fbpx

Hydrocortisone: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Nov 5, 2020 | Obat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Pernahkah Anda mendengar istilah obat imunosupresan? Ya, obat imunosupresan merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengurangi reaksi sistem kekebalan tubuh. Terdapat banyak jenis obat imunosupresan, salah satunya adalah hydrocortisone atau hidrokortison (Baca juga Cara Mengatasi Alergi Dengan Cepat Namun Tetap Efektif).

Mungkin Anda penasaran apa sih fungsi lain dari Obat hydrocortisone? Lalu bagaimana penggunaan dan dosis yang tepat? Simak selengkapnya pada ulasan yang telah Tim Lifepack buat berikut ini.

Mengenal Obat Hydrocortisone

Hydrocortisone merupakan obat golongan kortikosteroid yang bekerja dengan cara menurunkan respon sistem kekebalan tubuh. Biasanya obat ini digunakan untuk mengatasi gejala pada penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan psoriasis (Baca juga Psoriasis, Penyakit Pada Kulit yang Perlu Anda Waspadai). Obat ini juga dapat mengatasi gejala akibat alergi dan beberapa penyakit seperti asma, dermatitis, dan gatal-gatal. Obat hydrocortisone dapat mengatasi gejala seperti nyeri dan pembengkakan akibat peradangan. Juga tersedia dalam beberapa bentuk yakni obat oral, injeksi, dan topikal. 

Terdapat beberapa merek obat yang mengandung hidrokortison seperti obat Locoid, Farma, Enpicortyn, Nufacort, Chloramfecort, dan beberapa merk lainnya. Obat hidrokortison biasanya dibanderol mulai dari harga Rp5.000 rupiah sampai Rp100.000 tergantung dari bentuk sediaan dan dosisnya. 

Dosis Penggunaan Hydrocortisone

Hydrocortisone merupakan obat keras yang mana penggunaannya memerlukan resep dokter. Sehingga Anda tidak dapat menggunakan obat ini sembarangan apalagi menambah dan mengurangi dosis tanpa pengawasan dari dokter. Karena hal ini dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan Anda. 

1. Hydrocortisone Oral

Pada Obat hidrokortison yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi biasanya dokter akan memberikan rekomendasi dosis 20 sampai 30 mg yang dikonsumsi 1-2 kali sehari (Baca juga 4 Pemicu Alergi Pada Anak Beserta Pencegahannya). 

2. Hydrocortisone Injeksi

Penggunaan hidrokortison injeksi biasanya digunakan untuk mengatasi radang sendi seperti rheumatoid arthritis. Pemberian hidrokortison biasanya diberikan dalam bentuk senyawa asetat (hydrocortisone acetate) injeksi yang diberikan dengan dosis 5 sampai 50 mg dengan injeksi intraartikular. 

Sedangkan penggunaan hidrokortison injeksi pada kekurangan hormon adrenokortikal biasanya diberikan dengan dosis 100-500 mg dengan suntikan melalui intravena. 

3. Hydrocortisone Topikal

Penggunaan hidrokortison topikal untuk mengatasi ruam atau gejala alergi pada kulit biasanya digunakan hidrokortison krim dengan dosis 0,1-2,5% yang digunakan sebanyak satu sampai dua kali sehari. 

Kontraindikasi

Interaksi Obat

Obat ini dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain seperti obat-obatan golongan Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs (NSAID), antibiotik, antihipertensi, obat tiazid, dan obat antidiabetik. 

Kelompok Orang Berisiko

Selain menimbulkan kontraindikasi jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain, Obat hidrokortison juga dapat menimbulkan kontraindikasi pada orang-orang yang masuk ke dalam kelompok berisiko. Obat ini dapat menimbulkan kontraindikasi jika digunakan oleh orang yang menderita infeksi virus atau jamur, infeksi bakteri, dan orang dengan lesi tubercular. 

Efek Samping

Pada beberapa kasus penggunaan obat hidrokortison dapat menimbulkan efek samping. Gejala efek samping yang umumnya timbul akibat penggunaan obat ini adalah : 

  1. Gatal-gatal
  2. Mulut menjadi kering
  3. Kesulitan bernapas
  4. Pembengkakan pada bibir atau wajah
  5. Timbul jerawat (Baca juga Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami)
  6. Menstruasi menjadi terganggu

Efek samping dapat memburu sehingga Anda perlu benar-benar memperhatikan perkembangan dari gejala efek samping. Anda perlu segera periksakan diri ke dokter ketika merasa gejala efek samping menjadi kesulitan bernapas, timbul ruang, mual atau muntah, dan hilang kesadaran. Hal ini guna membuat Anda mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. 

Peringatan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Obat hidrokortison merupakan obat keras sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter. Pastikan anda mengonsumsi obat ini sesuai dengan aturan dari dokter dan tidak mengurangi atau menambahkan dosis tanpa pengawasan dokter. Selain itu itu pastikan bahwa Anda paham benar cara penggunaan Obat hidrokortison sesuai dengan jenis obatnya. Jika Anda belum memahami benar cara penggunaan obat ini, tanyakan kepada dokter atau apoteker bagaimana cara dan dosis yang tepat untuk menghindari kesalahan informasi dalam menggunakan obat hidrokortison. Hal ini guna mencegah terjadinya efek buruk akibat kesalahan informasi penggunaan obat. 

Pastikan bahwa anda tidak memiliki alergi terhadap hidrokortison. Konsultasikan kepada dokter jika anda ingin mengkonsumsi obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain, vitamin, atau suplemen. Jangan gunakan obat ini pada ibu hamil, menyusui, atau orang dengan penyakit ginjal, gangguan hati, dan penyakit jantung tanpa konsultasi kepada dokter terlebih dahulu. Simpan Obat hidrokortison di tempat yang sejuk dan jauh dari jangkauan anak-anak. 

Itulah informasi mengenai manfaat, dosis, dan hal-hal yang perlu anda perhatikan dalam menggunakan obat hidrokortison. Bijaklah dalam menggunakan obat ini untuk menghindari efek buruk dari penggunaan yang yang tidak bijak. 

Download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antri. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Ditulis oleh: Nada Karisma

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis