fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Salah satu penyakit pada saluran pernapasan yang menular adalah MERS. Penyakit ini disebabkan karena coronavirus yang rentan terjadi pada manusia. MERS atau Middle East Respiratory Syndrome berasal dari unta yang berada di negara Timur tengah. Sehingga penyakit ini dikenal dengan sindrom pernapasan Timur Tengah.

Informasi

MERS merupakan penyakit yang berasal dari negara Arab Saudi, Yaman dan Yordania yang awalnya dari binatang unta. MERS menyerang saluran pernapasan yang dapat menular dengan mudah meski tidak semudah flu biasa. Penyakit ini harus ditangani dengan serius agar tidak terjadi penyakit lain yang berbahaya. 

Gejala

MERS ditandai dengan gejala yang muncul setelah 1 sampai 2 minggu terkontaminasi dengan penderita MERS. Gejala yang ditimbulkan yaitu:

  1. Tubuh terasa menggigil
  2. Hidung tersumbat dan pilek
  3. Sakit tenggorokan dan menyebabkan batuk
  4. Otot terasa sakit dan nyeri
  5. Sesak napas
  6. Demam tinggi

Jika MERS semakin parah akan muncul gejala lain, yaitu:

  1. Mual dan muntah
  2. Diare dengan intensitas tinggi
  3. Batuk berdarah

Penyebab

Penyebab utama MERS Cov adalah coronavirus yang merupakan golongan virus yang menyerang ISPA. Virus tersebut dapat masuk melalui rongga tubuh saat terkontaminasi. Pada awalnya, MERS terjadi pada hewan yaitu unta. 

Penyebaran virus coronavirus tersebut sangat mudah dan cepat. Terutama jika Anda melakukan kontak fisik secara langsung dengan penderita. Jika Anda memegang benda atau melakukan kontak fisik, virus bisa menempel pada tubuh. Setelah itu akan masuk ke dalam rongga tubuh seperti mulut, hidung atau telinga. 

Faktor Risiko

Penyakit ini sangat rentan terjadi pada beberapa kelompok orang:

1. Lansia

Usia dapat mempengaruhi penularan penyakit ini terutama pada usia lanjut. Karena daya tahan tubuh mulai menurun.

2. Pengidap HIV

Bagi pengidap HIV, sistem imunitas tubuh menjadi lemah dan menurun sehingga menyebabkan risiko penyakit ini lebih tinggi.

3. Penderita penyakit kronis

Bagi penderita kronis seperti kanker, paru-paru dan diabetes sangat berisiko terserang penyakit ini akibat perawatan dengan intensitas tinggi.

4. Pengunjung negara Timur Tengah

Penyakit ini berasal dari negara Timur Tengah, sehingga orang yang mengunjungi negara tersebut berisiko terserang coronavirus. 

5. Kontak fisik dengan penderita MERS

Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak fisik dengan penderitanya. Sehingga orang yang berada di dekat penderita MERS berisiko tinggi terserang virus tersebut.

6. Berinteraksi dengan unta

Penyakit ini ditemukan pada unta, sehingga saat Anda berinteraksi dengan hewan tersebut berisiko tertular virus. Mengonsumsi daging unta yang kurang matang dan susu unta yang masih mentah juga berisiko terkena MERS.

Diagnosis

Sebelum dilakukan pengobatan terhadap penyakit MERS CoV ini, lakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Setelah Anda baru pulang dari negara Timur Tengah, pastikan untuk konsultasi ke dokter untuk mengurangi risiko MERS. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, diantaranya:

  1. Tes Usap Tenggorokan: Tes ini bertujuan untuk mendeteksi adanya gejala MERS seperti sakit tenggorokan dan batuk.
  2. Tes darah: Tes darah sangat penting untuk mendeteksi adanya virus yang masuk dalam darah dan mengetahui jenis virus tersebut.
  3. Pemeriksaan sampel: Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk beberapa sampel, yaitu tinja dan dahak. Sampel tersebut untuk memastikan adanya virus yang masuk dalam saluran pernapasan.
  4. Rontgen: Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat dan memastikan dengan detail akan adanya virus coronavirus dalam tubuh yang memicu adanya MERS.

Setelah pemeriksaan tersebut, dokter juga akan melakukan pemeriksaan selanjutnya, yaitu:

  1. Tes serologi: Tes ini dilakukan untuk melakukan evaluasi adanya gejala infeksi MERS dengan melihat antibodi.
  2. Tes molekular: Tes ini bertujuan untuk memastikan dan mendiagnosis infeksi MERS secara aktif.

Pengobatan

Pengobatan penyakit ini disesuaikan dengan gejala yang muncul. Untuk gejala MERS ringan bisa diobati dengan obat pereda rasa nyeri dan demam. Serta melakukan istirahat yang cukup di rumah dan menghindari kontak fisik dengan orang lain. Untuk gejala penyakit ini berat, pengobatan dilakukan di rumah sakit agar tidak menimbulkan gejala yang lebih parah.

Pengobatan penyakit ini berat harus dilakukan secara intensif di rumah sakit. Karena dokter akan memberikan antibiotik, infus dan oksigen pada pasien. Dokter juga akan memonitor dan mengontrol kondisi organ tubuh secara rutin dan intensif. Serta dibantu dengan alat bantu pernapasan untuk mempercepat proses penyembuhan.

Pencegahan

Saat ini belum ada vaksin khusus untuk mencegah penyakit ini. Untuk mencegahnya bisa dilakukan dengan cara:

  1. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama saat menyentuh wajah
  2. Menggunakan hand sanitizer setelah pergi keluar
  3. Membersihkan benda yang sering disentuh banyak orang
  4. Menutup hidung dan mulut saat bersin dan batuk dengan tisu
  5. Tidak mengonsumsi daging unta yang kurang matang apalagi yang masih mentah
  6. Tidak mengonsumsi susu unta mentah
  7. Tidak melakukan kontak fisik langsung dengan penderita MERS
  8. Segera lakukan pemeriksaan setelah bepergian dari negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis