fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Ketika terjadi hipoglikemia, maka bisa dikatakan jika kondisi kadar gula alias glukosa darah tengah berada di bawah ambang batas normal. Kondisi ini tentu saja mengakibatkan terganggunya fungsi kerja otak yang mana akan berimbas pada kinerja anggota tubuh lainnya juga. Oleh karena itu, obat-obatan seperti Dextrose adalah obat yang berguna untuk meningkatkan kadar glukosa darah diberikan. Yuk, simak ulasan lengkap mengenai obat satu ini, termasuk soal dosis, kontradiksi, hingga efek samping dan tata cara pemakaiannya di artikel berikut ini.

Informasi

Bicara mengenai Dextrose, obat ini merupakan glukosa alami yang berguna untuk mengatasi rendahnya kadar gula darah seseorang. Seperti yang kita tahu, glukosa merupakan sebuah sumber energi yang dibutuhkan oleh kita agar organ dan sel-sel di dalam tubuh kita dapat berfungsi normal.

Cara kerja obat ini juga cukup simpel. Dextrose yang merupakan gula dari jagung dan sering dipakai dalam pemanis makanan ini akan berubah menjadi energi ketika dikonsumsi. Obat ini akan dibakar oleh sel-sel di dalam tubuh manusia dan menjadikan sel-sel tersebut bisa bekerja maksimal sesuai fungsinya tanpa takut kekurangan kadar gula.

Lantaran berasal dari senyawa gula sederhana dan air, maka tidak heran jika obat ini termasuk dalam golongan larutan pengganti cairan tubuh. Meski begitu, obat ini masih dalam kategori obat resep yang hanya bisa diberikan sesuai pengawasan dokter saja. Selain itu, obat ini tidak hanya mengobati hipoglikemia saja, melainkan juga mampu untuk berperan sebagai sumber kalori karbohidrat dan mengatasi kekurangan energi saat sakit, trauma, atau karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

Dosis

Dosis obat yang bisa diberikan dalam bentuk suntik dan infus ini setiap orangnya tentu berbeda-beda. Namun, dari usia kanak-kanak hingga dewasa diperbolehkan untuk menerima pengobatan satu ini. Bahkan pada wanita hamil pun, pemberian dosis obat ini bisa dipertimbangkan mengingat keefektifannya meski juga berisiko.

Tentunya, semua dosis akan diberikan setelah melalui konsultasi dokter dan melihat kondisi tubuh, misalnya saja mengalami Hiperkalemia atau Hipoglikemia. Namun, jumlah dosis yang umumnya diberikan pada remaja hingga dewasa adalah sekitar 10 – 25 gr per hari. Sementara itu, bayi usia kurang dari 6 bulan akan diberi 0,25 – 0,5 gr/kgBB dan bayi lebih dari 6 bulan akan diberi dosis sekitar 0,5 – 1 gr/kgBB dengan dosis maksimal adalah 25 gr per pemberian.

Kontraindikasi

Obat ini akan berinteraksi dengan obat lainnya jika Anda menggunakannya secara bersamaan. Beberapa obat yang tidak disarankan untuk digunakan saat Anda mengonsumsi Dextrose adalah Furosemide, Prednisone, Hydrocortisone, dan Hydrochlorothiazide. Alhasil, Anda harus berkonsultasi dulu jika akan menggunakan obat ini dengan obat lainnya agar dokter bisa memutuskan apa yang harus dilakukan, apakah mengganti dosis atau lainnya.

Adapun beberapa kategori orang beresiko dalam konsumsi obat ini adalah mereka yang memiliki alergi pada jagung, edema paru, hiperglikemia (kadar gula darah yang tinggi), dan hipokalemia (kadar kalium pada darah yang rendah). Selain itu, orang dengan pembengkakan lengan, tungkai, serta telapak kaki juga tidak disarankan mengonsumsi obat ini.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang bisa terjadi adalah sakit kepala, demam, batuk kronis, hingga kejang dan denyut jantung tidak beraturan. Sesak napas, mengi, nekrosis jaringan, hingga iskemik serebral, pendarahan serebral, nyeri dada, dan bengkak pada bekas suntikan juga bisa terjadi akibat obat ini.

Tidak hanya itu, diare, kram perut, muntah, hingga hiperglikemia, hipomagnesemia, dan hipophospataemia bisa juga terjadi. Bahkan pada beberapa kondisi khusus, Dextrose juga bisa menyebabkan cemas, keringat, kulit pucat, tubuh lemah, hingga sulit berkonsentrasi dan halusinasi.

Efek samping dari obat ini terhadap masing-masing orang akan berbeda, tergantung pada kondisi tubuhnya. Namun, Anda tidak boleh meremehkan sekecil apapun gejalanya. Apabila Anda merasa ada yang salah pada tubuh Anda begitu mengonsumsi obat ini, maka segera minum air putih yang banyak, hentikan konsumsi obat, dan datang kembali pada dokter Anda.

Cara Konsumsi

Obat ini adalah obat yang hanya bisa didapat dengan resep. Maka dari itu, kala konsultasi pastikan Anda jujur pada dokter bahwa Anda bukan penderita diabetes mellitus, tidak memiliki kondisi intoleransi karbohidrat, dan memiliki kadar elektrolit, asam – basa, dan fungsi hati serta ginjal yang normal. Dengan begitu, maka Anda tidak akan masuk dalam kategori orang dengan resiko dan bisa menerima pengobatan ini.

Setelah itu, coba perhatikan dulu kemasan obat tersebut. Cairannya harus berwarna bening, tanpa partikel, dan tidak boleh bocor. Jika Anda mendapati obat tersebut memiliki kondisi sebaliknya, maka minta petugas medis memeriksanya kembali dan menggantinya.

Satu-satunya cara injeksi Dextrose yang bisa Anda terima adalah dengan suntikan pada intravena. Anda dilarang melakukan injeksi sendiri dan pengobatan hanya boleh dilakukan bagi dokter dan tenaga medis yang profesional. Hal ini karena obat ini bisa berbahaya jika disuntikkan di bagian otot atau bawah kulit sehingga Anda yang awam tidak boleh melakukannya.

Demikian ulasan mengenai obat Dextrose. Semoga ulasannya bermanfaat.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis