fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Kanker dapat menyerang bagian tubuh manapun, termasuk usus. Apabila sudah terkena kanker, maka sel-sel disekitar jaringan menjadi tidak terkendali. Dalam sistem pencernaan, ada berbagai jenis usus dan kanker yang bisa tumbuh di bagian manapun dari usus tersebut. Sayangnya, saat berkembang, gejala penyakit ini tidak langsung dirasakan. Gejala baru terasa ketika kanker sudah naik ke tahap lanjut.

Informasi

Meskipun tidak terlalu ramai diperbincangkan, namun kanker usus termasuk penyebab kematian ketiga terbanyak di dunia. Salah satu faktor pemicunya adalah gaya hidup yang tidak sehat. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit ini yang perlu Anda ketahui.

  • Kanker usus kecil
  • Kanker kolorektal

Gejala

Gejala kanker usus yang dirasakan pasien berbeda tergantung jenis kanker yang menyerang. Berikut ini adalah berbagai gejala yang umum dialami.

Kanker Usus Kecil

Peran usus kecil dalam sistem pencernaan adalah untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Organ ini juga berfungsi menjaga sistem kekebalan tubuh dengan melawan bakteri dan virus yang masuk ke tubuh bersama makanan. Gejala yang umum terjadi saat mengalami kanker usus kecil adalah sebagai berikut.

  • Sakit perut disertai mual dan muntah
  • Kulit, kuku, dan bagian putih mata menguning (jaundice)
  • Tubuh lemah dan berat badan menurun tanpa sebab
  • Mengalami BAB berdarah sehingga feses memerah atau menghitam
  • Kulit tubuh memerah

Kanker Kolorektal

Kolon dan rektal merupakan bagian saluran pencernaan yang memiliki peran penting. Apabila bagian tersebut terserang kanker, maka gejala yang mungkin terjadi meliputi:

  • Kebiasaan BAB berubah, entah lebih BAB (diare) atau lebih susah (sembelit)
  • BAB berdarah atau perdarahan dianus
  • Perut sering kram, nyeri, dan kembung
  • Badan lemas
  • Berat badan menurun drastis tanpa penyebab jelas
  • BAB berdarah atau feses menghitam
  • Perut sakit dan kembung
  • Cepat kenyang meski hanya makan sedikit
  • Ada benjolan di perut saat ditekan
  • Kekurangan zat besi

Penyebab

Hingga saat ini penyebab penyakit ini masih belum diketahui pasti. Yang jelas, awal perkembangan kanker ini bermula dari mutasi DNA dalam sel-sel tubuh yang sehat. DNA berisi serangkaian informasi penting yang harus dilakukan sel di usus. Apabila sel-sel sehat, maka tubuh akan bekerja dengan normal. Namun, apabila DNA sel rusak akibat mutasi, maka sel-sel tersebut akan membelah terus menerus secara ganas sehingga membentuk tumor.

Perlu mutasi banyak gen hingga bisa menyebabkan kanker. Seiring berjalannya waktu, sel-sel kanker ini akan menyebar dan menghancurkan sel serta jaringan normal lain disekitarnya. Meski tidak diketahui secara jelas penyebabnya, namun beberapa faktor tertentu dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit ini.

Faktor Risiko

Faktor-faktor berikut ini meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker usus.

  • Usia lebih dari 50 tahun
  • Jenis kelamin, laki-laki cenderung mengalami kanker usus daripada wanita.
  • Riwayat polip atau kanker usus dalam keluarga
  • Obesitas
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol secara berlebihan
  • Faktor lainnya seperti terapi dibagian perut, kebiasaan mengonsumsi dagin merah dan olahannya, serta kurang aktivitas fisik atau olahraga.

Diagnosis

Pasien akan mendapatkan serangkaian pemeriksaan medis untuk diagnosis. Pertama, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatan, dan riwayat medis keluarga. Jika dicurigai terkena penyakit ini, berikut ini adalah tes yang dianjurkan dokter.

  • Tes pemindaian berupa sinar X, CT scan, atau MRI untuk mengetahui gambaran dalam usus.
  • Endoskopi untuk melihat bagian dalam kerongkongan, perut, dan usus.
  • Kolonoskopi untuk melihat adanya pertumbuhan abnormal pada usus besar dan rektum.
  • Tes-tes lainnya seperti tes kimia darah, tes fungsi hati, tes darah okultisme, biopsi kelenjar getah bening, dan laparotomi.

Pengobatan

Beberapa langkah pengobatan kanker usus yang akan dilakukan oleh dokter meliputi:

  • Kolektomi untuk mengangkat sebagian atau seluruh usus besar.
  • Laparoskopi adalah operasi mengangkat bagian usus yang terkena kanker apabila sel-sel kanker masih belum menyebar luas.
  • Paliatif bertujuan untuk meringankan gejala kanker yang tidak dapat diobati. Operasi paliatif berguna untuk meredakan penyumbatan pada usus, mengurangi rasa sakit, pendarahan, dan gejala lainnya.
  • Kemoterapi untuk mengobati kanker usus yang telah menyebar. Kemoterapi usus menyebabkan efek samping.
  • Radiasi untuk merusak dan membunuh sel-sel kanker. Terapi radiasi menimbulkan beberapa efek samping.

Pencegahan

Walaupun setiap orang berisiko terkena penyakit kanker usus, namun penyakit ini dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup sehat seperti berikut ini.

  • Rajin skrining kanker
  • Pertahankan berat badan yang ideal
  • Tidak merokok
  • Konsumsi makanan sehat
  • Olahraga yang teratur

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis