fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Ketika Anda mengalami luka ringan, luka bakar, hingga sunburn parah, maka para dokter biasanya akan memberi Anda resep obat yang mengandung Dibucaine HCl. Obat yang sering digunakan dalam perawatan anestesi dan berbagai kondisi yang mengindikasikan adanya luka luar ini bisa Anda peroleh beli dengan resep dokter. Yuk, simak ulasan lengkap berbagai informasi terkait obat ini, termasuk efek samping, dosis, hingga kontradiksinya.

Informasi

Dibucaine HCl atau disebut juga Dibucaine Hydrochloridum merupakan sebuah kandungan obat yang banyak ditemukan pada produk-produk salep yang dijual di apotek untuk mengobati luka pada tubuh. Sebut saja sunburn, gatal, gigitan serangga, radang, hingga alergi.

Bahkan, di beberapa produk, kandungan ini dipakai sebagai bahan penyusun untuk obat wasir. Dibucaine Hydrochloridum disinyalir mampu mengatasi wasir (hemoroid) bagian dalam atau luar, wasir dengan pendarahan hingga luka-luka terbuka pada anus. Misalnya saja, anal prolapse (dinding rektum yang keluar dari anus), periproktitis (radang pada rektum), luka terbuka pada dubur, dan gatal pada dubur.

Selain itu, kandungan ini mampu mengatasi rasa nyeri sehingga juga sering dipakai dalam perawatan anestesi. Obat ini termasuk salah satu anestesi lokal yang kuat dan bisa bekerja lama. Oleh karena itu, obat ini sangat direkomendasikan sebagai pereda rasa sakit. Caranya, obat ini dapat mengurangi permeabilitas membran neuron pada ion natrium sehingga memblokir impuls saraf dan memblokir saluran natrium.

Dosis

Untuk mengobati berbagai luka pada kulit, obat ini cukup bisa dikatakan ampuh. Namun, dosis yang diberikan harus benar dan tepat sesuai dengan kondisi dan usia pasien. Di setiap obat yang dijual di pasaran dalam bentuk salep, misalnya, kira-kira akan mengandung Dibucaine Hydrochloridum sebanyak 0,5 mg. Kandungan ini akan dikomposisikan dengan beberapa kandungan sesuai lainnya dan  dikemas dalam sebuah produk.

Kontradiksi

Mengonsumsi Dibucaine Hydrochloridum bersamaan dengan obat-obat tertentu rupanya bisa meningkatkan resiko efek samping dan juga bisa menurunkan keefektifan obat ini. Beberapa obat yang tidak disarankan untuk dikonsumsi dengan obat ini adalah golongan obat dan produk sejenis Sodium Nitrite dan Prilocaine.

Keduanya bisa menyebabkan masalah-masalah yang sudah disebutkan dan juga bisa mengakibatkan hipersensitivitas. Selain itu, disarankan untuk tidak mengonsumsi obat ini jika Anda sedang berada di bawah paparan sinar matahari. Juga, jangan menyentuh mata ketika tangan Anda terkontaminasi obat ini agar tidak menimbulkan iritasi.

Adapun beberapa orang yang masuk dalam faktor resiko mengonsumsi obat ini adalah mereka yang mengalami hipersensitivitas pada komponen obat, terutama obat seperti Dibucaine Hydrochloridum. Selain itu, mengonsumsi obat-obatan dan suplemen lain juga sebenarnya kadang diperbolehkan, asal tidak berbahaya jika bercampur dengan obat ini. oleh karena itu, Anda konsultasikan dulu dengan dokter.

Lebih lanjut, Anda yang berencana memiliki bayi, wanita yang tengah hamil, hingga ibu yang sedang menyusui juga harap berkonsultasi dulu sebelum menggunakan obat ini. Pasalnya, kategori ini termasuk dalam kelompok beresiko dan bisa mengalami efek samping serius jika kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk menerima obat ini.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang bisa dirasakan dari pemakaian obat ini adalah reaksi alergi, rasa terbakar pada kulit, gatal-gatal, kulit berwarna kemerahan dan panas, serta urtikaria dan edema (bengkak).

Apabila Anda mengalami hal-hal tersebut, maka segera hentikan penggunaan obat dan periksakan diri Anda ke dokter. Katakan keluhan Anda, periksa kembali riwayat kesehatan Anda, atau bahkan Anda bisa melakukan beberapa tes alergi untuk mengetahui zat-zat apa saja yang tidak bisa diterima tubuh Anda.

Cara Pakai

Untuk menggunakan obat ini, Anda harus melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Baru kemudian, ikuti anjuran dokter dan pahami tata cara penggunaan sesuai petunjuk dalam kemasan. Jika tidak ada pada kemasan, maka buka pada bagian pembungkus obat dan temukan kertas aturan pakai yang biasanya diselipkan dalam wadah.

Adapun pada umumnya, obat ini digunakan dengan cara dioleskan ke bagian yang luka. Untuk mengobati dubur (suppositoria), maka Anda bisa membeli obat khusus penggunaan pada bagian tersebut dan langsung memasukkannya ke bagian suppositoria Anda. Ulangi pengobatan ini tiga kali dalam sehari agar luka lebih cepat sembuh.

Untuk anak-anak, Anda bisa menggosokkan obat sedikit saja ke bagian yang sakit. Sementara itu, untuk orang dewasa diperlukan sekitar 2 – 5 gr salep yang dioleskan pada kain kasa dan kemudian ditempelkan di bagian yang sakit. Lantaran pengobatannya dianjurkan sebanyak 3 kali sehari, maka Anda pun harus mengganti kasa sebanyak 3 kali sehari juga.Demikian ulasan berbagai informasi mengenai obat Dibucaine HCl, termasuk info soal dosisnya, kontradiksinya, efek sampingnya, hingga cara pemakaian obat tersebut. Harap diingat, informasi yang diberikan pada artikel ini bukan dimaksudkan untuk memberikan konsultasi medis atau menggantikan arahan dokter. Anda tidak diperkenankan mengobati diri sendiri tanpa melakukan konsultasi dengan dokter. Semoga ulasannya bermanfaat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis