fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Ebola adalah penyakit mematikan yang menyerang sistem imun seseorang dan organ lainnya, terutama sel pembeku darah. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan menyebabkan perdarahan yang serius pada seluruh organ tubuh. Ada lima strain virus Ebola, dimana empat diantaranya menyerang manusia. Penyakit ini menular dan hampir 90 persen pasien terinfeksi tidak dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara penanganan yang tepat jika didiagnosis penyakit Ebola lebih awal.

Informasi

Virus Ebola terbilang sangat langka dan dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien terinfeksi. Berikut ini adalah daftar cairan tubuh yang mampu menularkan virus penyakit ini.

  • Darah 
  • Feses
  • Muntahan
  • Air liur
  • Lendir
  • Air mata
  • ASI
  • Air seni (urin)
  • Air mani
  • Keringat 

Mulanya, virus ini menyerang manusia melalui hidangan mamalia yang terinfeksi, seperti kelelawar buah, monyet, landak, dan kijang hutan. Kemudian, virus ini menyebar dari manusia ke manusia lain melalui kontak langsung cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Gejala 

Virus Ebola memang jarang ditemukan dan banyak terjadi di Afrika. Pastikan untuk mengambil langkah preventif sebelum pergi ke daerah yang berisiko terkena penyakit ini. Sebab, virus ini dapat menyerang siapapun tanpa kenal usia. Berikut ini adalah gejala awal penyakit ini biasanya muncul 5-10 hari sejak terinfeksi.

  • Demam 
  • Sakit kepala parah
  • Menggigil
  • Lemah
  • Mual dan muntah
  • Diare, terkadang feses disertai darah
  • Mata merah
  • Nyeri dada dan batuk
  • Ruam
  • Berat badan turun drastis tanpa penyebab yang jelas
  • Perdarahan internal

Apabila Anda mengalami gejala seperti di atas, segera hubungi pihak medis untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Penyebab

Virus Ebola ditemukan pada hewan, seperti monyet, simpanse dan primata jenis lain, serta babi di Filipina. Penularan Ebola dapat terjadi dari hewan ke manusia dan dari satu orang ke orang lain.

Penularan dari hewan ke manusia

Virus Ebola dapat berpindah dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh hewan yang terinfeksi seperti darah, kotoran, atau urin.

Penularan dari orang ke orang lain

Selain itu, orang terinfeksi virus ini juga dapat menularkan penyakit ini ke orang lain melalui cairan tubuh. Anggota keluarga yang merawat kerabat yang sakit Ebola, mempersiapkan jasad untuk penguburan, ataupun personel medis yang tidak menggunakan APD berisiko tertular penyakit ini. Penularan Ebola juga bisa terjadi karena penggunakan jarum suntik yang berulang dan alat suntik yang tidak steril karena telah terkontaminasi.

Faktor Risiko

Risiko tertular virus Ebola dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini.

  • Bepergian ke negara-negara yang memiliki risiko tertular virus Ebola tinggi, seperti Afrika
  • Melakukan penelitian pada hewan, terutama yang terinfeksi virus Ebola atau Marburg seperti monyet dari Afrika atau Filipina
  • Memberikan perawatan medis atau personal kepada pasien Ebola tanpa alat perlindungan diri, seperti masker dan sarung tangan
  • Mempersiapkan jasad penguburan bagi pasien Ebola tanpa APD.

Diagnosis

Penyakit ini sulit dideteksi karena tanda-tandanya yang menyerupai penyakit lain, seperti tifoid dan malaria. Namun, jika dokter telah menduga virus Ebola, akan dilakukan tes darah untuk mengidentifikasi virusnya, berupa ELISA dan PCR. Kemudian, pasien akan mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit supaya virusnya tidak menyebar.

Pengobatan

Langkah pengobatan penyakit ini hanya berupa pengendalian gejala dan menjaga sistem kekebalan tubuh pasien dari virus. Sebab, obat untuk mengatasi virus Ebola belum ditemukan. Beberapa tindakan pengobatan pendukung lainnya yaitu:

  • Infus cairan untuk mencegah dehidrasi
  • Obat darah tinggi untuk menurunkan tekanan darah
  • Oksigen tambahan untuk menjaga suplai oksigen ke seluruh tubuh
  • Transfusi darah jika pasien mengalami kekurangan darah (anemia)

Pemulihan Ebola berlangsung selama beberapa bulan hingga virus dipastikan hilang. Pada masa ini, penderita akan mengalami kerontokan rambut, penyakit kuning, gangguan saraf, rasa lelah yang berlebihan, dan radang mata serta testis. Bagi penderita dengan sistem kekebalan tubuh lemah, akan berisiko mengalami komplikasi.

Pencegahan

  • Hindari kontak langsung dengan seseorang dengan gejala Ebola termasuk barang-barang pribadi dan cairan tubuhnya
  • Hindari kontak langsung dengan hewan primata dan kelelawar yang berpotensi menularkan virus termasuk cairan tubuhnya
  • Jaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun
  • Hindari rumah sakit yang merawat pasien Ebola
  • Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala Ebola diatas dan usai mengunjungi wilayah dengan tingkat prevalensi penyakit Ebola tinggi

Sementara, bagi petugas medis wajib melakukan langkah berikut supaya terhindar dari virus Ebola, seperti:

  • Menggunakan alat pelindung diri, seperti apron, masker, sarung tangan, dan pelindung mata
  • Berhati-hati saat mengambil sampel darah atau cairan tubuh pasien penyakit ini
  • Rajin cuci tangan, terutama saat berada disekitar pasien penyakit ini
  • Segera membuang peralatan medis sekali pakai, seperti alat suntik ke tempat yang telah ditentukan
  • Hindari kontak langsung dengan pasien dan jasad penderita penyakit ini

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis