fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Hepatitis B merupakan penyakit peradangan organ hati. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B. Virus tersebut dapat ditularkan melalui jarum suntik maupun hubungan seksual. Penyakit ini umumnya tidak berlangsung lama dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa melakukan pengobatan khusus. Kondisi ini disebut juga sebagai infeksi akut. Namun, penyakit ini dapat pula bertahan lama, kondisi tersebut disebut dengan hepatitis B kronis.

Informasi

Hepatitis B adalah penyakit hati menular akibat virus hepatitis atau virus HBV. Virus tersebut merupakan salah satu dari tipe virus yang menyerang organ hati. Penyakit ini sendiri memiliki 2 bentuk yakni:

  • Infeksi HBV Akut

Penyakit ini bersifat sementara.  Umumnya akan dialami selama 6 bulan pertama setelah seseorang terpapar HBV. Meskipun begitu, Infeksi akut dapat menyebabkan terjadinya infeksi kronik meskipun tidak semua kondisi hepatitis B akut berubah menjadi kronis.

  • Infeksi HBV Kronik

Penyakit ini terjadi dalam jangka panjang. Kondisi ini disebabkan karena virus tetap bertahan dalam tubuh seseorang.

Hepatitis B kronis ini dapat menyebabkan munculnya penyakit komplikasi yang membahayakan nyawa seperti kanker hati. Oleh sebab itu perlu untuk rutin melakukan kontrol ke dokter bagi penderita hepatitis B kronis supaya penanganan dapat dilakukan secara cepat dan dapat mendeteksi sedini mungkin jika terjadi komplikasi. Oleh sebab itu, penderita hepatitis B khususnya kronis, harus melakukan kontrol secara rutin ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejala

Penderita penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala apapun, namun gejala umum yang sering timbul meliputi:

  • Munculnya ruam
  • Nyeri sendi
  • Lemah
  • Kuning
  • Feses berwarna pucat 
  • Warna urin gelap
  • Gatal-gatal
  • Hilang nafsu makan
  • Mual muntah
  • Demam ringan
  • Nyeri perut

Penyebab

Hepatitis B disebabkan karena virus hepatitis (HBV) sedangkan penularannya bisa disebabkan oleh:

  • Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis B tanpa kondom
  • Berbagi jarum suntik. Hal ini disebabkan karena adanya virus yang terdapat di dalam darah
  • Penularan juga dapat terjadi oleh wanita yang sedang hamil kepada bayi yang ada dalam kandungan

Faktor Risiko

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini diantaranya:

  • Melakukan hubungan intim secara tidak aman atau bergonta-ganti berganti-ganti pasangan
  • Melakukan hubungan seksual dengan pengidap
  • Berbagi jarum suntik saat melakukan injeksi obat
  • Melakukan hubungan intim atau seksual dengan sesama pria
  • Bayi yang dilahirkan oleh wanita pengidap
  • Bepergian ke daerah yang memiliki jumlah infeksi tinggi virus HBV misalnya, Afrika, Eropa Timur, Asia Tenggara serta Asia Tengah

Diagnosis

Seperti yang telah dijelaskan, bahwa penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala apapun hingga munculnya komplikasi. Umumnya penyakit ini terdeteksi saat dilakukannya skrining penyakit hepatitis B.

Bila penyakit tersebut terdeteksi, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan tersebut meliputi, tes darah sampai biopsi hati yakni pengambilan sampel jaringan pada organ hati.

Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan tujuan mengetahui apakah hepatitis tersebut merupakan HBV akut atau hepatitis B kronis. Selain itu pemeriksaan juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kerusakan yang disebabkan HBV serta fungsi organ hati si penderita itu sendiri.

Pengobatan

Untuk HBV akut, tidak ada penanganan yang dilakukan secara khusus karena penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Penanganan dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul. Hanya saja, infeksi ini dapat menimbulkan HBV akut berubah menjadi kronis.

Pengobatan yang dilakukan untuk menangani HBV kronis adalah melalui konsumsi obat antivirus. Pemberian obat ini bertujuan guna mencegah terjadinya perkembangan virus, bukan untuk menghilangkannya dari tubuh penderita.

Pengobatan ini juga harus dibarengi dengan kepatuhan pasien untuk terus melakukan kontrol secara rutin ke dokter guna melihat perkembangan kondisi penyakitnya apalagi hepatitis B kronis sendiri dapat menimbulkan kerusakan pada organ hati.

Selain itu penderita HBV kronis juga berisiko menimbulkan penyakit seperti gagal hati, sirosis sampai penyakit kanker hati.  Pada kondisi tertentu, penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi lain seperti hepatitis fulminan yang dapat membahayakan nyawa, meskipun kasus tersebut cukup jarang terjadi.

Jika ternyata kerusakan hati cukup parah, maka dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalankan prosedur transplantasi hati.

Pencegahan

Langkah utama untuk mencegah penyakit hepatitis B ini adalah melalui vaksinasi. Vaksin HBV sendiri kini wajib untuk di diberikan kepada anak-anak. Meskipun begitu vaksin tidak akan bertahan selama seumur hidup, perlu dilakukan vaksinasi ulang ketika dewasa. Selain itu pencegahan juga dapat dilakukan dengan hidup sehat seperti beberapa cara berikut ini:

  • Melakukan hubungan seksual secara aman
  • Menghindari hubungan seksual dengan orang yang menderita hepatitis B
  • Tidak menggunakan jarum suntik bersama-sama
  • Tidak menyalahgunakan napza

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis