Flu Singapura (HFMD)

by | Jun 23, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitF | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Flu Singapura merupakan salah satu penyakit menular, penyebabnya tidak lain adalah virus. Penyakit flu Singapura umumnya menyerang anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan flu Singapura juga menyerang orang dewasa. Penderita flu Singapura biasanya akan mengalami sariawan dan bintil berair di dalam mulut, kaki serta tangan. Terkadang luka ini juga muncul di lutut, bokong serta lipatan paha.

Informasi

Flu Singapura juga dikenal sebagai Hand Foot and Mouth Disease (HFMD), kondisi flu Singapura biasanya disebabkan oleh kelompok virus yang memiliki nama enterovirus.  Penyakit Hand Foot Mouth Disease adalah penyakit menular yang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak di bawah usia 10 tahun. Meskipun begitu, penyakit ini juga dapat terjadi pada remaja dan orang dewasa. Flu Singapura paling sering disebabkan karena virus coxsackie, selain itu flu Singapura cenderung memiliki sifat yang ringan dan dapat sembuh sendiri dengan menggunakan perawatan sederhana.

Gejala

Masa inkubasi dari virus flu Singapura ini kurang lebih 3 hingga 6 hari, biasanya gejala yang muncul seperti:

  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Muncul sariawan serta terasa nyeri di bagian gusi, lidah dan bagian dalam pipi
  • Ruam merah yang terkadang melepuh
  • Nyeri perut
  • Batuk

Biasanya, flu Singapura diawali dengan demam, kemudian sesudah 1-2 hari muncul sariawan serta luka yang berada di sekitar lidah, gusi dan pipi bagian dalam. Kondisi ini yang dapat membuat penderita menjadi kesakitan ketika makan, minum atau menelan. Sesudah satu hingga dua hari, ruam akan muncul di bokong, telapak tangan dan kaki. 

Penyebab

Virus-virus yang berasal dari enterovirus bisa menjadi penyebab dari flu Singapura. Salah satu yang paling sering ialah coxsackievirus A16. Virus ini hidup di cairan hidung, tenggorokan, air ludah, serta cairan ruam kulit, sehingga mudah ditularkan ke orang lain dari kontak langsung cairan tubuh.

Contoh dari penularan flu Singapura seperti:

  • Mengkonsumsi makanan serta minuman yang sudah terkontaminasi tinja dari si penderita
  • Menghirup percikan air ludah, cairan hidung penderita
  • Menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi virus

Faktor Risiko

flu Singapura paling sering menyerang anak-anak yang berusia dibawah 10 tahun maupun dibawah 5 tahun. Anak-anak yang singgah di penitipan anak sangat rentan pada penyakit ini. Hal ini disebabkan karena flu Singapura begitu mudah menyebar dari kontak serta imunitas anak. 

Namun, anak-anak biasanya akan membangun kekebalan pada penyakit sesudah terpapar virus flu Singapura. Inilah sebabnya mengapa kondisi ini begitu jarang mempengaruhi orang di atas usia 10 tahun, namun masih mungkin orang dewasa untuk terinfeksi.

Diagnosis

Penyakit ini bisa terdiagnosis dari gejala yang dialami oleh penderitanya dan tak membutuhkan pemeriksaan khusus. Terkadang, diagnosis dilakukan melalui darah, atau swab tenggorokan agar bisa memastikan. Ada beberapa hal yang dapat membedakan penyakit flu Singapura dengan penyakit lain, seperti:

  • Penampakan ruam dan luka: Luka di mulut akan terlihat seperti sariawan yang berwarna kuning namun keabu-abuan, selain itu terdapat ruam pada tangan dan kaki. Tangan dan kaki akan terlihat kemerahan. Kemerahan ini bisa berisi cairan dan melepuh.
  • Usia pasien: Flu Singapura terjadi pada anak yang berusia kurang dari 10 tahun
  • Pola gejala: Urutan gejala yang menentukan apakah seseorang terinfeksi atau tidak. Gejala dari flu Singapura yang muncul seperti demam, sariawan di mulut dan  muncul ruam.

Pengobatan

Untuk mengobati flu Singapura sebenarnya tidak ada perawatan khusus. Tanda serta gejala flu Singapura biasanya hilang dalam 10 hari. Penderita hanya membutuhkan obat penurun panas untuk menurunkan demam serta meringankan rasa kurang nyaman. Tak hanya itu, Anda juga harus mengetahui makanan serta minuman tertentu.

Berikut beberapa tips untuk mengurangi rasa sakit serta lepuh, antara lain:

  • Makan es krim
  • Menyedot es
  • Minum minuman dingin seperti air es dan susu
  • Menghindari makanan serta minuman yang bersifat asam seperti minuman buah serta soda
  • Hindari mengkonsumsi makanan dengan cita rasa pedas
  • Bilas mulut dengan menggunakan air hangat sesudah makan
  • Mengkonsumsi makanan yang lunak dan tidak perlu dikunyah

Bila anak bisa berkumur, beri dirinya air garam, cara ini dilakukan untuk menenangkan mulut, selain itu minta si kecil melakukannya selama beberapa kali dalam sehari untuk mengurangi rasa sakit serta luka mulut akibat flu Singapura.

Pencegahan

Bila Anda tidak ingin buah hati tertular penyakit flu Singapura, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat diikuti, antara lain:

Ajarkan Kebersihan

Anda bisa menunjukkan pada anak mengenai cara mencuci tangan yang baik, jelaskan pada mereka bila mereka tak boleh meletakkan benda lain di dekat mulut. 

Desinfektan Berkala

Usahakan membuat jadwal berkala untuk membersihkan perabot serta mainan anak dengan rutin, selain itu bersihkan lantai dengan menggunakan larutan pemutih serta air. Bila Anda harus menitipkan si kecil, pastikan kembali bila pusat penitipan anak tersebut bersih. 

Ikuti cara pencegahan tersebut untuk melakukan pencegahan penyakit flu singapura. Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, terutama setelah Anda bepergian dari wilayah yang endemis penyakit ebola, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.