fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Konjungtivitis adalah kondisi mata merah yang disebabkan akibat peradangan yang terjadi pada selaput yang melapisi permukaan bola mata serta pada konjungtiva mata atau kelopak mata bagian dalam. Selain mata yang merah penyakit memerah penyakit ini juga dicirikan dengan mata berair dan rasa gatal yang terjadi di area mata.

Informasi

Konjungtivitis atau pink eye merupakan peradangan yang terjadi pada konjungtiva, yakni sklera atau selaput bening yang menutupi area pada bagian putih mata dan menutupi bagian dalam kelopak mata.Saat terjadi konjungtivitis nantinya Konjungtiva akan mengandung pembuluh darah yang akan melebar. Pelebaran pada pembuluh darah inilah yang menjadi penyebab munculnya gejala berupa mata yang memerah. Kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak, namun konjungtiva juga dapat dialami oleh siapapun entah itu pada bayi, anak-anak bahkan pada orang dewasa sekalipun.

Gejala

Konjungtivitis akan menimbulkan beragam gejala tergantung pada jenis serta penyebabnya, namun, secara umum penderita penyakit ini akan memiliki gejala berupa:

  1. Mata yang merah di satu atau pada kedua mata. Meskipun mata memerah namun penderita tidak akan mengalami kesulitan melihat.
  2. Mata juga sering terasa gatal dan seolah mata terasa ada pasir.
  3. Ketika malam, mata dapat mengeluarkan cairan kental yang membentuk kerak, sehingga di pagi hari penderita akan sulit untuk membuka matanya.
  4. Gejala lain yang dapat dialami juga dapat berupa pembesaran kelenjar getah bening.

Penyebab

Konjungtivitis umumnya disebabkan karena adanya infeksi yang disebabkan oleh virus konjungtivitis. Selain dikarenakan virus, penyakit ini juga bisa disebabkan karena infeksi yang disebabkan bakteri. Penyebab lain juga dikarenakan reaksi dari alergi.

Konjungtivitis yang disebabkan akibat adanya infeksi terutama virus begitu mudah menular. Penularan dapat terjadi baik karena adanya kontak langsung maupun kontak dengan barang yang telah terkontaminasi. Salah satu langkah untuk mencegah penularan adalah dengan rajin mencuci tangan.  Secara umum, penyakit ini disebabkan oleh beberapa sebab berikut ini:

  1. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus.
  2. Reaksi alergi terhadap hal-hal, seperti debu, asap atau bisa juga karena serbuk sari.
  3. Alergi khusus yang disebabkan oleh lensa kontak.
  4. Reaksi terhadap obat tetes mata.
  5. Iritan terhadap beberapa hal seperti, asap, klorin, shampoo atau kotoran.
  6. Dapat disebabkan karena jamur, amuba, serta parasit.

Faktor Risiko

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang lebih beresiko mengalami penyakit konjungtivitis, diantaranya:

  1. Orang yang sering menggunakan lensa kontak.
  2. Terkena Paparan dari seseorang yang terinfeksi bakteri atau terinfeksi virus konjungtivitis.
  3. Terpapar sesuatu yang dapat menyebabkan alergi (konjungtivitis alergi).

Diagnosis

Untuk mendiagnosis pasien, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan dan gejala. Apakah gejala yang dialami pasien menunjukan adanya kemungkinan terjadinya konjungtivitis. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan terkini pada pasien.

Selain itu, pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan penunjang tersebut berupa pengambilan sampel cairan yang ada pada mata guna dianalisis di laboratorium, meskipun tes ini cukup jarang dilakukan. Tes ini dilakukan jika memang pasien memiliki gejala yang cukup parah sehingga dokter ingin memastikan penyebabnya secara pasti karena dikhawatirkan ada penyebab yang lebih serius seperti adanya benda asing dalam mata, infeksi menular seksual atau dikarenakan infeksi bakteri yang tergolong serius.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan untuk menangani konjungtivitis dapat berbeda-beda tergantung dengan penyebabnya. Untuk konjungtivitis yang disebabkan karena bakteri maka pengobatan yang dilakukan adalah dengan pemberian obat salep mata antibiotik atau dengan menggunakan obat tetes mata. Untuk konjungtivitis yang disebabkan karena alergi, maka pengobatannya dengan memberikan obat antialergen.

Sementara untuk konjungtivitis yang disebabkan karena virus, tidak diperlukan adanya pengobatan yang khusus. Hal ini dikarenakan konjungtivitis virus dapat membaik dan sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk meredakan gejala yang muncul dokter dapat memberikan obat tetes mata untuk meringankannya. Selain itu penderita juga dapat mengurangi gejala yang timbul dengan cara mengompres area mata dengan menggunakan air hangat atau air dingin.

Konjungtivitis sendiri umumnya tidak akan menimbulkan komplikasi. Namun untuk konjungtivitis yang disebabkan oleh adanya infeksi, dapat menyebar ke area lain, terutama pada kornea mata atau lapisan bening mata. Kondisi tersebut dinamakan keratitis.

Pencegahan

Ada beberapa cara meningkatkan sistem imun yang dapat mencegah seseorang dapat mengalami penyakit konjungtivitis, diantaranya:

  1. Selalu menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan apalagi setelah menyentuh berbagai peralatan;
  2. Hindari untuk menyentuh mata dengan tangan apalagi jika tangan dalam keadaan kotor;
  3. Gunakan handuk bersih ketika mandi, hindari untuk berbagi handuk dengan orang lain;
  4. Gunakan lap bersih untuk mengelap berbagai perlengkapan rumah atau alat lainnya;
  5. Gunakan sarung bantal sesering mungkin;
  6. Batasi menggunakan kosmetik terutama penggunaan mascara;
  7. Jangan berbagi barang perawatan mata maupun make up mata;
  8. Jangan sembarangan menggunakan kontak lensa yang tidak aman.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis