fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Anda mengalami Osteoartritis? Jika iya, maka Anda pasti familier dengan obat-obatan seperti Diacerein. Obat yang memang sering digunakan untuk salah satu bentuk penyakit artritis yang menyebabkan kecacatan ini memang sangat berkontribusi dalam menurunkan rasa sakit. Untuk itu, mari kita simak ulasan mengenai obat satu ini, termasuk soal dosisnya, efek samping, hingga kontradiksi dan juga cara konsumsinya yang benar di artikel berikut ini.

Informasi

Osteoartritis atau yang disingkat OA merupakan sebuah penyakit yang paling banyak dialami pasien usia dewasa. Rasa sakit yang ditimbulkan sering berupa nyeri persisten dan nyeri intermiten dimana bisa menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Itulah mengapa, obat-obatan seperti Diacerein yang masuk dalam golongan obat SYSADOA alias obat yang memperlambat aksi simptomatik pada Osteoartritis digunakan pada pasien penderita penyakit ini.

Obat ini sendiri memang sifat dasarnya adalah berupa anti katabolik dan antiinflamasi sehingga cocok dipakai untuk mengobati sakit sendi pada mereka yang usianya sudah menua. Selain itu, obat ini juga bersifat pro anabolik dimana terjadi pada membran sinovial dan tulang rawan. Bahkan, baru-baru ini obat tersebut dikatakan dapat membantu remodeling tulang subkondral.

Sebagai obat simtomatik yang berguna menghambat penghancuran jaringan kartilaginosa, Diacerein sangat disarankan untuk terapi pencegahan dan pengobatan Osteoartritis. Maka tidak heran, obat sejenis ini diperbolehkan dalam pengobatan jangka panjang meski termasuk obat keras dan harus digunakan berdasar resep dokter saja.

Dosis

Mengonsumsi obat tentu harus mematuhi perintah dokter dan tidak boleh semaunya sendiri. Apabila Anda tidak rajin minum dan ketinggalan waktu, maka Anda tidak boleh mengonsumsi dosis dobel. Pasalnya, obat ini adalah obat yang mana termasuk obat keras sehingga penggunaannya pun sangat diawasi.

Nah, agar Anda tidak salah konsumsi dan penyakit bisa diatasi, berikut ini ada rekomendasi dosis umum dari penggunaan Diacerein. Lazimnya, obat ini bisa dikonsumsi oral dengan dosis dua kali konsumsi sehari. Dalam setiap dosis konsumsinya, Anda hanya disarankan mengonsumsi satu kapsul saja.

Lantaran obat ini bisa menyebabkan terjadinya acceleration intestinal transit time, dokter biasanya menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat ini satu kapsul saja seharinya selama dua hingga empat minggu pertama dalam masa pengobatan dimulai. Obat ini bisa dikonsumsi sesudah makan malam. Baru setelah tubuh pasien menyesuaikan diri, dokter biasanya akan meningkatkan dosis menjadi dua kapsul dalam sehari yang juga dikonsumsi dengan makanan.

Kontraindikasi

Layaknya obat keras yang dilarang dikonsumsi dengan obat-obatan tertentu, obat satu ini pun juga tidak disarankan dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu lainnya. Adapun beberapa obat yang dapat menyebabkan interaksi berbahaya dengan Diacerein adalah produk yang mengandung magnesium hidroksida, aluminium hidroksida, dan obat-obatan kemoterapi serta antibiotik yang mana dapat meningkatkan modifikasi intestinal transit itu sendiri.

Sementara itu, golongan orang-orang dengan resiko dan tidak disarankan mengonsumsi obat ini adalah mereka yang memiliki hipersensitivitas terhadap derivat antrakuinon, memiliki gangguan enterokolitis terutama jenis irritable colon, hingga insufisiensi ginjal dan hati skala berat. Selain itu, larangan juga berlaku untuk mereka yang tengah menjalani terapi dengan konsumsi antibiotika, mereka yang mengonsumsi laksatif, hingga memiliki inflamasi usus.

Anak-anak, wanita hamil, ibu menyusui, hingga orang dengan defisiensi nutrisi berat juga dilarang mengonsumsi obat ini. Bahkan pada beberapa kondisi tertentu, misalnya saja puasa atau minum obat sebelum makan, hal ini bisa meningkatkan resiko dari obat ini dan juga sangat tidak disarankan dilakukan.

Efek Samping

Obat ini memang bisa digunakan dalam jangka waktu cukup lama, namun bukan berarti obat yang biasanya diberikan dalam dosis 50 mg ini tidak memiliki efek samping. Beberapa efek samping yang didapat dari mengonsumsi obat ini adalah diare, nyeri pada epigastrium, urin yang berwarna kuning pekat, hingga peningkatan efek accelerated intestinal transit.

Tidak hanya itu, obat ini juga bisa memberi efek samping berupa masalah pada kulit dan jaringan subkutan, eksim dan erupsi perkutan, hingga pruritus. Selain itu, konsumsi obat ini juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan umum dan gangguan hepatobilier. Bahkan, pada beberapa kasus yang mana ditunjang dengan kondisi tubuh yang sudah parah, obat ini bisa menyebabkan reaksi pada hati, ginjal, gastrointestinal, hingga kardiovaskular.

Penghentian obat ini yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa pengawasan dokter setelah penggunaan jangka panjang rupanya juga bisa menyebabkan masalah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda benar-benar jujur kala berkonsultasi dengan dokter agar para ahli ini bisa menimbang kebutuhan dan resiko yang tengah Anda hadapi kala akan mengonsumsi obat ini.

Cara Konsumsi

Biasanya, obat ini akan diberikan dalam bentuk oral dengan dosis umum berupa 2 kali konsumsi dalam sehari. Disarankan, Anda mengonsumsi obat ini sesudah makan dan dengan memperhatikan petunjuk pada kemasan dan juga anjuran yang dokter berikan.

Jangan lupa, simpan kembali obat begitu sudah selesai digunakan di tempat yang jauh dari hewan peliharaan atau jangkauan anak-anak. Selain itu, simpan obat di tempat yang terhindar dari matahari namun tetap kering dan sejuk.

Demikian ulasan mengenai Diacerein. Semoga ulasannya bermanfaat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis