fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Cilostazol merupakan salah satu obat dari golongan antiplatelet dan vasodilator yang berfungsi mengatasi klaudikasio intermiten atau suatu kondisi yang menyebabkan sakit pada tungkai saat berjalan karena pembuluh darah mengalami penyempitan. 

Hal ini biasanya terjadi pada penyakit arteri perifer. Cara kerja cilostazol menghambat platelet atau trombosit yang saling menempel sehingga mencegah terjadinya penggumpalan darah. Cilostazol juga dapat membuat pembuluh darah melebar (vasodilator), sehingga akan memperlancar aliran darah serta menambah oksigen pada sel tubuh.

Informasi

Obat cilostazol adalah jenis obat turunan kuinolon yang mampu meringankan gejala klaudikasio intermiten pada pasien penyakit vaskular perifer atau kelainan pembuluh darah pada tangan dan kaki. Obat cilostazol dikenal dapat mengatasi kram atau nyeri pada kaki atau suatu keadaan yang dikenal dengan klaudikasio intermiten. 

Klaudikasio intermiten merupakan kondisi pembuluh darah pada tungkai mengalami penyempitan sehingga sirkulasi udara pada tungkai terganggu dan menimbulkan rasa nyeri. Jika kondisi tersebut belum menimbulkan komplikasi, masalah ini dapat diatasi dengan mengonsumsi obat cilostazol. 

Cilostazol ini termasuk jenis obat resep, dan tentu penggunaannya harus mendapatkan resep dan anjuran dari dokter. Obat cilostazol tersedia dalam bentuk kemasan tablet, kapsul dan serbuk. Obat ini hanya diperuntukkan bagi orang dewasa saja. 

Dosis

Dosis yang diberikan dalam penggunaan obat cilostazol ditentukan berdasarkan kondisi medis pasien, respon terhadap pengobatan. 

  • Orang dewasa: pengobatan untuk dewasa dosis yang diberikan yaitu 100 mg secara oral 2 kali sehari. Setidaknya obat dikonsumsi 30 menit sebelum atau 2 jam setelah sarapan dan makan malam
  • Anak-anak: obat ini belum ditetapkan keamanan dan efektivitas pada pasien anak-anak (kurang dari usia 18 tahun).

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi obat cilostazol bersamaan dengan obat-obatan lain khususnya obat ketoconazole atau omeprazole, tanpa adanya anjuran dan pengawasan dari dokter (Baca juga Pelajari Apa itu Omeprazole Obat dan Fungsinya). 

Obat-obatan lain yang juga perlu dihindari bersamaan dengan obat ini yaitu obat antiplatelet lainnya seperti aspirin atau antikoagulan seperti heparin. Penggunaan obat-obatan tersebut jika dibarengi dengan obat cilostazol akan meningkatkan risiko perdarahan. 

Kelompok Orang Berisiko

Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi obat cilostazol jika memiliki riwayat penyakit lain seperti gangguan pada ginjal, jantung dan hati. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, jika sedang dalam kondisi hamil atau sedang menyusui. Bagi pasien lansia, sebaiknya juga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. 

Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau over dosis dari penggunaan obat cilostazol. Anda harus menghentikan konsumsi obat ini jika jumlah sel trombosit Anda kurang dari normal. Bagi pasien perokok dan sering mengonsumsi alkohol, maka perlu menginformasikan dengan dokter jika ingin menggunakan obat cilostazol.

Efek Samping

cilostozol
Obat cilostazol dapat mengatasi kram, nyeri kaki, atau yang dikenal dengan klaudikasio intermiten. Simak dosis dan efek sampingnya di sini.

Efek samping paling umum yang mungkin terjadi dari penggunaan cilostazol antara lain: 

  • Diare
  • Lemah dan lesu
  • Jantung berdebar
  • Kram kaki
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Nyeri sendi
  • Batuk atau pilek
  • Pusing 
  • Hidung tersumbat

Beberapa efek samping lain yang kemungkinan dapat terjadi seperti:

  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri saat buang air kecil, nyeri tubuh
  • Gejala flu
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan

Namun, masih ada kemungkinan efek samping lain selain yang telah disebutkan di atas. Jika Anda merasa cemas dengan efek samping yang sedang Anda alami setelah menggunakan cilostazol, Anda segera temui dokter untuk didiagnosis lebih lanjut.

Cara Konsumsi

Pastikan Anda telah membaca informasi pada kemasan dan obat dan mengikuti aturan pakai sesuai anjuran dokter. Obat cilostazol sebaiknya diminum pada saat lambung masih kosong yakni sekitar 30 menit sebelum makan atau 2 jam setelah makan. 

Cara konsumsi obat dalam bentuk bubuk, Anda dapat larutkan bubuk cilostazol dalam segelas air, lalu minum air larutan tersebut sampai habis. Jika tidak dilarutkan ke dalam ai, diamkan bubuk selama beberapa saat di dalam mulut sampai bubuk larut bersama air ludah, lalu ditelan. Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi cilostazol bubuk dalam keadaan posisi tubuh terlentang. 

Agar mendapatkan hasil maksimal, Anda dapat mengonsumsi obat cilostazol pada waktu yang sama setiap hari. Jika Anda lupa meminumnya, Anda segera langsung minum obat ini saat teringat asalkan jeda waktu dengan jadwal konsumsi selanjutnya tidak terlalu dekat. Namun jika sudah dekat, tidak dianjurkan menggandakan dosis pada jadwal konsumsi selanjutnya. Hasil pengobatan dari cilostazol mungkin sudah dapat dirasakan setelah 2-4 minggu pengobatan, namun butuh paling tidak 12 minggu untuk mendapatkan hasil yang bagus dan cepat pulih.

Upayakan simpan obat cilostazol pada suhu ruangan yang baik atau tidak dalam ruangan yang lembab. Selain mengonsumsi obat ini, Anda dapat menerapkan gaya hidup sehat seperti mengurangi makanan yang mengandung lemak dan berhenti merokok agar dapat mempercepat proses penyembuhan. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis