fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Pola makan yang tidak sehat berisiko terinfeksi virus yang menyebabkan pembengkakan. Kondisi tersebut menimbulkan peradangan pada kelenjar parotis yang dikenal dengan Gondongan. Penyakit ini dapat menular siapa saja, tanpa batasan usia. Gondongan membuat bagian pipi bengkak dan membesar akibat infeksi kelenjar yang memproduksi air liur.

Informasi

Gondongan merupakan penyakit yang menyerang kelenjar parotis yang memproduksi air liur. Kelenjar tersebut  mengalami peradangan karena infeksi virus sehingga menyebabkan bengkak dan membesar. Virus tersebut termasuk golongan paramyxovirus yang dapat menular hanya melalui lendir atau percikan ludah.

Gejala

Gondongan tidak langsung membesar dan tidak tampak dari luar. Namun, setelah 14-25 hari, pembengkakan akan semakin parah dengan ditandai dengan adanya kondisi sebagai berikut:

  1. Bagian pipi membengkak dan terlihat lebih besar
  2. Sakit kepala yang disebabkan demam dan pilek
  3. Rasa sakit pada mulut, terutama saat menelan dan mengunyah makanan
  4. Nyeri pada perut dan sendi
  5. Nafsu makan berkurang karena mulut terasa kering dan perih

Gejala tersebut akan sembuh didukung dengan pola makan yang sehat dan teratur. Namun, jika kondisi semakin parah, gejala yang ditimbulkan akan meningkat. Bahkan bisa menyebabkan komplikasi dan membutuhkan pemeriksaan dokter. Gejala Gondongan yang lebih serius, yaitu:

  1. Kejang-kejang
  2. Rasa kantuk berat dan leher terasa kaku serta sakit
  3. Sakit kepala yang sangat berat, bahkan bisa kehilangan kesadaran

Penyebab

Penyebab paling utama penyakit ini adalah infeksi virus. Virus akan berkembang biak dalam tubuh terutama area kelenjar parotis. Sehingga menyebabkan pembengkakan dan peradangan. Virus tersebut mudah menyerang melalui:

  1. Percikan ludah atau lendir yang keluar dari hidung atau mulut, baik saat berbicara, bersin maupun batuk
  2. Benda yang terkontaminasi tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
  3. Berbagi peralatan mandi atau makan dengan penderita gondongan
  4. Kontak langsung dengan penderita

Faktor Risiko

Gondongan bisa menyerang siapa saja, termasuk balita dan anak-anak. Namun, ada beberapa orang yang mempunyai risiko paling tinggi, yaitu:

Balita

Anak-anak yang belum mendapatkan vaksin MMR rentan terserang virus. Sehingga balita akan mudah mengalami penyakit Gondongan, Campak dan Rubella.

Anak-anak

Tidak hanya balita, anak dengan usia 5 hingga 12 tahun juga rentan terserang peradangan atau Gondongan. Karena aktivitas yang sangat tinggi tanpa memperhatikan kebersihan benda atau lingkungan.

Orang Sakit

Orang yang sedang sakit juga bisa mengalami Gondongan karena daya tahan tubuh  menurun. Terutama penderita HIV atau penyakit berbahaya lain dengan intensitas kemoterapi dalam jangka waktu lama.

Tinggal Satu Atap

Jika ada seseorang yang mengalami Gondongan, bisa menular tanpa disadari. Penularan tersebut sangat mudah dan cepat terutama jika Anda satu atap atau satu tempat.

Diagnosis

Penyakit Gondongan sangat lumrah dan termasuk penyakit ringan. Namun, jika tidak ditangani dengan baik bisa menjadi serius dan parah. Oleh karena itu, saat terjadi gejala Gondongan segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis sesuai dengan riwayat kesehatan, dan interaksi dengan penderita Gondongan.

Dokter akan memeriksa bagian leher yang terlihat bengkak, termasuk amandel dan tenggorokan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyakit tersebut dengan cara:

  1. Tes urine, untuk mendeteksi penyebaran virus pada saluran kemih.
  2. Tes darah, untuk mendeteksi virus pada aliran darah.
  3. Tes swab, untuk mendeteksi dan mengidentifikasi virus yang menyerang kelenjar parotis dalam tubuh.

Pengobatan

Penyembuhan Gondongan sangat dipengaruhi sistem imunitas tubuh. Biasanya penyakit ini akan sembuh selama 1 atau 2 minggu. Untuk mempercepat penyembuhan serta mencegah terjadinya gejala yang lebih serius, Anda bisa melakukan pengobatan sebagai berikut.

  1. Perbanyak konsumsi makanan yang sehat dan lunak, serta bergizi.
  2. Rajin mengonsumsi air putih untuk menjaga cairan dalam tubuh tetap normal. 
  3. Mengonsumsi obat pereda rasa nyeri dan demam, seperti paracetamol.
  4. Istirahat dengan cukup dan jangan memaksakan diri untuk beraktivitas berat.
  5. Kompres bagian yang bengkak dengan air dingin atau hangat secara teratur.

Pencegahan

Gondongan bisa dicegah dengan pemberian vaksin MMR untuk anak-anak untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari virus dan penyakit, termasuk Gondongan. Vaksin dilakukan 2 kali pada usia 1 hingga 3 tahun serta diatas 5 tahun. Vaksin juga bisa diberikan saat dewasa jika memang belum diberikan pada masa anak-anak. Selain itu, lakukan hal berikut.

  1. Menjaga kesehatan diri dan lingkungan dengan menerapkan pola hidup sehat. 
  2. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, terutama setelah makan, BAB, dan berpergian. 
  3. Menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut.
  4. Tidak berbagai peralatan makan dengan orang lain, khususnya penderita gondongan.
  5. Jika terasa gejala Gondongan, jangan keluar rumah selama 5 atau 7 hari agar tidak menular ke orang lain. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis