fbpx
BerandadirektoriPenyakitDarah Tinggi pada Ibu Hamil: Pemicu dan Penangannnya

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi yang ditandai dengan tingginya tekanan darah terhadap dinding arteri. Kondisi ini akan bisa memicu terjadinya gangguan kesehatan seperti penyakit jantung. Ibu hamil merupakan golongan yang berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berikut ini, pemicu, gejala, serta cara menangani darah tinggi pada ibu hamil tersebut. 

Darah_Tinggi_Pada_Ibu_Hamil

Apa saja pemicunya?

Tekanan darah tinggi yang dialami oleh ibu hamil, merupakan kondisi yang berpotensi memicu terjadinya komplikasi pada ibu hamil dan juga perkembangan janin yang dikandungnya. Oleh sebab itu, ibu yang sedang mengandung sebisa mungkin harus bisa menjaga tekanan darahnya agar tetap stabil. Adapun pemicu tingginya tekanan darah pada ibu hamil adalah sebagai berikut. 

  1. Berat badan berlebihan atau obesitas pada saat hamil
  2. Tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup
  3. Merokok
  4. Mengonsumsi alkohol
  5. Kehamilan pertama
  6. Riwayat penyakit hipertensi saat kehamilan di dalam keluarga
  7. Mengandung bayi kembar
  8. Berusia lebih dari 35 tahun pada saat hamil
  9. Menderita diabetes atau penyakit autoimun tertentu

Tipe Penyakit Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Kondisi tekanan darah tinggi yang dialami oleh hamil, bisa dibedakan menjadi 3 tipe, yakni hipertensi kronis, hipertensi gestasional, dan preeklampsia. Masing-masing tipe tekanan darah tinggi pada saat hamil ini, ada yang mulai muncul sebelum kehamilan berusia 20 minggu dan ada yang terjadinya setelahnya. Berikut ini adalah ulasan mengenai tipe hipertensi pada ibu hamil. 

  1. Hipertensi Kronis

Hipertensi kronis merupakan kondisi di mana tekanan darah tinggi dialami ibu hamil sebelum memasuki usia kehamilan 20 minggu atau bisa juga sebelum kehamilan terjadi. Hipertensi tersebut mungkin sudah diderita sejak lama, namun baru diketahui setelah melakukan pemeriksaan pada saat kehamilan. Hipertensi kronis ini bisa berujung pada preeklamsia. 

  1. Hipertensi Gestasional

Hipertensi gestasional merupakan tekanan darah tinggi yang memang terjadi pada saat kehamilan. Kondisi ini sendiri biasanya terjadi mulai dari kehamilan berusia 20 minggu. Pada beberapa kasus, hipertensi gestasional ini tidak akan berefek buruk pada janin yang dikandung. Hipertensi gestasional ini biasanya juga akan bisa sembuh, setelah 12 minggu pasca melahirkan. 

Meskipun pada beberapa kasus hipertensi gestasional ini tak berefek buruk pada janin, namun pada kasus yang serius, kondisi ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau kelahiran prematur. Beberapa wanita yang menderita hipertensi gestasional ini juga berisiko mengalami preeklamsia di masa mendatang.  

Jaminan Lifepack untuk Anda

  1. Preeklamsia

Preeklamsia merupakan kondisi darah tinggi pada ibu hamil, yang terjadi setelah kehamilan berusia 20 minggu. Umumnya, preeklamsia ini dialami oleh ibu hamil di trimester terakhir kehamilannya. Preeklamsia berisiko menjadi kondisi yang mengancam nyawa ibu hamil dan janin yang dikandungnya. 

Gejala

Mendeteksi tekanan darah tinggi yang dialami oleh ibu hamil sedini mungkin, akan bisa menghindarkannya dari kondisi yang mengancam nyawa dirinya dan juga janin yang sedang dikandungnya. Berikut adalah gejala tekanan darah tinggi pada ibu hamil:

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

  1. Sakit kepala yang menetap
  2. Bengkak di kaki dan tangan 
  3. Berat badan yang naik tiba-tiba
  4. Kondisi penglihatan yang berubah, misalnya seperti mengabur atau penglihatan jadi membayang
  5. Mual atau muntah
  6. Rasa nyeri di sisi kanan atas perut atau di sekitar perut 
  7. Jumlah urin yang sedikit 

Penanganan

Saat tekanan darah ibu hamil membumbung tinggi, tentu penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan, agar kondisi tersebut tak membahayakan ibu hamil dan juga janin yang dikandungnya. Beberapa jenis obat hipertensi seperti metildopa dan labetalol, sudah dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dengan hipertensi. 

Adapun obat hipertensi lainnya seperti ACE inhibitor, ARB, dan penghambat renin, umumnya sama sekali tak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dengan hipertensi. Obat ini tak direkomendasikan karena kandungannya akan bisa mengalir ke aliran darah janin, sehingga berefek negatif pada perkembangan kesehatan janin.

Ibu hamil perlu memahami bahwa tak semua obat hipertensi bisa dikonsumsi pada saat mengandung. Oleh sebab itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai obat untuk menurunkan tekanan darah yang tepat dikonsumsi pada saat hamil. Dengan begini, tak akan memunculkan efek negatif pada ibu hamil dan juga janin yang sedang dikandung. 

Tekanan darah tinggi berisiko dialami oleh ibu hamil. Hipertensi pada ibu hamil berisiko memicu kondisi yang mengancam nyawa ibu hamil dan janin yang dikandungnya, jika tak segera diberi ditangani. Oleh sebab itu, kenali gejala tekanan darah tinggi pada ibu hamil, untuk bisa mendeteksinya sedini mungkin.

Jaminan Lifepack untuk Anda

Dokter Lifepack, dr. Irma Lidia, menambahkan “hipertensi menimbulkan resiko baik ibu dan janin. Hipertensi meningkatkan risiko preeklampsi (mengancam jiwa), stroke, gagal jantung, kematian, bayi mati dalam kandungan. Karena itu ibu hamil yang memiliki hipertensi baik sebelum maupun saat kehamilan sebaiknya memonitor dan memantau tekanan darahnya dengan baik dan rutin kontrol fasilitas kesehatan sesuai anjuran dokter yg merawat.”

Salah satu obat yang dapat dikonsumsi oleh penderita hipertensi adalahAcetensa 50MG 30 Tablet – Obat Hipertensi (Rp372.000)yang bisa didapatkan dengan resep dokter. Download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antri.

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Konsultasi Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat anda

Konsultasi Sekarang

Referensi

Pertanyaan Seputar Lifepack

+

Apa itu Lifepack?

+

Apa yang membuat Lifepack berbeda dengan yang lain?

+

Apa saja metode pembayaran yang tersedia di Lifepack?

+

Berapa lama pengiriman obat saya?

+

Dokter spesialis apa saja yang tersedia di Lifepack?

Konsultasi Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat Anda

Yuk, segera

Konsultasi Sekarang

Konsultasi mobile Bersama Dokter kami secara Gratis, dan Dapatkan Resep Obat anda

Konsultasi Sekarang

Jaminan Lifepack untuk Anda

100% Obat Asli

Semua produk yang kami jual dijamin asli dan kualitas terbaik.

Dijamin Lebih Murah

Kami menjamin akan mengembalikan uang dari selisih perbedaan harga.

Gratis Ongkir

Tak perlu antre. Kami kirim ke alamat Anda. GRATIS!

5 Alasan Beli Obat di Lifepack

Kebersihan Apotek Selalu Terjaga

Apoteker selalu dicek suhu badannya

Apoteker selalu menggunakan Sanitizer

Kemasan obat praktis dan aman

Pengiriman dilakukan tanpa kontak langsung

Artikel Terkait

pembesaran kantung udara di paru-paru

Emfisema: Pembesaran Kantung Udara di Paru-Paru

direktoriPenyakit   10/11/2022
perbedaan demam berdarah malaria

Perbedaan Demam Berdarah dan Malaria

direktoriPenyakit   27/09/2022
demam berdarah dan tifus

Wajib Tahu! Perbedaan Demam Berdarah dan Tifus

direktoriPenyakit   26/09/2022
fase demam berdarah

Jangan Lengah, Ini 3 Fase Demam Berdarah yang Harus Dipahami

direktoriPenyakit   05/09/2022
jantung koroner

Jantung Koroner: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

direktoriPenyakit   02/09/2022

Tebus Obat Tak Perlu Antre Lagi

Dapatkan atau Upload resep, obat siap dikirim ke lokasi Anda

Chat via Whatsapp

Respon Cepat, Jawaban Akurat

Download Aplikasi

Obat Dijamin Asli, Lengkap dan Murah

Pelajari Lebih Lanjut

Metode Pembayaran

metode pembayaran

Partner Pengiriman