fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Hipoksia merupakan kondisi berkurangnya pasokan oksigen yang berada di sel serta jaringan tubuh agar bisa menjalankan fungsi normal. Hipoksia menjadi salah satu kondisi yang berbahaya karena dapat mengganggu fungsi hati, otak serta organ lainnya dengan begitu cepat.

Informasi

Hipoksia menjadi salah satu kondisi yang berbahaya. Oksigen yang diperoleh dari lingkungan ketika bernapas nantinya akan diangkut darah dari paru-paru ke jantung. Nantinya jantung akan memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi bisa terjadi jika terdapat gangguan yang berada dalam sistem transportasi oksigen, mulai dari bernapas hingga oksigen digunakan di tubuh. 

Gejala

Gejala dari penyakit ini dapat muncul dan menjadi semakin buruk jika tidak ditangani dengan baik. Berikut beberapa gejala dari penyakit ini, antara lain:

  1. Detak jantung menjadi cepat
  2. Napas menjadi lebih pendek dibandingkan biasanya
  3. Warna kulit berubah menjadi kebiruan serta bisa menjadi merah terang layaknya buah ceri
  4. Tubuh menjadi terasa lemas
  5. Badan terasa seperti bingung dan linglung
  6. Kesadaran menghilang
  7. Muncul keringat
  8. Batuk
  9. Leher terasa seperti dicekik
  10. Ketika bernapas mengeluarkan bunyi seperti mengi

Selain menyerang orang dewasa, hipoksia juga dapat menyerang anak-anak. Beberapa gejala hipoksia yang dialami bayi seperti menjadi lesu, lemas, gusar, rewel, kehilangan fokus serta gelisah. Bila Anda atau buah hati mengalami gejala tersebut, usahakan menemui dokter sesegera mungkin agar dapat diberi penanganan lebih lanjut. Walaupun gejala sudah hilang, Anda harus tetap menemui dokter untuk menghindari serangan berikutnya.

Penyebab

Ada beberapa penyebab dari penyakit ini. Untuk hipoksia hipoksik, kondisi ini terjadi saat kadar oksigen yang berada dalam pembuluh arteri turun. Penyebab dari kondisi ini adalah berada di situasi yang beroksigen rendah seperti tenggelam, kebakaran atau berada di dataran tinggi. Penyebab hipoksia hipoksik yang lainnya adalah memiliki penyakit paru seperti edema paru, asma, kanker paru dan yang lainnya.

Sedangkan untuk jenis hipoksia lainnya seperti hipoksia stagnan, kondisi ini terjadi karena terganggunya aliran darah, selain itu beberapa penyebab kondisi ini yang lainnya seperti gangguan jantung, hingga terhentinya aliran darah ke organ seperti pada orang yang memiliki luka tembak.

Ketiga hipoksia anemik, kondisi ini terjadi ketika kemampuan darah untuk membawa oksigen kapasitasnya berkurang, sehingga darah menjadi kekurangan oksigen. Beberapa penyebabnya seperti anemia serta kondisi saat fungsi sel darah merah mengalami kerusakan.

Ada pula hipoksia histotoksik, penyakit ini terjadi ketika terdapat gangguan yang berada di sel dalam oksigen. Penyebab dari kondisi ini seperti keracunan sianida. 

Faktor Risiko

Faktor risiko dari kondisi hipoksia dari pola hidup tidak sehat seperti merokok, terkena polusi udara secara terus menerus. Sedangkan, untuk risiko eksternalnya seperti memiliki penyakit kardiovaskular dan paru-paru.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis hipoksia, ada beberapa cara yang dilakukan untuk mendiagnosisnya seperti pemasangan alat di jari dan telinga. Cara ini dilakukan untuk mendeteksi jumlah kadar oksigen yang berada di dalam darah, ada pula analisis gas darah dengan cara mengambil sampel darah yang berasal dari pembuluh darah.

Diagnosis yang paling penting, ketika dokter mengetahui terdapat hipoksia, dokter akan menentukan penyebab penyakit ini. Beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan seperti pemeriksaan kadar sianida serta tes fungsi paru yang berada di dalam, tubuh.

Pengobatan

Jika Anda merasakan gejala seperti kekurangan oksigen, usahakan segera pergi ke rumah sakit agar segera memperoleh penanganan dengan baik dan memperoleh pasokan oksigen dalam tubuh. Berikut beberapa langkah pengobatan hipoksia, antara lain:

  1. Pemberian oksigen tambahan. Pengidap hipoksia, nantinya akan dipasok oksigen tambahan dengan menggunakan masker atau selang yang disambungkan dalam tabung oksigen. Jika semakin cepat kadar oksigen masuk ke dalam tubuhnya, tubuhnya akan kembali normal dengan lebih cepat dan semakin kecil pula risiko kerusakan organ tubuh.
  2. Pemberian alat bantu bernapas. Untuk pengobatan ini, nantinya saluran pernapasan akan disambungkan di mesin ventilator dan menggunakan selang. Kemudian selang akan dimasukkan dalam tenggorokan hingga ke pita suara. 
  3. Terapi oksigen hiperbarik. Pengidap hipoksia yang disebabkan karena keracunan karbon monoksida akan dimasukkan ke ruangan yang memiliki tekanan tinggi, di dalamnya terdapat oksigen murni.

Pencegahan

Untuk dapat mencegah penyakit hipoksia ini, Anda dapat menghindari lingkungan yang bisa menurunkan kadar oksigen, selain itu jangan lupa menggunakan oksigen tambahan yang berasal dari tabung oksigen sebelum kondisi ini muncul.

Bagaimana dengan hipoksia yang disebabkan oleh asma? Hipoksia yang disebabkan oleh asma sebenarnya bisa dihindari dengan menjalani pengobatan asma yang sesuai dengan petunjuk dokter, terapi ini nantinya akan membantu pasien agar dapat mengendalikan asma.

Hal yang paling penting adalah, sebisa mungkin lakukan pemeriksaan secara berkala, kemudian segera periksakan diri ke dokter jika terdapat masalah-masalah pernapasan yang muncul.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis