fbpx

Glycyrrhizinic Acid (Licorice)

Sep 3, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf G | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Licorice (Glycyrrhiza glabra) merupakan salah satu tanaman herbal yang masih sering digunakan hingga saat ini. Akarnya yang memiliki cita rasa manis ini kerap digunakan dalam berbagai industri makanan ringan, permen ataupun minuman.

Tanaman ini dipercaya memiliki berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan sehingga banyak diminati masyarakat terutama sejak adanya tren kembali ke alam. Tanaman herbal dianggap lebih aman dibandingkan dengan obat-obatan modern sehingga masyarakat kadang mengonsumsinya tanpa mengetahui informasi yang lebih lengkap. 

Bagi masyarakat Indonesia, tanaman Licorice mungkin kurang familiar karena tanaman ini pada umumnya digunakan di negara-negara barat seperti di Eropa, Amerika serta sebagian negara Asia. Namun, karena dinilai bermanfaat saat ini mulai banyak yang menjual Licorice dalam berbagai bentuk untuk dijadikan obat herbal. 

Akan tetapi walaupun termasuk tanaman herbal, konsumsi Licorice secara berlebihan tentu sangat tidak disarankan. Hal itu berlaku juga untuk senyawa-senyawa yang berasal dari tanaman tersebut terlebih belum ada penelitian lengkap tentang khasiat Licorice kepada manusia sehingga hal ini justru bisa membahayakan kesehatan. 

Informasi

Glycyrrhizinic acid pada dasarnya merupakan salah satu senyawa aktif utama pada tanaman Licorice. Tanaman ini telah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki khasiat menyembuhkan mulai dari jerawat, penyakit liver hingga kanker. Oleh sebab itulah mengapa banyak sekali beredar makanan serta suplemen yang mengandung Licorice.

Berdasarkan beberapa informasi, Glycyrrhizinic acid saat ini tengah diteliti sebagai salah satu alternatif pengobatan hepatitis kronis. Beberapa negara seperti Jepang dan Cina bahkan tengah mengembangkan obat berbasis Glycyrrhizinic acid. Selain sebagai obat, Glycyrrhizinic acid saat ini juga dikenal sebagai bahan pemanis makanan yang dinilai aman. Bahkan Glycyrrhizinic acid telah disetujui keamanannya oleh FDA di Amerika Serikat serta Health Canada oleh pemerintah Canada.

Walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut namun setidaknya hal tersebut bisa menjadi bukti akan khasiat obat-obatan tradisional. Saat ini walaupun belum banyak diteliti tapi tanaman herbal serta obat tradisional lain dianggap sebagai solusi untuk menemukan obat-obatan baru yang lebih efektif mengobati penyakit. 

Dosis

Walaupun berasal dari tanaman herbal namun penggunaan Glycyrrhizinic acid tetap memiliki dosis yang dianjurkan. Sayangnya, belum banyak informasi yang jelas tentang dosis yang disarankan. Selain itu belum diketahui apakah Glycyrrhizinic acid aman dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja. Hal yang paling utama adalah Anda sebaiknya melihat petunjuk pemakaian yang tertera di kemasan. Jika Anda masih ragu sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk menanyakannya. 

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Penggunaan Glycyrrhizinic acid bersamaan dengan obat jenis lain sangat tidak disarankan. Hal ini dikarenakan adanya potensi interaksi dengan zat lain sehingga mengurangi keefektifan Glycyrrhizinic acid. 

Beberapa jenis obat yang bereaksi terhadap Glycyrrhizinic acid antara lain adalah cyclosporine, methotrexate dan matrine. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda memberitahu dokter obat apa saja yang tengah atau rutin Anda konsumsi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kelompok Orang Berisiko

Orang dengan kondisi hipersensitif terhadap Glycyrrhizinic acid sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini. Selain itu pasien yang mengalami karsinoma hepatoseluler juga tidak dibolehkan mengonsumsi Glycyrrhizinic acid. 

Bagi yang baru pertama mengonsumsi Glycyrrhizinic acid ada baiknya waspada terhadap reaksi yang tidak biasa seperti sesak nafas dan reaksi alergi kemudian konsultasilah dengan dokter untuk mencari solusi pengobatan lainnya.

Efek Samping

Glycyrrhizinic acid bisa menyebabkan efek samping yang berbeda-beda pada tiap pasien. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi kesehatan pasien itu sendiri. Efek samping yang sering ditemukan adalah mengantuk, pusing serta hipotensi. 

Walaupun terdengar sepele tapi jika Anda mengalami gejala yang lebih serus atau dirasa efek sampingnya bertambah parah maka segeralah meminta bantuan pada tenaga kesehatan. Namun, perlu diperhatikan jika tidak semua pasien mengalami efek samping obat.

Cara Konsumsi

Belum diketahui secara jelas mengenai cara mengonsumsi Glycyrrhizinic acid yang benar. Namun jika mengingat senyawa ini dipergunakan untuk mengatasi penyakit yang cukup serius maka kemungkinan besar dosis serta pemakaiannya diatur oleh dokter. Oleh karena itu jangan pernah sekalipun memberikan obat yang diresepkan untuk Anda kepada orang lain walaupun memiliki gejala yang serupa.

Selain dikonsumsi berdasarkan resep dokter, Anda juga sebaiknya tidak minum minuman beralkohol jika masih mengonsumsi Glycyrrhizinic acid karena dikhawatirkan bisa mempengaruhi kinerja obat. Selain itu, Anda juga sebaiknya mengonsumsi obat secara teratur sesuai dengan yang disarankan dokter. Jangan pernah mengonsumsi Glycyrrhizinic acid lebih dari dosis karena bisa menyebabkan overdosis. 

Cara menyimpan Glycyrrhizinic acid juga harus Anda perhatikan agar obat tersebut tidak terkontaminasi dengan obat lain. Simpan Glycyrrhizinic acid ditempat yang sejuk, kering dan jauh dari sinar matahari. Jika dirasa penting simpan obat ini ditempat yang aman,mudah diingat dan jauh dari jangkauan anak-anak. Hindari menyimpan obat di tempat yang tidak direkomendasikan seperti di dalam lemari es.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis