fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Endometriosis terjadi ketika beberapa jaringan, yang disebut endometrium, tumbuh di luar rahim. Endometriosis adalah kondisi kronis progresif. Seringkali menyakitkan tetapi terdapat pengobatan yang dapat meringankan gejala endometriosis. Simak beberapa informasi endometriosis berikut ini.

Informasi

Penyakit ini berupa tumbuhnya endometrium di bagian tubuh lain, seperti tuba falopi, ovarium, dinding luar rahim atau sekitar usus. Sekalipun penyakit ini umumnya menyerang wanita dengan usia reproduktif, namun tidak menutup kemungkinan perempuan menopause dan remaja wanita yang sudah mengikuti terapi hormonal tetap dapat terserang endometriosis. Jaringan endometrium pada penderita endometriosis akan ikut menebal namun tidak dapat luruh dan keluar tubuh (menstruasi). Sehingga penderitanya cenderung merasakan beberapa keluhan di area perut salah satunya nyeri berkepanjangan. Apabila seorang wanita terserang penyakit ini, maka bisa berdampak kemandulan.

Gejala

Endometriosis memiliki beberapa gejala yang perlu Anda ketahui. Berikut ini beberapa gejalanya antara lain:

  • Merasakan nyeri haid yang tidak kunjung hilang sekalipun telah mengkonsumsi obat pereda nyeri.
  • Darah menstruasi yang terlalu banyak, sehingga membuat penderitanya sering mengalami kebocoran pada pembalut.
  • Rasa nyeri di pinggul secara terus menerus.
  • Setelah melakukan hubungan seksual, perut terasa sangat nyeri.
  • Perut dan bagian mulut vagina terasa nyeri saat sedang buang air kecil/besar.
  • Keluarnya darah saat BAB.
  • Sering kali merasa lelah setiap saat meskipun tidak beraktifitas.

Beberapa gejala di atas biasanya akan terasa saat penyakit endometriosis semakin parah seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, begitu merasakannya penderita harus segera menghubungi dokter obgyn atau ahli penyakit dalam, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penyebab

Penyakit endometriosis ini ternyata sejauh ini masih belum diketahui penyebab pastinya. Namun ada hal-hal lain yang sangat perlu dijadikan catatan agar lebih mawas diri, terlebih lagi untuk seorang wanita. 

Berdasarkan teori kedokteran menjelaskan bahwa penyakit endometriosis ini disebabkan oleh pertama, wanita mengalami menstruasi retrograde. Kejadian ini berupa darah mens tidak keluar melalui lubang vagina, akan tetapi mengalir keatas melalui tuba falopi dan memasukkan diri ke dalam area pinggul. Tidak hanya itu, endometriosis juga bisa saja menjangkiti wanita tua maupun muda yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga tidak dapat menghancurkan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim.

Faktor Risiko

Sama halnya dengan penyakit lain, endometriosis juga harus diwaspadai melalui macam-macam faktor risikonya.

Pertama, seorang wanita yang tidak pernah melahirkan hingga usia 30 tahun ke atas. Mengapa? karena sel telur yang seharusnya dibuahi bisa menebal dan keluar melalui tuba falopi.

Kedua, anak gadis yang mengalami menstruasi pada usia sekitar 8-9 tahun. Mengingat pada umumnya sel telur pada perempuan benar-benar siap diluruhkan pada sekitar usia 11-12 tahun.

Namun apabila diluar batas umum, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Ketiga, siklus menstruasi yang pendek sekitar kurang dari 27 hari ternyata juga menjadi faktor risiko terjadinya penyakit endometriosis. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan apabila siklus haid tidak lancar.

Diagnosis

Demi menghindari kejadian malpraktek atau kesalahan analisa terhadap suatu penyakit, maka dokter yang bersangkutan terlebih dahulu melakukan diagnosis. Endometriosis umumnya bisa didiagnosa dengan cara:

Pertama, mengetahui gejala dan riwayat penyakit keluarga.

Kedua, dokter ahli akan memeriksa bagian panggul penderita untuk mengetahui kalau ada tanda- tanda kista atau bekas luka belakang rahim. Biasanya agar lebih akurat, pasien harus melakukan USG atau cek rontgen.

Ketiga, Apabila dirasa sudah terlalu berat, maka dokter meminta pasien melakukan tes USG guna mengetahui tingkat keparahan dari endometriosis. Sehingga nantinya bisa segera diambil tindakan medis lebih lanjut.

Pengobatan

Endometriosis memang tergolong penyakit yang sangat berbahaya bagi seorang wanita karena bisa menyebabkan kemandulan. Bagi pasien endometriosis ada beberapa pengobatan yang dapat mengurangi gejala dan menyembuhkannya, berikut diantaranya:

  • Mengkonsumsi Ibuprofen.
  • Melakukan terapi hormonal secara rutin.
  • Apabila belum terlalu parah, maka bisa diatasi dengan mengkonsumsi pil KB atau melakukan kontrasepsi hormonal. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dan menghilangkan rasa sakitnya.
  • Menghentikan produksi estrogen dengan Agonist dan antagonist gonadotropin-releasing hormone. Cara ini banyak dilakukan karena dapat menghentikan menstruasi berkepanjangan dan membuat menopause buatan untuk mengatasi endometriosis.
  • Mengkonsumsi Danazol. Obat tersebut berfungsi untuk mengurangi gejala serta mampu memperlambat perkembangan penyakit, sehingga sangat efektif membantu proses penyembuhan.
  • Langkah pengobatan terakhir bagi penderita endometriosis akut adalah harus segera melakukan operasi. Sekalipun biayanya mahal akan tetapi kiat ini bisa menghilangkan pertumbuhan endometrium.

Pencegahan

Sekalipun penyakit endometriosis ini cenderung tidak bisa dicegah, akan tetapi sebagai seorang wanita haruslah selalu menjaga kesehatan diri. Hindari beberapa hal yang mampu menimbulkan terjadinya endometriosis, seperti dengan olahraga teratur. 

Serta bisa juga mengkonsumsi pil KB bagi yang sudah menikah, agar aliran darah bisa berjalan dengan normal. Tidak hanya itu, sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan atau minuman mengandung alkohol karena menurut penelitian, alkohol dapat meningkatkan hormon estrogen di dalam tubuh.

Penderita penyakit endometriosis sebaiknya diberikan support agar lebih semangat melakukan pengobatan. Jangan sampai meremehkannya karena bisa berdampak pada kualitas hidup bahkan dapat terjadi kemandulan pada wanita. Sekian ulasan di atas, semoga bisa membawa manfaat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis