fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Gejala alergi merupakan suatu hal yang sangat mengganggu tidak hanya bagi orang dewasa tapi juga anak-anak. Salah satu indikasi alergi yang paling sering terjadi adalah timbulnya iritasi kulit yang bisa mengakibatkan bengkak, gatal, serta reaksi kemerahan di kulit. Untuk mengurangi gejala tersebut, dokter biasanya akan memberikan Betametason baik dalam bentuk tablet, suntik ataupun salep guna mengurangi gejalanya.

Informasi

Betamethasone merupakan jenis obat kortikosteroid (mengandung hormon steroid) yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi kulit semisal ruam merah, eksim dan juga iritasi kulit akibat alergi. Selain infeksi kulit, obat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi gejala peradangan yang juga kerap disebabkan oleh alergi. Selain itu, jika tubuh Anda hanya menghasilkan sedikit kortikosteroid, obat ini dapat dipakai untuk pengganti.

Di pasaran obat ini dikenal dengan berbagai nama. Namun, dari berbagai merek dagang yang tersedia tidak semuanya telah mengantongi izin dari BPOM sehingga Anda perlu berhati-hati. Untuk  memastikan jika produk yang Anda gunakan merupakan produk yang aman sebaiknya Anda mengeceknya lebih dulu melalui situs resmi BPOM. 

Dosis

Dosis pemakaian Betamethasone tergantung dari jenis penyakit, tingkat keparahan serta respon tubuh Anda terhadap obat ini. Selain itu, jangan pernah sekali-kali Anda menggunakan Betamethasone diluar dosis yang telah diresepkan. 

Penting untuk diketahui jika usia serta berat badan Anda juga ikut mempengaruhi dosis obat ini sehingga dosis untuk anak-anak biasanya jauh lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa. Dosis Betamethasone untuk anak-anak ditentukan oleh dokter yang meresepkan obat dengan pertimbangan umur serta berat badan si anak.

Selain berdasarkan usia, bentuk obat juga ikut mempengaruhi dosis Betamethasone yang diberikan. Jika menggunakan obat ini dalam bentuk tablet maka untuk pasien dewasa dengan penangan jangka pendek (beberapa hari) maka dosis yang diberikan adalah 2-3 mg per hari. Setelah itu, dosis akan dikurangi sebesar 0,25 atau 0,5 mg tiap 2-3 hari tergantung reaksi tubuh terhadap Betamethasone. Sedangkan untuk anak-anak, dosis obat yang diberikan akan dibagi secara proporsional dari orang dewasa.

Sedangkan bila Betamethasone digunakan melalui suntikan, dosis yang diberikan untuk orang dewasa adalah sebanyak 4-20 mg yang diberikan melalui suntikan di otot atau di pembuluh darah (arteri) dengan interval 3-4 kali dalam sehari. Namun jika Betamethasone diberikan kepada anak-anak maka cara yang paling mudah adalah melalui suntikan intravena atau melalui infus sebanyak 3-4 kali sehari.

Selain itu, usia anak juga menjadi pertimbangan pemberian obat ini. Bagi anak berusia 1 tahun kebawah, dosis yang diberikan adalah 1 mg/kgBB, untuk usia 2-5 tahun dosis yang diberikan adalah 2 mg/kgBB sedangkan untuk usia 6-12 tahun dosis yang diberikan adalah 4 mg/kgBB.

Jika Anda menggunakan Betamethasone dalam bentuk salep maka sangat disarankan untuk hanya memakai di daerah yang terinfeksi saja setiap 2 kali sehari dengan pemakaian tidak lebih dari 45 mg per minggu. Sedangkan untuk anak-anak sebenarnya belum ada ketentuan untuk dosis anak-anak. Namun, disarankan untuk tidak melebihi 45 ng per minggu dan jika kondisinya tidak kunjung membaik maka sangat disarankan untuk meminta pertolongan medis segera. 

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Betamethasone merupakan jenis obat yang hanya bisa digunakan melalui resep dokter saja sehingga Anda sebaiknya tidak menggunakan obat ini diluar resep dokter.

Selain itu, untuk menghindari obat ini juga bisa bereaksi dengan obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi. Sehingga Anda disarankan untuk mencatat semua obat yang sedang dikonsumsi (termasuk vitamin dan obat herbal) yang mungkin bisa menyebabkan efek samping membahayakan.

Kelompok Orang Berisiko

Penggunaan Betamethasone harus selalu dalam pengawasan dokter. Obat ini akan sangat berbahaya bila digunakan secara sembarangan dan tanpa dosis yang jelas terutama jika digunakan oleh orang-orang dengan kondisi di bawah ini.

Memiliki Alergi  Betamethasone

Alergi terhadap obat-obatan tertentu bisa menyebabkan gejala alergi yang cukup berbahaya sehingga Anda disarankan untuk membaca terlebih dulu komposisi obat yang akan digunakan serta memberitahu dokter.

Namun, jika Anda baru pertama kali merasakan gejala-gejala yang tidak umum setelah mengonsumsi Betamethasone maka Anda sebaiknya menghentikan pemakaian dan memeriksakan diri ke dokter.

Memiliki Infeksi yang Tidak Bisa Diobati

Seperti dijelaskan di atas, Betamethasone bisa meningkatkan risiko yang tidak diinginkan jika digunakan bersama dengan obat-obatan lain. Oleh karena itu, jika Anda memiliki infeksi yang tidak bisa diobati maka sebaiknya Anda tidak mengonsumsi obat ini.

Sedang Hamil atau Menyusui

Menurut Food and Drugs Administration Amerika, Betamethasone termasuk obat kategori C yang berarti mungkin berisiko pada kehamilan. Betamethasone bisa diserap ke dalam ASI sehingga berpotensi membahayakan bayi yang menyusui. Selain itu, Betamethasone dapat mengurangi produksi ASI sehingga dapat mempengaruhi perkembangan anak.

Efek Samping

Efek samping yang sering ditimbulkan oleh Betamethasone adalah sakit kepala dan sulit tidur. Namun, pada pengguna Betamethasone dalam bentuk krim atau salep Anda mungkin akan merasakan sensasi panas, gatal atau perih pada area yang diobati. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk menemui dokter jika gejala yang dirasakan semakin memburuk atau mengalami gejala sebagai berikut:

  1. Kelelahan
  2. Nyeri lambung
  3. Siklus haid tidak teratur
  4. Perubahan suasana hati
  5. Berat badan bertambah
  6. infeksi

Cara Konsumsi

Cara konsumsi Betamethasone tergantung dari bentuk obat itu sendiri. Jika Betamethasone dalam bentuk tablet maka Anda hanya perlu menelannya setelah makan untuk menghindari nyeri lambung. Betamethasone dalam bentuk tablet biasanya dikonsumsi sebanyak satu kali sehari. 

Untuk pemakaian jangka panjang disarankan untuk tidak menghentikan pemakaian secara tiba-tiba karena akan memperparah kondisi tubuh. Sedangkan untuk pemakaian Betamethasone dalam bentuk suntuk, hal ini hanya boleh dilakukan oleh dokter atau tenaga medis saja. 

Apabila Anda lupa mengkonsumsi Betamethasone maka sebaiknya Anda segera mengonsumsinya jika jadwal penggunaanya berikutnya belum terlalu dekat. Tapi, jika waktu penggunaanya sudah dekat sebaiknya abaikan saja dan jangan pernah untuk menggandakan dosisnya. Selain itu, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya jauhkan Betamethasone dari jangkauan anak-anak dan simpan di tempat sejuk dan kering. 

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis