fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Ileus paralitik, mungkin Anda jarang mendengar kondisi kesehatan ini. Penyakit ini merupakan gangguan pergerakan usus yang disebabkan karena lumpuhnya otot usus. Terganggunya pergerakan usus akan membuat makanan tidak bisa dicerna dan akhirnya terjadi penyumbatan usus.

Informasi

Obstruksi usus atau penyumbatan yang dikarenakan ileus paralitik juga sering disebut dengan pseudo-obstruction. Ileus paralitik ini akan menyebabkan penumpukan makanan dalam usus, sehingga penderita akan mengalami sembelit, mual, begah dan muntah. 

Tentu saja, bila kondisi ileus paralitik tak segera ditangani dengan baik, kerusakan pada usus bisa menjadi semakin parah, pada tahap selanjutnya penyakit ini bahkan bisa menyebabkan robekan yang terjadi di lubang usus, akhirnya isi usus menjadi bocor ke rongga perut dan akhirnya menyebabkan infeksi. 

Gejala

Pada dasarnya, usus memiliki fungsi untuk mencerna makanan serta minuman sehingga dapat diserap tubuh. Minuman dan makanan bergerak di saluran pencernaan dengan bantuan kontraksi usus. Gerakan gelombang yang dihasilkan kontraksi usus ini sering disebut dengan gerak peristaltik. Bila terjadi gangguan tepat pada otot usus, tentu saja pergerakan makanan serta minuman bisa menjadi terhambat.

Jika pergerakan makanan serta minuman terhambat, berbagai keluhan dan gejala pun muncul, seperti:

  1. Perut terasa kram dan sakit
  2. Nafsu makan mengalami penurunan
  3. Perut terasa kembung dan begah
  4. Tidak bisa kentut atau buang gas selama beberapa hari lamanya
  5. Terasa sembelit
  6. Mual
  7. Muntah
  8. Perut menjadi membengkak dan timbul bau mulut

Penyebab

Penyebab ileus paralitik yang utama ialah berkurangnya atau bahkan menghilangnya pergerakan usus. Berikut beberapa penyebab ileus paralitik:

1. Operasi

Ileus paralitik bisa terjadi karena operasi. Apalagi, operasi yang dilakukan pada organ dalam perut atau area perut. Terganggunya pergerakan usus sering terjadi sesudah operasi. Biasanya, aktivitas usus akan kembali normal sesudah beberapa jam melakukan operasi, sedangkan organ usus besar akan normal kembali sesudah 3 hingga 5 hari operasi. 

2. Mengkonsumsi Obat-obatan

Ketika tindakan operasi dilakukan, obat bius yang diberikan akan menghambat pergerakan otot usus. Tak hanya obat bius, obat lain juga akan menyebabkan ileus paralitik. Obat penyebab ileus paralitik ini seperti antidepresan, obat opioid dan yang lainnya.

3. Memiliki Penyakit Lain

Tak hanya pasca operasi atau mengkonsumsi obat-obatan, penyakit ileus paralitik ini bisa muncul dikarenakan gangguan elektrolit serta mineral, seperti penurunan kadar kalium. Penyebab lainnya seperti infeksi saluran pencernaan, kelainan saraf dan memiliki penyakit ginjal.

Faktor Risiko

ileus-paralitik

Lantas, siapa saja yang dapat mengalami kondisi ileus paralitik ini? Penyakit ini dapat dialami oleh mereka yang selesai menjalani operasi perut. Namun, kondisi ini berisiko terjadi pada lansia yang mempergunakan obat untuk mengurangi pergerakan usus. Bahkan, pasien yang sedang menjalani perawatan radioterapi atau pasien yang mengalami pendarahan di rongga perut memiliki risiko besar terkena penyakit ini.

Diagnosis

Diagnosis dilakukan dari anamnesis, pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan fisik. Untuk anamnesis, cara ini dilakukan untuk mengetahui gejala, apakah gejala yang dialami pasien sudah sesuai dengan kondisi penyakit ini serta kemungkinan penyebab keadaan tersebut.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik ini dilakukan dengan cermat agar bisa menemukan abnormalitas yang menandakan ileus paralitik seperti tidak adanya bising usus atau lemahnya usus. Pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk menyingkirkan kondisi gawat yang bisa mengancam nyawa seperti tekanan darah tinggi dan demam tinggi.

Bagaimana dengan pemeriksaan penunjang? Untuk pemeriksaan penunjang dilakukan dengan pemeriksaan lab, nantinya pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa jumlah kadar elektrolit, leukosit hingga fungsi ginjal. 

Pemeriksaan lain seperti pemeriksaan radiologi juga dilakukan, pemeriksaan ini dilakukan untuk memperhatikan distensi lambung, usus besar dan usus halus karena akumulasi gas serta cairan. Pemeriksaan ini akan membantu penegakan diagnosis kondisi ileus paralitik.

Pengobatan

Pengobatan kondisi penyakit ini dilakukan untuk memperlancar pergerakan usus, sehingga sumbatan yang berada pada usus bisa diatasi. Metode dari ileus paralitik ini seperti pemasangan NGT untuk mengeluarkan cairan, gas dan bahan makanan yang menyumbat lambung.

Pengobatan lainnya seperti memberi obat agar pergerakan usus bisa lebih terpacu, mengganti obat serta menghentikan obat-obatan yang menjadi penyebab dari penyakit ini. Dokter juga akan memberikan cairan elektrolit melalui infus agar bisa menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh. Jika kondisi tetap belum berubah, dokter akan mengatasi hambatan dalam usus dengan cara memotong bagian yang mengalami masalah.

Pencegahan

Kondisi ileus paralitik bisa dicegah dengan berbagai macam langkah seperti melakukan pengobatan serta pemeriksaan bila memiliki kondisi kesehatan tertentu, lebih-lebih bila kondisi kesehatan tersebut akan memicu terjadinya penyakit ini. Selain itu pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan berhenti mengkonsumsi obat secara sembarangan. Pastikan mengkonsumsi obat yang sesuai dengan resep dokter. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis