fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Hepatitis A merupakan infeksi yang terjadi pada hati. Penyakit ini disebabkan oleh virus Hepatitis A (HAV). Hepatitis A sendiri ini penularannya cukup mudah yakni melalui makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi virus HAV dari penderita. Virus HAV dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada organ hati atau liver, sehingga fungsi kedua organ tersebut dapat menurun.

Informasi

Di berbagai macam jenis penyakit hepatitis lainnya, hepatitis A secara umum tidak menimbulkan kerusakan parah pada liver maupun berkembang menjadi penyakit kronis. Penderita dapat sembuh dalam kurun waktu beberapa minggu meski tanpa bantuan perawatan media. Meskipun terbilang ringan, gejala yang timbul dari penyakit ini tetap dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Meskipun kebanyakan penderita akan sembuh dengan sendirinya, namun penyakit ini juga dapat berakibat fatal meskipun jangan terjadi.

Gejala

Gejala hepatitis A tidak dialami oleh semua penderita. Sedangkan bagi mereka yang mengalami gejala umumnya mulai merasakannya setelah 2 sampai 6 minggu setelah terinfeksi. Gejalanya sendiri meliputi:

  1. Urin berwarna kuning gelap
  2. Kelelahan
  3. Tiba-tiba mual dan muntah-muntah
  4. Demam ringan
  5. Nyeri pada sendi
  6. Nyeri pada perut
  7. Kehilangan nafsu makan
  8. Kulit dan selaput mata berubah menguning
  9. Buang air besar yang berwarna seperti tanah liat dan pucat seperti dempul
  10. Gatal-gatal

Penyebab

Penyebab Hepatitis A adalah adanya infeksi virus HAV yang menyerang sel-sel hati hingga menyebabkan terjadinya peradangan. Saat virus tersebut berada di dalam hati, virus HAV tidak langsung berkembang, sebelumnya akan mengalami masa inkubasi selama 28 hari dengan rentang antara 15 sampai dengan 40 hari.

Sedangkan penyakit ini disebarkan dengan beberapa cara sehingga seseorang dapat mengalami penyakit hepatitis A, penyebaran tersebut diantaranya:

  1. Melakukan hubungan seksual dengan penderita hepatitis A
  2. Menggunakan alat suntik yang sama dengan penderita
  3. Mengkonsumsi makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi virus HAV

Faktor Risiko

Beberapa hal ini bisa menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami penyakit hepatitis A diantaranya:

  1. Bepergian ke daerah yang memiliki tingkat hepatitis A yang tinggi
  2. Kontak seksual laki-laki dengan laki-laki
  3. Penderita HIV
  4. Memiliki kelainan pada faktor pembekuan darah, contohnya hemofilia
  5. Menggunakan obat-obatan terlarang
  6. Tinggal dengan orang yang terjangkit hepatitis A
  7. Melakukan kontak fecal-oral dengan seseorang yang terjangkit hepatitis A

Diagnosis

Diagnosis dilakukan dengan cara dokter menanyakan seputar gejala maupun keluhan yang dialami oleh pasien. Setelah itu akan dilakukan pemeriksaan fisik dari pemeriksaan fisik sederhana sampai menjalani pemeriksaan fisik lanjutan. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memperoleh hasil yang lebih pasti dan akurat mengenai penyakit hepatitis A.

Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan meliputi, tes darah. Tes yang satu ini merupakan pengambilan sampel darah untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan tersebut akan dapat mendeteksi apakah terdapat virus penyebab hepatitis yang ada di dalam antibodi imunoglobulin yang ada pada darah sample pasien tersebut.

Pemeriksaan lain yang juga dapat dilakukan adalah tes RT-PCR. Tes ini berguna untuk mendeteksi virus hepatitis yang ada pada RNA. Namun tes ini sendiri cukup jarang dilakukan karena harus dilakukan di laboratorium khusus.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus yang dilakukan untuk menangani penyakit hepatitis A. hal ini dikarenakan tubuh penderita sendiri yang akan membersihkan virus HAV yang menjadi penyebab penyakit ini, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Pada kebanyakan kasus, organ hati yang terdampak virus dapat sembuh dalam jangka waktu kurang lebih 6 bulan tanpa disertai adanya kerusakan permanen. Sedangkan perawatan secara khusus yang dilakukan di rumah sakit tidak dibutuhkan untuk infeksi liver.

Untuk meredakan gejala yang timbul dokter akan memberikan beberapa obat untuk dikonsumsi. Selain itu, dokter juga akan menganjurkan pasien untuk beristirahat secara total terutama bagi penderita yang merasa sangat kelelahan. Istirahat ini juga dibarengi dengan konsumsi air putih yang cukup serta makan makanan bergizi yang higienis. Penderita juga dilarang untuk mengkonsumsi alkohol selama masa penyembuhan supaya kondisi lebih cepat membaik.

Selain itu, penderita juga harus mengunjungi dokter secara teratur dan tidak boleh melakukan hubungan seksual selama proses penyembuhan. Supaya hepatitis A tidak terpapar kepada orang lain, penderita juga harus menggunakan alat makan yang berbeda dengan anggota keluarga.

Pencegahan

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit hepatitis A adalah dengan melakukan vaksinasi yang di peruntukan virus HAV. Nantinya tubuh akan membentuk antibodi yang akan memerangi virus. Vaksin ini sendiri dapat mulai bekerja setelah satu bulan masa injeksi vaksin. Tujuannya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Meskipun anda telah terinfeksi virus tersebut, namun vaksinasi tetap bisa dilakukan, vaksin ini sangat aman untuk digunakan dan tidak memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan dengan tidak makan menggunakan alat makan penderita. Jika pun harus, anda perlu memastikan alat makan dicuci dengan bersih.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis