fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Demam tifoid atau tipes merupakan jenis penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Bakteri ini ditemukan di air atau makanan yang telah terkontaminasi dan bisa ditularkan dari orang yang telah terinfeksi melalui urine atau fesesnya. Infeksi bakteri ini dapat menyebar ke seluruh tubuh dan memengaruhi banyak organ. Apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka demam tifoid dapat menyebabkan komplikasi yang serius. 

Informasi

Tipes berbeda dengan tifus. Seringkali banyak orang menyalah artikan kedua penyakit ini. Tifus disebabkan oleh beberapa bakteri jenis Rickettsia typhi atau R. Prowazekii. Penyakit tifus dibawa oleh ektoparasit, seperti kutu, caplak, tungau, baru kemudian menyerang manusia.

Demam tifoid atau tipes ini umumnya menyerang anak-anak di negara berkembang. Meskipun tidak sedikit orang dewasa yang mengalami penyakit ini. Namun, Anda dapat mencegah demam tifoid atau tipes dengan mengurangi faktor risikonya. 

Gejala 

Gejala awal atau tanda-tanda seseorang yang terkena penyakit demam tifoid atau tipes diantaranya:

  • Demam yang meningkat seiring bertambahnya hari hingga mencapai 40.5 derajat Celcius
  • Sakit kepala
  • Merasa lemah atau lelah
  • Nyeri otot
  • Berkeringat
  • Batuk kering
  • Nafsu makan hilang sehingga berat badan turun
  • Sakit perut
  • Diare atau sembelit
  • Ruam
  • Perut membengkak

Tipes yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan penderita mengigau dan terbaring lemah dengan mata setengah tertutup. Segera hubungi dokter jika mengalami gejala di atas untuk mendapatkan penanganan.

Penyebab

Telah disebutkan bahwa penyakit demam tifoid atau tipes ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Bakteri ini biasanya disebarkan melalui dua hal berikut.

Feses atau urin

Bakteri penyebab demam tifoid atau tipes dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Meski demikian, terkadang bakteri ini juga bisa menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi. Di negara yang berkembang lebih berisiko terserang tipes karena masalah sanitasi yang buruk sehingga air minum banyak yang terkontaminasi. Oleh karena itu, supaya terhindar dari tipes, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan toilet umum. Apalagi, bekas digunakan oleh orang yang terinfeksi penyakit ini.

Orang yang pernah terinfeksi

Sebagian orang yang sembuh dari demam tifoid dapat menyimpan bakteri Salmonella typhi ini dalam saluran usus atau kantong empedunya.  Bakteri ini dapat tersimpan hingga bertahun-tahun lamanya. Golongan inilah yang disebut dengan carrier kronis karena berpeluang menginfeksi orang lain, meski tidak memiliki tanda atau gejala tipes.

Faktor Risiko

Penyakit demam tifoid ini merupakan jenis penyakit serius yang mengancam negara berkembang. Berdasarkan data Center for Disease Control and Prevention, telah ada 22 juta kasus tipes dan 200ribu kematian karena tipes. Anak-anak jauh lebih berisiko terkena tipes daripada orang dewasa. Nah, jika Anda tinggal di negara maju akan berisiko menderita demam tifoid apabila:

  • Bekerja atau pergi ke daerah dengan penderita demam tifoid yang tinggi
  • Bekerja sebagai ahli mikrobiologi klinis dan bersentuhan dengan bakteri Salmonella typhi
  • Melakukan kontak dengan orang yang sedang atau telah terinfeksi tipes
  • Mengonsumsi air yang telah terinfeksi kotoran yang mengandung bakteri Salmonella typhi

Diagnosis

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis tipes seperti berikut.

Riwayat medis dan perjalanan

Langkah pertama yang dilakukan dokter untuk diagnosis tifus adalah mencari tahu penyebab penyakitnya seperti gejala yang dialami, riwayat penyakit, dan riwayat perjalanan. Dari informasi ini, dokter dapat menentukan apakah pasien terkena tipes atau tidak.

Tes cairan dan kultur jaringan

Untuk memastikannya, dokter akan mencari keberadaan bakteri penyebab tipes dengan melakukan serangkaian tes, seperti tes darah, feses, urine, atau sumsum tulang. Sampel ini akan diletakkan pada media khusus supaya terjadi pertumbuhan bakteri. Setelah itu, kultur akan diperiksa dibawah mikroskop untuk mengetahui keberadaannya. Selain tes kultur jaringan, dokter akan melakukan tes lain untuk mendeteksi antibodi terhadap keberadaan bakteri penyebab tipes dalam darah.

Pengobatan

Untuk mengobati demam tifoid atau tipes, dokter akan meresepkan antibiotik seperti berikut.

  • Ciprofloxacin (Cipro) sering diresepkan untuk orang dewasa yang tidak hamil. Obat serupa cipro yaitu ofloxacin juga kerap diresepkan. Namun, di Asia Tenggara, obat jenis ini sudah tidak lagi mempan mengatasi demam tifoid atau tipes.
  • Azithromycin (Zithromax) untuk penderita yang tidak menggunakan ciprofloxacin atau yang resisten terhadap obat tersebut.
  • Ceftriaxone diberikan bila demam tifoid atau tipes lebih serius. Obat ini diresepkan bagi penderita yang tidak minum ciprofloxacin, terutama anak-anak.
  • Minum banyak air putih
  • Bed rest
  • Konsumsi makanan yang mudah dicerna

Pencegahan

Upaya untuk mencegah demam tifoid atau tipes adalah sebagai berikut.

  • Menjaga kebersihan
  • Menghindari kontak dengan pasien tipes
  • Mendapatkan vaksin tifoid
  • Konsumsi makanan dan minuman yang sehat dan terjaga kebersihannya
  • Bagi penderita, tidak menyiapkan makanan atau minuman untuk orang lain sebelum dinyatakan sembuh.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis