fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Aripiprazole merupakan jenis obat antipsikotik yang berfungsi meredakan gejala skizofrenia. Obat aripiprazole dapat mengatasi gejala episode mania pada orang yang mengalami gangguan bipolar. Pada episode mania, penderita akan terlihat lebih bersemangat, energik hingga cara bicara lebih terdengar lebih cepat. Cara kerja obat aripiprazole yaitu dengan menyeimbangkan senyawa kimia yang terdapat dalam otak sebagai pemicu gangguan terjadinya perubahan suasana hati. Obat aripiprazole tersedia dalam bentuk kemasan tablet, sirup dan suntik.

Informasi

Obat aripiprazole dapat digunakan bagi orang usia remaja di atas 13 tahun hingga orang dewasa. Obat ini akan meningkatkan daya konsentrasi sehingga Anda dapat berpikir secara lebih jernih. 

Dosis

Beberapa aturan pakai yang digunakan dan takaran dosis yang diperlukan untuk penggunaan obat aripiprazole antara lain:

  • Kondisi skizofrenia (obat tablet): Untuk orang dewasa dosis awal yang diberikan 10-15 mg per hari. Dosis diatur paling lama setiap 2 minggu sekali, dengan pemberian dosis maksimal 30 mg per hari. Untuk remaja di atas usia 15 tahun dosisnya 2 mg selama 2 hari. Lalu dosis akan ditingkatkan menjadi 5 mg per 2 hari tambahan hingga mencapai dosis yang diinginkan. Dosis yang diberikan paling maksimal 30 mg per hari.
  • Kondisi episode mania pada gangguan bipolar (obat tablet): Untuk orang dewasa diberikan 15 mg per hari pada dosis awal. Lalu dosis ditingkatkan menjadi 30 mg per hari tergantung reaksi pasien terhadap obat. Untuk usia remaja di atas 13 tahun dosisnya diberikan 2 mg per 2 hari. Lalu dosis ditingkatkan menjadi 5 mg untuk 2 hari tambahan hingga mencapai dosis yang diharapkan. Dosis paling maksimal yaitu 30 mg per hari.
  • Kondisi gejala skizofrenia atau episode mania (obat suntikan): Untuk orang dewasa dosis awal yaitu 9,75 mg dan dapat dilanjutkan pada 2 jam berikutnya jika dibutuhkan. Dosis maksimal adalah 3 kali suntikan per hari.

Kontraindiksasi

Interaksi dengan Obat Lain

Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain selain aripiprazole, baik itu obat resep, bebas, herbal maupun suplemen. Jika Anda terjadi respon alergi atau overdosis maka segera hubungi dokter Anda.

Beberapa efek yang terjadi jika penggunaan obat aripiprazole berinteraksi dengan obat lain seperti meningkatnya efek aditif dengan hipotensi serta terdapat reaksi tumpang tindih.

Kelompok Orang Berisiko

Hindari penggunaan obat aripiprazole bagi orang yang menderita demensia dengan gejala psikosis, khususnya yang sedang menjalani pengobatan antipsikotik lain. Sangat tidak dianjurkan obat aripiprazole digunakan pada anak-anak atau remaja karena akan menimbulkan ide untuk bunuh diri. 

Penggunaan ini juga harap diperhatikan terutama bagi orang yang memiliki kondisi penyakit seperti stroke, tekanan darah rendah (hipotensi), penyakit jantung, dehidrasi, penyakit parkinson, penyakit serebrovaskular serta riwayat kejang, pingsan atau terdapat kerusakan pada otak atau hati. Selama penggunaan obat ini, sebaiknya Anda perlu memantau lebih sering tekanan darah dan denyut jantung

Anda juga sebaiknya tidak menyetir kendaraan dan mengoperasikan alat-alat berat selama penggunaan obat aripiprazole. Obat ini tidak disarankan bagi pasien yang sedang hamil maupun menyusui karena kemungkinan akan mempengaruhi perkembangan janin atau masuk dalam ASI sehingga terkontaminasi. Obat aripiprazole tidak diperuntukan bagi orang tua dengan psikosis terkait usia lanjut sebagai pengobatan. 

Efek Samping

Obat aripiprazole memiliki kemungkinan efek samping yang ditimbulkan di antaranya:

  • Pusing atau sakit kepala
  • Mual
  • Mengantuk
  • Batuk
  • Cemas atau gelisah
  • Ruam
  • Lemah
  • Insomnia
  • Penglihatan kabur
  • Konstipasi
  • Hidung tersumbat
  • Berat badan bertambah
  • Tremor

Obat ini kemungkinan dapat membuat kadar gula darah menjadi naik sehingga dapat menyebabkan atau memperparah diabetes. Jika Anda mengalami gejala seperti meningkatnya rasa haus atau buang air kecil, maka anda harus segera konsultasikan gejala tersebut kepada dokter.  

Cara Konsumsi

Penggunaan aripiprazole harus sesuai dengan instruksi dokter dan membaca petunjuk yang terdapat pada kemasan obat. Tablet aripiprazole dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Cara konsumsi obat secara utuh diperbolehkan dengan bantuan air minum atau Anda dapat mengonsumsinya dengan cara melarutkan obat tablet di dalam mulut (orodispersible) lalu diamkan obat di mulut hingga larut. 

Untuk obat aripiprazole kemasan sirup tidak dianjurkan penggunaannya dicampur dengan tambahan air. Sedangkan obat aripiprazole dalam bentuk suntikan, maka pemberiannya hanya dilakukan oleh para dokter. Ikuti anjuran dosis dan cara penggunaan sesuai dengan kemasan pada obat. 

Upayakan untuk mengonsumsi obat tablet pada waktu yang sama di setiap harinya agar pengobatan lebih efektif serta mendapatkan hasil maksimal. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi obat aripiprazole, maka disarankan segera langsung mengonsumsinya begitu dirinya ingat jika jeda dengan jadwal konsumsi selanjutnya tidak terlalu dekat. Namun jika sudah dekat, maka abaikan saja dan tidak diperbolehkan menggandakan dosis di hari kemudian. Anda juga tidak dianjurkan untuk berhenti mengonsumsi obat aripiprazole secara mendadak tanpa pengawasan dokter.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis