fbpx

Diazepam: Penggunaan, Obat, dan Efek Samping

Agu 18, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf D | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Ketika seseorang mengalami tingkat kecemasan yang tinggi, panic attacked, hingga kejang-kejang karena berbagai hal, biasanya dokter akan meresepkan sebuah obat dari kalangan obat penenang yang bernama Diazepam. Kandungan obat ini disinyalir dapat meredakan otot dan menenangkan otak serta saraf. Lalu, bagaimana informasi detail soal obat ini, termasuk dosis hingga cara pakainya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Informasi

Diazepam merupakan sebuah obat Antiansietas dari golongan Benzodiazepine dan hanya bisa didapatkan hanya dengan resep dari dokter saja. Obat ini adalah salah satu contoh obat penenang yang digunakan dalam dunia medis untuk mengatasi kejang serta gangguan kecemasan. Begitu dikonsumsi, dalam hitungan jam saja obat ini akan mampu memberi efek tenang kepada penggunanya.

Namun lantaran efeknya yang bekerja dengan mempengaruhi zat kimia yang ada di otak, maka obat ini tidak diperkenankan digunakan dalam jangka waktu panjang hingga menahun. Setidaknya, obat ini diperbolehkan digunakan hingga 1 bulan lamanya. Tapi ketika konsumsi melebihi batas waktu tersebut, maka tubuh Anda bisa mengalami kecanduan dan juga kekebalan obat.

Tidak hanya untuk mengatasi gangguan kecemasan dan kejang saja, obat ini juga biasanya untuk mengatasi otot yang tegang. Selain itu, gejala putus zat seperti lepas dari alkohol juga biasanya menggunakan obat-obatan ini untuk meminimalisir resiko. Bahkan, beberapa tindakan medis khusus seperti pra operasi juga sering menggunakan obat ini untuk memberi efek menenangkan.

Dosis

Meski bisa dikonsumsi oleh semua kategori usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, namun dosis dari pemberian obat ini akan berbeda-beda setiap individunya. Tidak hanya dari usia, pemberiannya juga akan tergantung pada kondisi tubuh dan penyakit yang akan diobati.

Misalnya saja kejang otot, maka jumlah obat yang diberikan untuk usia anak-anak adalah 2 – 40 mg per hari, usia dewasa adalah 2 – 15 mg per hari, dan usia lansia adalah setengah dari dosis usia dewasa. Semuanya diberikan dengan dosis terbagi.

Berbeda lagi dengan dosis untuk mengatasi kecemasan. Usia anak-anak akan diberi sekitar 1 – 2,5 mg per hari, dewasa sekitar 5 – 15 mg per hari, dan lansia dengan dosis yang hanya separuh dari dosis usia dewasa. Semuanya diberikan untuk dikonsumsi mulai dari 1 – 4 kali dalam sehari tergantung situasinya.

Sementara itu, untuk dosis pemberian obat berupa suntikan juga akan berbeda lagi. Dokter menyarankan jika pemberian obat dalam bentuk injeksi ini hanya boleh dilakukan ahli. Untuk itu, Anda harus datang ke rumah sakit jika ingin mendapat suntikan obat ini.

Kontraindikasi

Layaknya obat keras lainnya, Diazepam juga tidak disarankan digunakan bersamaan dengan obat-obat tertentu. Beberapa diantaranya adalah obat golongan opioid seperti Morfin karena dapat menurunkan kesadaran, obat antivirus zidovudine karena bisa menyebabkan rasa kantuk hebat, hingga obat antipsikotik dan antihistamin karena bisa meningkatkan resiko efek samping dari obat ini sendiri.

Konsumsi obat ini dengan obat lainnya pada beberapa kondisi juga memungkinkan untuk terjadinya peningkatan kadar serum, penurunan eliminasi obat, terjadinya resiko efek depresan, hingga berkurangnya cara kerja obat.

Adapun beberapa orang dengan kategori beresiko mengonsumsi obat ini adalah mereka yang menderita penyakit sleep apnea, myasthenia gravis, asma, glaukoma, hingga gangguan ginjal, hati, dan mental. Selain itu, wanita hamil maupun seorang ibu yang menyusui juga tidak diperkenankan mengonsumsinya karena obat ini rupanya bisa diserap ASI. Namun pada beberapa kasus yang mengancam jiwa, penggunaan obat ini diperbolehkan.

Efek Samping

Sebagai obat yang bertugas menenangkan saraf, obat ini nyatanya memiliki efek samping yang wajib untuk Anda ketahui sebelum mengonsumsinya. Beberapa efek samping yang bisa Anda rasakan biasanya rasa kantuk, penglihatan kabur, pusing, hingga lemah otot, gangguan keseimbangan, dan tremor. Untuk itu, Anda tidak diperkenankan berkendara sesaat sesudah mengonsumsi obat ini.

Selain itu, efek samping lain yang bisa dirasakan adalah bingung, mudah lupa, hingga depresi, halusinasi, sulit buang air kecil, sulit bicara, dan sulit bernapas. Reaksi pada masing-masing orang tentu akan berbeda, maka dari itu Anda harus konsultasi dengan dokter lebih dulu terkait riwayat kesehatan Anda.

Cara Konsumsi

obat-diazepam

Diazepam dapat diberikan kepada pasien dalam bentuk suntik, sirup, tablet, hingga infus, rektal, dan suppositoria. Misalnya saja, jika obat diberikan dalam bentuk tablet, Anda bisa mengonsumsinya sebelum atau sesudah makan. Sementara itu, apabila obat diberi dalam bentuk sirup, gunakan sendok ukur dan jangan gunakan sendok makan agar dosis yang Anda konsumsi tepat.

Untuk mengonsumsi obat ini, Anda harus menuruti resep dokter dan keterangan yang ada di setiap kemasannya. Jangan pernah mengurangi atau menambah dosis tanpa konsultasi karena obat ini kadang membuat kecanduan. Apalagi jika diikuti dengan kondisi dimana Anda sebelumnya mengalami ketergantungan pada alkohol atau obat-obatan lainnya.

Demikian ulasan detail mengenai obat Diazepam, berikut dosis hingga cara pakainya. Semoga ulasannya bermanfaat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis