fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Keratosis adalah salah satu jenis penyakit kulit. Ada beberapa jenis keratosis, namun kali ini kita akan mengulas mengenai keratosis seboroik. Keratosis seboroik yaitu tumbuhnya benjolan seperti kutil pada permukaan kulit seseorang. Benjolan-benjolan ini dapat tumbuh dimana saja, kecuali telapak tangan, telapak kaki, atau membran mukosa. Namun, bagian kulit yang paling sering ditumbuhi keratosis seboroik yaitu wajah, dada, bahu, dan punggung.

Informasi

Penyakit ini umumnya terjadi pada orang dewasa, terutama lansia. Benjolan ini bersifat jinak dan jarang berkembang menjadi jaringan kanker. Meski tidak berisiko berbahaya, benjolan akibat keratosis ini sering diduga sebagai kanker kulit. Penyakit ini tidak menimbulkan nyeri sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, apabila sudah merasa terganggu, penderita dapat segera mengunjungi dokter untuk menjalani pengobatan yang sesuai.

Jaringan kulit dari benjolan yang tumbuh ini biasanya berwarna cokelat hingga kehitaman. Penyakit ini tidak menular, jadi tidak perlu takut bila berdekatan dengan penderita. Apalagi, penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa kenal ras dan jenis kelamin.

Gejala

Gejala penyakit ini perlu dikenali dengan cermat. Pasalnya, kondisi ini mirip dengan kanker kulit melanoma. Nah, biar tidak keliru, berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala keratosis.

  • Muncul benjolan kecil dan kasar yang perlahan menebal hingga membentuk kutil
  • Terlihat seperti lilin yang menempel pada kulit
  • Benjolan muncul secara berkelompok
  • Benjolan ini permukaannya rata, namun lebih menonjol dibandingkan permukaan kulit sekitarnya
  • Sebagian besar kulit yang tumbuh keratosis seboroik berwarna cokelat, namun ada juga yang kuning, hitam, atau putih
  • Ukurannya variasi, mulai dari yang sangat kecil hingga lebih dari 2.5 cm
  • Kulit yang ditumbuhi keratosis seboroik tidak terasa sakit, namun gatal
  • Umumnya muncul di bagian dada, punggung, perut, kulit kepala, wajah, leher, dan bagian tubuh lain, kecuali telapak tangan dan kaki
  • Bentuknya bulat atau oval

Kulit yang menderita penyakit ini memang tidak menyakitkan, namun terkadang mengganggu penampilan apabila letaknya di bagian yang mencolok, seperti wajah. Usahakan untuk tidak menggaruk keratosis seboroik karena dapat menyebabkan perdarahan, pembengkakan, hingga infeksi.

Segera kunjungi dokter apabila gejala semakin parah seperti:

  • Muncul banyak di kulit dan tumbuh dalam waktu yang singkat
  • Kulit yang terdapat keratosis seboroik menjadi iritasi atau berdarah karena bergesekan dengan pakaian
  • Nampak ada pertumbuhan yang mencurigakan pada kulit
  • Batas disekitar kulit keratosis seboroik menjadi kabur atau tidak teratur
  • Muncul luka yang tak kunjung sembuh di area yang terkena keratosis seboroik 
  • Warna yang muncul tidak biasa, misalnya ungu, hitam, kemerahan, atau biru
  • Hanya muncul satu benjolan

Penyebab

Penyebab penyakit ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, faktor-faktor yang diduga kuat menjadi penyebab masalah kulit satu ini yaitu:

  • Riwayat keluarga

Seseorang yang terkena keratosis seboroik, biasanya memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama. Diduga, penyakit ini diwariskan secara genetik.

  • Sinar matahari

Ada penelitian yang menunjukkan pertumbuhan keratosis seboroik muncul di kulit yang terkena sinar matahari, meskipun ada juga bagian kulit yang selalu tertutup namun mengalami kondisi yang sama.

  • Usia 

Keratosis seboroik banyak dialami oleh seseorang berusia lebih dari 40 hingga 50 tahun.

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena masalah kulit keratosis seboroik ini yaitu:

  • Orang berkulit putih yang memiliki riwayat keluarga keratosis seboroik
  • Orang berkulit sedang hingga gelap, biasanya jaringan kulit yang tumbuh cenderung kecil dan menyerang area sekitar mata
  • Sedang hamil atau usai menjalankan terapi penggantian estrogen

Diagnosis

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan melakukan pemeriksaan tampilan fisik dan pertumbuhannya dari waktu ke waktu. Jika perlu, dokter juga akan merekomendasikan pengangkatan jaringan kulit yang terkena guna pemeriksaan lebih lanjut di bawah mikroskop. Pasalnya, kondisi keratosis seboroik mirip dengan kanker kulit melanoma sehingga harus diidentifikasi lebih detail.

Pengobatan

Masalah kulit ini bukanlah penyakit berbahaya sehingga tidak perlu pengobatan. Namun, dokter akan menganjurkan beberapa langkah pengobatan berikut untuk menghilangkan kulit yang tumbuh berlebih.

  • Cryosurgery yaitu operasi menggunakan cairan yang sangat dingin untuk menghancurkan jaringan abnormal pada kulit. Bahan utama yang digunakan biasanya nitrogen cair.
  • Bedah plastik yaitu prosedur menggunakan arus listrik guna menghancurkan pertumbuhan kulit yang berlebih tersebut.
  • Kuretase yaitu prosedur mengikis permukaan kulit dengan alat khusus. Terkadang, langkah ini dilakukan bersama cryosurgery atau bersama dengan metode bedah plastik.
  • Ablasi yaitu prosedur mengangkat lapisan jaringan untuk mengatasi perubahan warna, tekstur kulit, dan menghilangkan kutil.

Pencegahan

Karena penyebab keratosis seboroik masih belum pasti, maka upaya pencegahan masih sulit dilakukan. Namun, Anda dapat mengurangi berbagai faktor risiko di atas supaya tidak berisiko mengalami masalah kulit ini. Begitu Pula saat keluar ruangan, jangan lupa gunakan tabir surya atau sunscreen untuk mencegah sinar matahari langsung masuk dan merusak kulit Anda.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis