fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Hepatitis C (HPC) adalah salah satu jenis penyakit hepatitis yang menyerang organ hati dan ditimbulkan oleh virus. Akibat serangan virus yang menyebabkan Hepatitis C (HCV) maka organ hati bisa mengalami radang hingga inflamasi berat. Hampir sama dengan beberapa kasus Hepatitis, penyakit ini pun tidak selalu menunjukkan gejala saat awal infeksi. Oleh karena itu penting untuk memahami penyakit satu ini. 

Informasi 

Penyakit ini ditimbulkan oleh virus Hepatitis C yang akan menimbulkan infeksi kronis maupun akut. Perbedaan dari penyakit HPC akut yakni infeksi tersebut akan muncul saat enam bulan pertama terkena infeksi. Penyakit HPC akut terjadi pada setidaknya 15 hingga 45 persen pengidap HPC. Pada umumnya, penyakit HPC akut tidak menyebabkan kematian dan bisa disembuhkan meski tanpa melalui penanganan khusus.

Berbeda dengan HPC akut, HPC kronis terjadi pada setidaknya 55 hingga 85 persen pengidap HPC. HPC kronis akan terjadi dengan virus yang tersimpan dalam tubuh dalam waktu lama. Virus yang tersimpan dalam tubuh akan berkembang hingga terjadi HPC kronis. HPC kronis bisa berakibat fatal karena meningkatkan risiko terkena sirosis hati sekitar 15 hingga 30 persen selama waktu 20 tahun, dan sebagian akan berkembang menjadi kanker hati (hepatocellular carcinoma). 

Gejala 

Tidak semua orang akan mengalami gejala HPC. Pada beberapa kondisi gejala yang muncul hanya ringan seperti demam dan tubuh lemas sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi HPC. Berikut merupakan gejala HPC akut:

  1. Sakit perut
  2. Demam
  3. Penyakit kuning
  4. Lemas
  5. Nafsu makan berkurang
  6. Muntah

Sementara pada penderita HPC kronis,  pada awalnya gejala penyakit tidak muncul. Namun ketika gejala timbul maka gejala yang tampak hampir serupa dengan gejala HPC akut namun dengan beberapa tambahan gejala sebagai berikut: 

  1. Muntah darah
  2. Kesadaran menurun
  3. Nyeri pada bagian persendian beserta otot
  4. Perut menjadi kembung
  5. Tubuh mudah memar serta berdarah. Pada beberapa kondisi kulit pun bisa terasa lebih gatal
  6. Asites
  7. Gangguan pada ingatan jenis jangka pendek serta kesulitan untuk bisa berkonsentrasi
  8. Perubahan suasana hati terjadi secara drastis

Penyebab 

Penyebaran virus HPC terjadi melalui darah penderita yang telah terdapat virus HCV di dalamnya. Saat darah yang telah terpapar oleh virus HPC ini masuk ke pembuluh darah, maka orang tersebut bisa mengalami infeksi virus HCV. Berikut adalah penyebab penularan:

  1. Menggunakan peralatan tidak steril pada prosedur medis
  2. Memakai jarum suntik yang telah digunakan orang lain
  3. Menerima transfusi darah dari pendonor yang terinfeksi virus HCV
  4. Berhubungan seks dengan penderita HPC tanpa menggunakan kondom
  5. Berbagi peralatan yang berisiko tinggi terkena cipratan darah penderita seperti alat cukur, sikat gigi serta gunting kuku

Seseorang tidak akan terinfeksi oleh virus HCV dari percikan air liur saat bersin, ASI, dan juga aktivitas berbagi makanan ke penderita. 

Faktor Risiko 

Seseorang dengan kondisi di bawah ini akan berpeluang besar terinfeksi oleh virus Hepatitis C.

  1. Anak yang dilahirkan dari ibu penderita virus Hepatitis C 
  2. Pasangan seksual menderita Hepatitis C
  3. Pasien penyakit HIV – AIDS
  4. Berprofesi sebagai pekerja medis
  5. Berbagi jarum suntik pada orang dengan penyalahgunaan NAPZA
  6. Melakukan tato dan tindik menggunakan alat yang tidak disterilkan
  7. Pasien dengan cuci darah dalam jangka waktu lama serta penderita penyakit gagal ginjal

Diagnosis 

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit Hepatitis C atau tidak, maka dokter akan melakukan serangkaian tes darah. Biasanya ada dua macam tes darah yang dijalankan:

1. HCV RNA 

Tes HCV RNA merupakan tes genetik virus yang dilakukan untuk mengecek apakah tubuh telah berhasil membunuh virus atau tidak. Apabila hasil pemeriksaan positif, maka itu artinya tubuh tidak berhasil membunuh virus.

2. Tes Antibodi Virus Hepatitis C

Pengecekan ini dilakukan untuk mengecek keberadaan antibodi tubuh terhadap virus Hepatitis C. Hasil positif akan muncul baik pada penderita Hepatitis C dengan virus aktif ataupun seseorang dengan virus yang sudah tidak aktif alias sudah sembuh. Dokter akan mengecek apakah penderita mengalami Hepatitis C akut ataupun kronis dari hasil.

Pengobatan 

Pengobatan penyakit Hepatitis C dilakukan dengan memberikan obat antivirus selama 12 minggu. Jenis obat antivirus yang biasanya akan diresepkan oleh dokter meliputi ritonavir, sofosbuvir serta simeprevir. Hanya saja, pada beberapa kasus Hepatitis C bisa sembuh sendiri tanpa harus diobati. Untuk mencegah penyakit Hepatitis C menjadi lebih parah maka penderita bisa mendapatkan vaksinasi Hepatitis B dan A agar tak terinfeksi hepatitis A dan B.

Pencegahan 

Untuk mencegah penyakit hepatitis C sebaiknya menjaga kesehatan dengan rajin cuci tangan teratur. Hindari pula menggunakan NAPZA dengan jarum suntik bekas. Selain itu pastikan bahwa imun tubuh selalu kuat agar terhindar dari infeksi virus.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis