fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Anemia adalah salah satu gangguan pada darah yang cukup banyak diderita masyarakat. Gangguan ini bisa muncul dalam jangka waktu singkat hingga panjang. Untuk tingkat keparahannya bisa terjadi cukup ringan hingga berat. Orang dewasa bisa dikatakan menderita gangguan ini jika kadar hemoglobin yang dimilikinya kurang dari 14 g/dL untuk laki-laki, dan wanita 12 g/dL.

Informasi  

Gangguan anemia merupakan gangguan kekurangan sel darah merah pada tubuh. Sel darah merah sendiri memiliki fungsi penting pada tubuh untuk memasok oksigen ke seluruh organ tubuh. Kekurangan sel darah merah bisa disebabkan karena kehilangan darah (blood loss), terganggunya produksi sel darah merah atau peningkatan perusakan sel darah merah. 

Gejala  

Anemia bisa muncul dengan gejala yang sangat bervariasi. Berikut adalah gejala umum kurangnya sel darah merah pada tubuh adalah:

  • Napas yang lebih pendek
  • Rasa nyeri di bagian dada
  • Lebih mudah lelah dan lemas
  • Detak jantung menjadi tak teratur
  • Bagian ujung-ujung kaki dan tangan terasa dingin. Pada beberapa kasus kulit penderita bisa berubah menguning atau pucat. 
  • Pusing dan sakit di bagian kepala.

Penyebab  

Faktor penyebab kurang sel darah bisa dibedakan berdasarkan jenis gangguan yang terjadi. Berikut beberapa jenis gangguan ini yang sering dijumpai dan penyebabnya:

1. Saat Hamil

Saat hamil seorang ibu harus mengkonsumsi lebih banyak makanan kaya zat besi, asam folat dan vitamin B12 yang berfungsi memproduksi hemoglobin. Oleh karena itu wanita hamil sangat riskan mengalami anemia karena rendahnya hemoglobin.

2. Hemolitik

Anemia hemolitik adalah jenis anemia disebabkan sel darah merah lebih cepat dihancurkan ketimbang produksi. Anemia hemolitik bisa timbul akibat faktor genetik, kanker darah, sakit akibat autoimun, infeksi karena virus dan bakteri, dan konsumsi obat. 

3. Karena Zat Besi Rendah

Zat besi dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hemoglobin. Kekurangan zat besi akan membuat Hb dalam darah rendah. 

4. Karena Pendarahan

Pendarahan akan menyebabkan seseorang mengalami anemia. Pendaran bisa timbul saat wasir, gangguan haid, cedera, radang di lambung, infeksi akibat cacing tambang, hingga kanker usus. 

5. Aplastik

Anemia aplastik timbul akibat sumsum tulang rusak. Sumsum tulang adalah bagian tubuh yang bertugas memproduksi sel darah merah. Kerusakan sumsum tulang belakang timbul akibat autoimun, terpapar zat kimia berbahaya, hingga infeksi. 

Faktor Resiko  

Faktor risiko gangguan ini bisa dibedakan berdasarkan genetik atau keturunan. Kondisi seseorang seperti kehamilan juga meningkatkan risiko anemia. Adanya penyakit seperti gangguan celiac juga meningkatkan risiko anemia. Gangguan celiac menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap zat besi secara maksimal.

Diagnosis  

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita anemia berdasarkan gejala yang ditimbulkan, maka harus dilakukan pengecekan darah secara lengkap. Pemeriksaan darah ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari penderita. Kadar hemoglobin menentukan apakah seseorang menderita anemia. Berikut adalah kadar hemoglobin yang sudah masuk kategori anemia:

1. Ibu hamil: jika kadar hemoglobin lebih rendah dari 11 g / dL

2. Perempuan: jika kadar hemoglobin lebih rendah dari 12 hingga 16 g / dL

3, Laki – laki: jika kadar hemoglobin lebih rendah dari 14 sampai 18 g / dL

4. Anak – anak: jika kadar hemoglobin lebih rendah dari 11 sampai 13 g / dL

Sementara untuk mengetahui penyebab dari anemia maka dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh seperti:

1. USG pada bagian panggul. Pemeriksaan ini ditujukan bagi wanita yang mengalami anemia karena gangguan menstruasi. Tujuannya untuk mengecek penyebab gangguan

2. Cek sampel cairan dari ketuban. Tujuannya adalah untuk memastikan risiko janin terkena kelainan genetik yang bisa menyebabkan anemia

3. Endoskopi. Tujuannya untuk memeriksa ada tidaknya pendaran di usus dan lambung

Pengobatan  

Sama seperti penyebab anemia yang berbeda – beda, maka pengobatan anemia juga ditentukan oleh jenis dan penyebabnya.

1. Karena Pendarahan

Pengobatan melalui penghentian pendarahan. Pasien juga bisa diberikan tambahan zat besi serta transfusi darah

2. Karena Kurang Zat Besi

Jika kekurangan karena makanan maka pasien harus mengkonsumsi tambahan zat besi baik dari suplemen ataupun makanan. 

3. Aplastik

Jika penyebab karena konsumsi obat maka obat dihentikan atau dikurangi dosisnya. Jika karena infeksi maka infeksi harus dihentikan.

4. Saat Hamil

Untuk wanita hamil maka diberikan tambahan nutrisi asam folat, suplemen berisi zat besi, dan vitamin B12. 

Pencegahan  

Untuk mencegah gangguan anemia, maka sangat disarankan agar seseorang menjalani gaya hidup sehat. Sebelum mengalami anemia sebaiknya konsumsi makanan tinggi nutrisi seperti berikut:

1. Konsumsi Makanan Tinggi Vitamin B12

Makanan yang tinggi vitamin B12 seperti makanan dari kacang kedelai serta produk susu dan juga olahannya

2. Makanan Tinggi Asam Folat dan Zat Besi 

Makanan yang kaya asam folat dan zat besi meliputi sayuran hijau, buah-buahan, sereal, kacang, daging merah dan sebagainya. Gandum utuh juga bisa menjadi sumber terbaik.

3. Buah Tinggi Vitamin C

Buah dengan vitamin C tinggi yang disarankan seperti tomat, jeruk, stroberi dan melon.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis