fbpx

Diclofenac Resinate

Sep 8, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf D | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Mengonsumsi obat memang ada aturannya agar penyakit bisa sembuh dan tidak kembali lagi. Begitu juga dengan obat Diclofenac Resinate, Anda harus benar-benar memperhatikan apa saja informasi soal obat ini dan bagaimana tata cara konsumsinya. Untuk itu, yuk kita simak ulasannya tentang obat antiinflamasi di artikel berikut ini.

Informasi

Diclofenac Resinate boleh dibilang adalah sebuah formulasi baru dalam dunia obat-obatan. Obat golongan Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug alias NSAID ini memiliki cara kerja dengan menghambat kerja dari enzim siklooksigenase dan menghasilkan lebih sedikit prostaglandin. Dengan ini, maka rasa sakit akibat peradangan tidak akan begitu dirasakan ketika Anda mengonsumsi obat satu ini.

Dosis

Lantaran termasuk dalam obat keras, maka penggunaannya pun harus dengan resep dokter. Meski obat ini dijual di pasaran, namun jumlahnya sangat terbatas dan pembeliannya tidak bisa sembarangan.

Untuk dikonsumsi, orang dewasa bisa mendapat takaran sekitar 100 mg hingga dosis maksimal 150 mg sehari dengan 2 -3 kali dosis terbagi. Sementara itu, anak-anak di atas usia 14 tahun boleh mendapat dosis sekitar 75 – 100 mg sehari. Sebaliknya, anak-anak usia 6 tahun hanya bisa mendapat 1,5 – 2 mg setiap kilogram berat tubuhnya. Dalam sehari, mereka boleh mendapat 2 – 3 dosis terbagi namun harus melihat juga tingkat keparahannya.

Kontraindikasi

Seperti yang kita tahu, biasanya obat keras atau obat resep sebaiknya tidak digunakan bersama dengan obat-obat lainnya. Beberapa obat yang dilarang untuk dipakai bersama dengan Diclofenac Resinate adalah obat Antikoagulan seperti Warfarin, Aspirin, dan obat kortikosteroid seperti Prednisone karena bisa menyebabkan pendarahan lambung.

Selain itu, obat seperti jenis Glipizide dari golongan Sulfonilurea, jenis Ciprofloxacin dari golongan kuinolon, dan obat golongan Lithium juga dilarang karena bisa menambah efek samping obat ini sendiri. Sementara, obat angiotensin-converting enzyme inhibitor seperti Captopril dan obat diuretik seperti Furosemide juga tidak diperkenankan karena bisa menurunkan keefektifan obat ini.

Adapun untuk kelompok orang beresiko yang sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini adalah orang dengan alergi Diclofenac, memiliki riwayat rhinitis, urtikaria, dan bronkospasme, serta orang yang menggunakan obat-obatan NSAID lainnya seperti Ibuprofen.

Tidak hanya itu saja, orang dengan masalah gangguan hati, ginjal, dan tukak lambung juga tidak diperkenankan mengonsumsi obat ini. Juga, wanita hamil, ibu menyusui, dan penderita jantung iskemik, gagal jantung, bahkan hingga pasien yang akan menjalani operasi jantung.

Efek Samping

Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi ketika Anda mengonsumsi obat ini. Tentunya, efek samping didapat dari kondisi tubuh yang berbeda-beda dan setiap orang ada yang memiliki efek samping ringan hingga berat. Beberapa efek samping umum adalah seperti mual, muntah, nyeri perut, diare, sembelit, hingga dispepsia dan ulkus lambung serta macam-macam gangguan saluran gastrointestinal lainnya.

Sementara itu, ada beberapa efek samping yang terjadi tergantung kondisi tubuh, antara lain gangguan hipertensi, infark miokardial, dan retensi cairan serta edema pada penderita sakit jantung maupun gagal jantung. Lain lagi pada penderita gangguan fungsi hati. Beberapa masalah sepeti penyakit nekrosis hati, gagal hati, hingga sakit kuning juga bisa dialami dengan pemakaian dosis tinggi dan jangka waktu lama.

Mereka yang mengalami penyakit ginjal pun juga sebaiknya hati-hati. Pasalnya, penggunaan jangka waktu lama dari obat ini sangat beresiko menyebabkan kerusakan ginjal. Penyakit lain yang juga bisa muncul dari tubuh yang tidak sehat adalah pendarahan perut, reaksi anafilaksis, dan penekanan pada sumsum tulang meski sebenarnya kasus-kasus ini jarang terjadi.

Anda juga harus tahu bahwa obat dari golongan NSAID apabila dipakai dalam jangka panjang bisa mencegah ovulasi dan menyebabkan kemandulan. Beberapa kasus lain seperti anemia, reaksi dermatologis, hingga terganggunya siklus menstruasi juga pernah dilaporkan muncul.

Selain sakit secara fisik, efek samping dalam bentuk kesehatan mental juga bisa terjadi meski kasusnya cukup jarang. Namun, tidak menutup kemungkinan obat ini menyebabkan depresi, mudah marah, reaksi psikotik, cemas, hingga mimpi buruk. Maka dari itu, jika tanda-tanda tersebut terjadi, Anda harus segera menghentikan pemakaian obat ini.

Cara Konsumsi

Hal yang paling utama dalam mengonsumsi obat adalah Anda harus melihat dulu tanggal kadaluarsanya. Jangan pernah mengonsumsi obat yang sudah expired karena bisa berbahaya untuk tubuh Anda. Selain itu, Anda harus mengikuti anjuran dan resep dokter agar dosis yang dibutuhkan tubuh sesuai. Ikuti aturan pakai, termasuk jam berapa obat harus dikonsumsi, sebanyak apa dosis yang harus dikonsumsi, dan larangan-larangan apa yang diberikan dokter untuk Anda.

Adapun saran khusus untuk obat ini adalah harus Anda konsumsi sesudah makan agar efek samping pada saluran pencernaannya berkurang. Selain itu, Anda juga harus rajin mengonsumsi air putih agar hidrasi dalam tubuh terpenuhi, dan tidak mengonsumsinya dalam jangka waktu lama.

Demikian ulasan mengenai berbagai informasi soal obat Diclofenac Resinate, termasuk informasi, dosis, kontraindikasi, efek samping, hingga cara untuk mengonsumsinya. Semoga ulasannya bermanfaat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis