fbpx

Hydrochlorothiazide

Sep 9, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf H | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Gangguan pada tekanan darah seperti tekanan darah tinggi adalah salah satu masalah yang paling banyak diidap oleh masyarakat Indonesia terutama yang berusia dewasa. Adanya masalah berupa hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan organ jantung harus bekerja sangat keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Kondisi ini apabila tidak segera diatasi tentu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan masalah seperti pecahnya pembuluh darah. 

Informasi 

Tekanan darah tinggi dapat timbul disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya ialah berlebihnya kandungan darah serta cairan yang menumpuk di pembuluh darah. Untuk menurunkan tekanan darah tinggi, biasanya dokter akan memberikan obat Hydrochlorothiazide. Obat Hydrochlorothiazide termasuk ke dalam golongan obat diuretik yang berfungsi untuk mengatasi gangguan hipertensi atau tekanan darah tinggi. 

Cara kerja Hydrochlorothiazide adalah dengan membuang kelebihan cairan serta garam lewat urin. Dengan dibuangnya kelebihan garam serta cairan lewat urin, maka tekanan di dalam pembuluh darah pun akan menurun. Selain digunakan untuk mengatasi gangguan tekanan darah tinggi, obat Hydrochlorothiazide juga sering digunakan untuk mengatasi penyakit liver, penyakit ginjal serta gagal jantung dengan cara membuang edema (cairan) dari tubuh.

Dosis 

Obat Hydrochlorothiazide termasuk ke dalam obat resep sehingga untuk mengkonsumsinya dibutuhkan resep dari dokter. Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan dosis yang tepat. Obat Hydrochlorothiazide dapat dikonsumsi baik oleh orang dewasa, anak-anak serta lanjut usia. Dosis Hydrochlorothiazide akan disesuaikan dengan usia serta kondisi pasien.

Hipertensi pada Pasien Dewasa

Untuk mengatasi hipertensi pada pasien dewasa maka dosis yang diberikan sebanyak 12,5 mg setiap hari. Obat Hydrochlorothiazide bisa diberikan sebagai obat tunggal maupun ditambahkan dengan obat yang berfungsi sebagai antihipertensi yang lain. Apabila tidak memberikan efek apapun, dokter mungkin akan meningkatkan dosis sebesar 25 hingga 50 mg setiap hari.

Hipertensi pada Pasien Lanjut Usia

Untuk orang lanjut usia, dosis yang diberikan adalah sebanyak 12,5 mg sampai 25 mg setiap hari dan diberikan satu kali sehari.

Hipertensi pada Pasien Anak

Untuk pengobatan tekanan darah tinggi pada pasien anak dibagi berdasarkan tiga rentang usianya. Anak dengan usia 2 hingga 12 tahun maka dosis Hydrochlorothiazide sebesar 1 sampai 2 mg per kg berat badan setiap hari. Obat diberikan sebanyak 1 hingga 2 kali dalam sehari. Maksimal dosis yang diberikan sebanyak 100 mg setiap hari.

Anak dengan usia 6 bulan hingga 2 tahun maka dosis Hydrochlorothiazide sebesar 1 sampai 2 mg per kg berat badan setiap hari. Obat diberikan sebanyak 1 hingga 2 kali dalam sehari. Maksimal dosis yang diberikan sebanyak 37,5 mg setiap hari. Sementara pada anak di bawah 6 bulan dosis sebesar 1 hingga 5 mg per kg berat badan dengan dosis maksimal 37,5 mg setiap hari.

Kontraindikasi 

Obat ini dikontraindikasikan bagi orang yang memiliki hipersensitivitas obat derivat sulfonamide, menderita anuria dan gangguan ginjal berat.

Interaksi dengan Obat Lain 

Obat Hydrochlorothiazide sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat di bawah ini:

  • Obat salbutamol serta kortikosteroid bisa meningkatkan hypokalemia
  • Konsumsi dengan obat lithium akan menurunkan efektivitasnya
  • Konsumsi bersamaan obat antiinflamasi nonsteroid akan menurunkan kemampuan antihipertensi

Kelompok Orang Berisiko 

Ibu hamil serta wanita yang sedang menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat Hydrochlorothiazide kecuali atas anjuran dari dokter. Obat Hydrochlorothiazide termasuk ke dalam jenis obat terkategori B yakni obat yang belum memiliki hasil studi terkontrol mengenai efeknya terhadap wanita hamil. Selain itu, studi pada hewan percobaan pun tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko. 

Obat Hydrochlorothiazide ini bisa terserap ke dalam air susu (ASI) sehingga tidak disarankan untuk digunakan oleh wanita yang sedang menyusui. Dokter hanya akan menyarankan obat ini apabila dilihat besarnya manfaat lebih banyak didapat ketimbang risiko yang mungkin timbul. 

Obat Hydrochlorothiazide juga sebaiknya tidak dikonsumsi oleh mereka yang mempunyai riwayat sensitivitas terhadap obat golongan diuretik. Selain itu, pasien dengan riwayat alergi terhadap antibiotik sulfonamide juga sebaiknya tidak mengkonsumsi obat ini kecuali atas anjuran dari dokter. Untuk pasien yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, diabetes, lupus, tekanan darah rendah, asam urat, gagal ginjal sebaiknya berhati-hati jika menggunakan obat ini.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul sebenarnya sangat jarang dan bersifat individual sehingga antara satu orang dengan orang yang lain mungkin berbeda. 

  • Sakit kepala dan pusing
  • Linglung
  • Lemas
  • Gangguan pada sel darah
  • Hipokalemia
  • Rasa sakit di bagian atas perut
  • Penurunan nafsu makan

Cara Konsumsi

Obat Hydrochlorothiazide dapat dikonsumsi baik sesudah makan ataupun saat makan. Obat Hydrochlorothiazide dalam sediaan tablet salut selaput tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi dengan cara membelah obat, mengunyah obat atau obat digerus karena efektivitas obat bisa menurun. Konsumsi obat Hydrochlorothiazide dalam bentuk salut selaput harus ditelan utuh. 

Usahakan agar Anda mengkonsumsi obat Hydrochlorothiazide di waktu yang sama setiap hari. Iringi pula pengobatan dengan gaya hidup yang sehat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis