fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Tanaman herbal telah lama digunakan manusia sebagai metode pengobatan yang efektif sebelum mengenal pengobatan modern. Bahkan masih banyak masyarakat terutama di pedesaan yang menggunakan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan selain pengobatan secara medis. Walaupun belum semuanya bisa diteliti tapi sudah ada beberapa tanaman obat yang telah teruji keampuhannya secara ilmiah.

Seiring dengan tren kembali ke alam, tampaknya masyarakat semakin memilih produk-produk alami yang diklaim aman dan tanpa efek samping. Hal tersebut sepatutnya Anda waspadai karena seperti obat-obatan pada umumnya, obat-obatan tradisional juga memiliki dosis yang aman digunakan. Jika Anda mengonsumsinya secara sembarangan dalam jangka waktu yang lama maka dikhawatirkan hal itu justru menyebabkan permasalahan kesehatan yang serius dikemudian hari.

Informasi 

Glycyrrhizin atau juga dikenal sebagai zat utama yang berasal dari tanaman Licorice atau yang dikenal dengan nama akar manis. Zat ini diperoleh dari ekstraksi akar tanaman yang terkenal memiliki cita rasa manis tersebut. Walaupun kurang populer di tanah air, tanaman ini sangat terkenal di negara-negara Barat dan telah lama digunkan olah masyarakt di Eropa.

Berdasarkan beberapa informasi, Glycyrrhizin merupakan senyawa yang berperan dalam memberikan rasa manis pada tanaman Licorice. Senyawa ini tengah diteleti karena dianggap memiliki potensi sebagi obat-obatan antiinflamasi, antineoplastik, imunomodulasi dan sebagainya. Selain itu, Glycyrrhizin juga dianggap bisa memodulasi enzim yang terlibat dalam peradangan bahkan dianggap bisa menekan pertumbuhan sel tumor. Walaupun masih berupa hipotesis dan perlu penelitian lebih lanjut tapi hal tersebut setidaknya membuktikan jika manfaat Licorice bukan hanya mitos.

Selain sebagai obat herbal, tanaman Licorice ternyata juga diyakini mengandung berbagai manfaat terutama untuk menghilangkan stress serta meredakan sakit tenggorokan. Hal itulah yang menyebabkan banyak industri permen dan makanan banyak memasukannya ke dalam produk-produk mereka. Selain itu, masih banyak manfaat lain yang belum diteliti lebih lanjut seperti untuk meningkatkan daya tahan tubuh, perawatan kulit, meredakan nyeri hingga pengobatan kanker. Semua itu masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Dosis

glycyrrhizin

Walaupun berasal dari tanman, tetap saja konsumsi Glycyrrhizin tidak boleh berlebihan karena bisa menyebabkan overdosis. Untuk dosis maksimal yang disarankan sebenarnya tergantung dari bentuk Glycyrrhizin itu sendiri. Namun beberapa sumber menyebutkan jika dosis Glycyrrhizin yang aman adalah sebesar 0,2 mg/kg tiap hari sementara Glycyrrhizin yang hadir dalam dalam bentuk ekstrak Licorice cair atau dalam bentuk DGL (deglycyrrhizinated licorice) memiliki dosis yang berbeda. Berikut dosis aman yang disarankan.

Ekstrak Licorice Cair

Licorice banyak diekstrak menjadi cairan yang selanjutnya akan dikonsumsi manusia. Rasanya sangat manis sehingga banyak dijadikan pemanis untuk minuman atau permen. Jika Anda ingin mengonsumsinya sebaiknya jangan melebihi dari 30 mg/mL sebab Glycyrrhizin yang terkandungan didalamnya justru berpotensi membahayakan kesehatan Anda. 

DGL

DGL merupakan bentuk Licorice yang paling aman dikonsumsi. Bentuk ini sejatinya merupakan suplemen kesehatan yang dibuat dengan prosedur tertentu. Suplemen ini seharusnya mengandung Glycyrrhizin tidak lebih dari 2% dan banyak dijual dalam bentuk tablet, kapsul, bubuk hingga teh. Konsumsi suplemen ini tidak berbahaya bagi kesehatan asal tidak melebihi 5 gram sehari.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Belum ada informasi yang jelas tentang efek Glycyrrhizin jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain. Namun, untuk menghindari risiko yang membahayakan kesehatan sebaiknya Anda memberitahu dokter jika tengah atau rutin menggunakan Glycyrrhizin atau sejenisnya.

Kelompok Orang Berisiko

Orang yang paling beresiko jika mengonsumsi Glycyrrhizin terutama dalam jangka panjang adalah wanita hamil dan ibu menyusui. Walaupun belum ditemukan penyebab ilmiahnya namun resiko konsumsi Licorice pada ibu hamil dan menyusui telah diketahui sejak lama. Bahkan Licorice terkenal bisa menyebabkan keguguran pada janin.

Efek Samping

Konsumsi Glycyrrhizin yang berlebihan selain menyebabkan overdosis juga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan lain. Beberapa efek samping yang umum dijumpai adalah sakit kepala, kelelahan, penurunan gairah seksual serta pada wanita bisa menyebabkan gangguan saat menstruasi (Baca juga Mengenal Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Normal). Oleh karena itu Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengonsumsi Glycyrrhizin dalam jangka waktu tertentu atau sebaiknya mengurangi konsumsinya.

Cara Konsumsi

Glycyrrhizin dikonsumsi dengan cara yang berbeda tergantung dari bentuknya. Jika dalam bentuk suplemen maka sebaiknya Anda memperhatikan petunjuk pemakaiannya. Namun jika Glycyrrhizin dikonsumsi dalam bentuk mentah, yaitu belum diekstraksi dari Licorice maka pemakaiannya juga sebaiknya juga menurut pada dosis yang dianjurkan. Beberapa lembaga seperti WHO sudah membuat anjuran soal seberapa banyak Licorice yang aman dikonsumsi. 

Salah satu contohnya adalah dalam bentuk bubuk yang biasanya dibuat menjadi salep untuk pemakaian luar. Salep ini kerap digunakan sebagai pembersih kulit yang ampuh serta untuk mengobati jerawat (Baca juga 7 Cara Mencegah dan Mengobati Jerawat). Dosis yang dianjurkan untuk pemakaian harian adalah kurang dari 75 mg per hari.

Selain bubuk, teh Licorice merupakan salah satu yang banyak disukai masyarakat karena memiliki cita rasa yang memikat. Namun, penggunaanya tidak boleh sembarangan. Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi teh ini lebih dari 8 ons tiap hari karena bisa menyebabkan overdosis. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis