Kanker Prostat

by | Jun 26, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitK | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Kanker prostat adalah kanker yang berkembang di dalam kelenjar prostat. Munculnya penyakit ini biasanya ditandai dengan adanya gangguan buang air kecil. Sebagian besar penderita kanker prostat adalah pria berusia lebih dari 65 tahun. Kanker ini tidak bersifat agresif dan berkembang dengan lambat. Meskipun begitu, ribuan pria di Indonesia meninggal setiap tahunnya akibat penyakit ini.

Informasi

Prostat adalah kelenjar yang berada di dasar kandung kemih dan bagian dari sistem reproduksi pria. Posisinya mengelilingi saluran yang membawa urin dari kandung kemih menuju penis. Fungsi kelenjar ini sebagai penghasil semen atau sumber nutrisi bagi sperma. Meskipun tidak berpotensi menyebar, namun pada kasus tertentu, sel kanker dapat berkembang lebih cepat dan menjalar ke organ lain. Deteksi sedini mungkin sel kanker pada stadium awal, memberikan peluang pengobatan yang lebih besar.

Kanker prostat terbagi menjadi beberapa jenis tergantung tipe sel tempat awal mulanya kanker berkembang.

  • Adenokarsinoma asinar, berkembang di sel-sel kelenjar yang melapisi prostat dan paling banyak ditemui.
  • Adenokarsinoma duktal, berkembang di sel-sel yang melapisi tabung atau saluran kelenjar prostat.
  • Sel kanker transisional (urotelium), berkembang di sel-sel lapisan saluran kencing atau uretra.
  • Sel kanker skuamosa, berkembang di sel-sel pipih yang menyelimuti prostat.
  • Sel kanker prostat kecil, berkembang di sel-sel kecil prostat.
  • Tipe lainnya seperti karsinoma dan sarkoma.

Gejala

Gejala kanker prostat tidak akan muncul ketika masih berada di stadium awal. Setelah memasuki stadium yang lebih tinggi, maka beberapa gejala berikut ini akan muncul.

  • Lebih sering buang air kecil
  • Terbangun dimalam hari untuk kencing (nokturia)
  • Kesulitan buang air kecil
  • Buang air kecil terasa belum tuntas, seperti membutuhkan waktu lebih lama atau masih tersisa
  • Urine bocor
  • Darah atau sperma muncul di urin
  • Mengalami masalah ereksi

Apabila kanker prostat telah menyebar ke organ lainnya seperti tulang panggul, iga, tulang belakang, dan ginjal, maka pasien akan merasakan sakit pada bagian punggung bawah dan panggul. Kondisi tulang akan lebih rapuh dan mudah patah. Kanker prostat berisiko menyebar ke otak dan menyebabkan kejang, bingung, sakit kepala, depresi, dan gejala neurologi lainnya. Segera periksa ke dokter ketika merasakan gejala yang mengkhawatirkan.

Penyebab

Penyebab munculnya kanker prostat karena mutasi atau perubahan genetik pada sel-sel dalam kelenjar prostat. Penyebab mutasi genetik sebenarnya masih belum pasti, tapi 5 dari 10 persen kasus kanker prostat, mutasi genetik ini dapat terjadi dengan cara diturunkan oleh anggota keluarga (inherited). Ada juga beberapa penderita yang kemungkinan baru mengembangkan sel kanker dalam satu waktu hidupnya yang disebut acquired gene mutations.

Faktor Risiko

Walaupun penyebab kanker prostat masih belum jelas, namun para ahli menemukan beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker prostat.

  • Usia, lebih sering dialami pada laki-laki berusia 65 tahun ke atas.
  • Keturunan keluarga
  • Memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas
  • Pola makan, sering mengonsumsi daging merah, produk olahan susu, dan kalsium berlebih
  • Aktif merokok
  • Memiliki penyakit menular seksual
  • Pernah menderita kanker di bagian tubuh lain
  • Pernah menjalani operasi vasektomi

Jika tidak segera ditangani, kanker prostat dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius meliputi:

  • Penyebaran sel kanker (metastasis)
  • Inkontinensia 
  • Disfungsi ereksi

Diagnosis

Langkah-langkah yang harus dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit ini adalah sebagai berikut.

  • Tes screening terdiri dari digital rectal exam (DRE) dan tes prostate-specific antigen (PSA).
  • Diagnosis kanker dilakukan apabila ditemukan adanya ketidakwajaran pada tes DRE dan PSA. Beberapa pemeriksaan lanjutan yang direkomendasikan yaitu USG dan pengambilan sampel jaringan prostat (biopsi).
  • Penentuan tingkat keganasan kanker dengan penilaian mulai dari 2 (non agresif) hingga 10 (sangat agresif).
  • Penentuan seberapa jauh kanker telah menyebar dengan menggunakan tes pengambilan gambar seperti scan tulang, tes USG, CT scan, MRI scan, dan PET scan.

Pengobatan

Pengobatan kanker prostat tergantung dari tingkat keparahan, penyebaran sel kanker, dan kondisi kesehatan pasien. Pada stadium awal, dokter akan merekomendasikan check up rutin seperti tes darah, tes rektum, dan biopsi. Namun, jika sudah memasuki stadium lebih tinggi, berikut ini jenis penanganannya.

  • Operasi untuk mengangkat kelenjar prostat dan sebagian jaringan yang ada disekitarnya disebut prostatektomi radikal.
  • Terapi radiasi (radioterapi) untuk membunuh sel-sel kanker.
  • Terapi hormon untuk menghentikan produksi hormon testosteron didalam tubuh Anda sehingga pertumbuhan sel-sel kanker juga akan melambat dan mati.
  • Kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan ini dilakukan bagi penderita kanker stadium akhir yang tidak menunjukkan tanda pemulihan usai menjalani terapi hormon.

Pencegahan 

Untuk mencegah kanker prostat, Anda dapat melakukan gaya hidup sehat, seperti:

  • Mengonsumsi sayur dan buah setiap hari
  • Rajin latihan jasmani sekitar 4-5 kali seminggu
  • Pertahankan berat badan yang ideal

Sedangkan langkah pengobatan rumahan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kanker prostat adalah sebagai berikut.

  • Kontrol sesuai jadwal
  • Ikuti instruksi dokter dan konsumsi obat sesuai anjuran