bagi Anda yang mungkin memiliki alergi atau terlalu sensitif pada sejumlah jenis makanan, kondisi ini dapat muncul dengan sangat mudah dan membuat Anda dapat terkena angioedema

Kemudian, hampir dari semua obat-obatan yang mungkin Anda konsumsi juga dapat menyebabkan terjadinya reaksi angioedema. Terutama jika Anda memiliki tingkat sensitif yang tinggi terhadap satu macam obat tertentu ketika dikonsumsi. Sehingga, pastikan Anda memilih obat yang tidak akan menimbulkan reaksi sensitif ini.

Faktor lingkungan juga dapat membuat angioedema muncul pada diri seseorang. Terlebih jika kondisi lingkungan saat itu cukup esktrim, maka akan membuat penyakit ini mudah menyerang Anda. Kondisi seperti terlalu panas, dingin atau Anda mengalami stres  juga dapat menyebabkan kondisi pembengkakan ini muncul dengan mudah.

Faktor Risiko

Angioedema atau biduran dapat menyerang siapa saja dan dapat menimbulkan berbagai faktor risiko untuk kesehatan. Beberapa faktor risiko tersebut antara lain seperti :

  1. Memiliki alergi permanen
  2. Mudah stres dan gelisah
  3. Berkemungkinan akan diturunkan ke keluarga
  4. Perubahan suhu tubuh yang mendadak

Diagnosis

Dalam melakukan diagnosis pada angioedema, biasanya dokter akan melakukan serangkaian test. Test tersebut meliputi tes kulit dan juga tes darah. Untuk tes kulit sendiri dilakukan menyuntikkan zat alergen ke tubuh pasien untuk mengetahui reaksi tubuh terhadap alergen tersebut.

Sementara untuk tes darah sendiri, akan dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien lalu darah akan diberikan zat alergen untuk mengetahui reaksi yang akan terjadi. Hanya saja, metode paling aman adalah dengan menggunakan tes darah namun hasil test biasanya akan keluar dalam waktu yang lama.

Pengobatan

Apabila Anda mengalami gejala angioedema yang bersifat ringan, maka cara pengobatannya pun juga sangat mudah dan bahkan bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Pertama, Anda bisa mengompres bengkak itu dengan menggunakan air hangat dan berusaha untuk tidak menggaruk bengkak yang muncul tersebut.

Kedua, Anda pun juga bisa mengonsumsi obat-obatan yang sebelumnya telah dianjurkan oleh dokter. Pastikan mengonsumsi obat biduran ini dalam dosis yang tepat dan sesuai resep untuk menjamin keamanan dan kesehatan Anda.

Pencegahan

Selain dengan obat biduran, Anda bisa juga bisa melakukan pencegahan angioedema dengan cara menghindari berbagai hal yang dapat menyebabkan angioedema ini muncul. Jika sudah terlanjur parah, maka Anda pun disarankan untuk segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis lebih intens.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis