fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Apakah Anda sebelumnya sudah pernah mengalami sembelit atau yang biasa juga disebut dengan konstipasi? Kesulitan buang air besar atau konstipasi ini memang dapat mengganggu kesehatan jika tidak segera diobati dan dibiarkan begitu saja. jika Anda sudah pernah mengalami konstipasi tersebut, Anda mungkin sudah tidak aneh lagi dengan beberapa nama atau jenis obat pencahar yang memang berguna untuk mengatasi masalah sembelit, salah satunya adalah gliserin. 

Gliserin adalah obat yang menjadi salah satu obat pencahar yang berguna untuk mengatasi kondisi konstipasi yang seringkali dialami oleh banyak orang.

Informasi

Fungsi gliserin adalah akan membuat rangsangan supaya air besar dapat lancar. Sedangkan manfaat yang terdapat dalam obat tersebut adalah untuk mengatasi sembelit atau konstipasi, berguna juga untuk mengatasi kulit bersisik atau kulit kering. Selain itu gliserin juga berguna untuk membasahi serta melumasi kulit dan mampu meningkatkan tekanan pada mata. Komposisi yang digunakan pada obat ini adalah gliserol

Dosis

Pemberian dosis obat ini bisa berbeda-beda tergantung kondisi serta usia. Berikut pemberian dosis umum obat gliserin:

Dewasa

Secara umum dosis yang akan digunakan untuk mengatasi masalah konstipasi adalah dengan memberikan obat sebanyak 2 hingga 3 gram supositoria. Kemudian tahanlah selama kurang lebih 15 menit dalam dubur Anda. Untuk kondisi tertentu dosis pemberian obat ini juga bisa mencapai 5 hingga 15 ml larutan rectum yang digunakan sebagai enema.

Anak

Untuk kondisi konstipasi atau sembelit, pemberian dosis untuk bayi neonatal atau berusia dibawah kurang dari 28 hari adalah sebanyak 0.5 ml/ kg nya. Pemberian obat ini bisa dilakukan setiap 12 hingga 24 jam.

Sedangkan untuk anak dengan usia di bawah 6 tahun, dosis yang diberikan berada di kisaran 1 hingga 1,7 gram. Kemudian tahan hingga kurang lebih 15 menit. Atau bisa juga menggunakan dosis 2 hingga 5 ml larutan rektal yang digunakan sebagai enema.

Anak diatas usia 6 tahun, dosis yang dianjurkan adalah sebanyak 2 hingga 3 gram supositoria, kemudian tahan kurang lebih selama 15 menit di dalam dubur. Jika memang diperlukan, bisa juga menggunakan dosis 5 hingga 15 ml larutan rektal yang digunakan sebagai enema.

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Penggunaan gliserin yang dikonsumsi secara bersamaan dengan obat lainnya bisa menimbulkan interaksi. Penggunaan obat tersebut secara bersama dengan natrium fosfat dapat menyebabkan munculnya resiko mengalami dehidrasi serta resiko mengalami abnormalitas elektrolit.

Penggunaan gliserin secara bersamaan dengan agen diuretik pun dapat menyebabkan interaksi yang berdampak pada meningkatnya efek addictive, oleh karena itu kedua obat tersebut tidak disarankan untuk digunakan secara bersama.

Pastikan Anda memberitahukan dokter mengenai jenis obat yang sedang dikonsumsi. Termasuk suplemen maupun obat lain yang bisa dibeli tanpa adanya resep dokter. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya interaksi ketika meminum obat.

Namun, tidak semua obat akan menimbulkan interaksi jika dikonsumsi secara bersamaan. Penggunaan obat yang dapat menimbulkan interaksi bisa saja tetap diberikan jika memang diperlukan, namun dokter akan menurunkan dosisnya.

Kelompok Orang Berisiko

Selain karena interaksi dengan obat lain, kontraindikasi juga bisa terjadi karena kelompok orang beresiko. Penyakit tertentu dapat menimbulkan kontraindikasi tersebut pastikan untuk memberi tahu dokter mengenai kondisi kesehatan Anda termasuk riwayat penyakit sehingga pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi tersebut.

Efek Samping

Sama seperti penggunaan obat pada umumnya, penggunaan gliserin sendiri bisa menimbulkan efek sampan. Gliserin merupakan trihydroxy alkohol yang bisa membuat fek hiperosmotik serta memiliki sifat lubrik pada bagian rektum.

Efek samping pada obat ini bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. namun, beberapa efek samping ini umum untuk dialami, efek samping tersebut adalah:

  • Rasa tak nyaman pada bagian rektum
  • Munculnya haremis atau rasa terbakar
  • Pendarahan kecil
  • Mual
  • Kram pada perut
  • Diare
  • Pusing
  • Hentikan segera pengobatan jika Anda mengalami gejala seperti:
  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Lepuh pada bagian rektum
  • Nyeri perut secara mendadak
  • Perdarahan

Segera konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami beberapa efek samping dari penggunaan obat ini.

Cara Konsumsi

Cara konsumsi obat ini adalah dengan mengikuti anjuran cara pakai yang tertera pada kemasan. Atau Anda juga bisa mengikuti petunjuk dokter. Petunjuk penggunaan untuk gliserin cairan adalah dengan cara memasukan ujung batang yang mengarah ke bagian pusar setelah itu peras hingga sampai isinya kosong. Jika sudah Tarik batang tersebut keluar.

Jangan menggunakan obat ini di luar dosis yang dianjurkan untuk menghindari efek samping. Jika terjadi efek samping segera kunjungi rumah sakit atau dokter terdekat. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan.  Jangan menggunakan obat ini jika Anda memang tidak memiliki masalah pada pencernaan Anda.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis