fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Cyclosporin merupakan jenis obat yang termasuk golongan imunosupresan yang fungsinya untuk menekan potensi tubuh menolak organ setelah transplantasi, seperti transplantasi organ ginjal, hati, jantung atau sumsum tulang. Cara kerja obat ini yaitu dengan menekan fungsi sel darah putih serta daya tubuh agar tidak menghalangi proses tubuh beradaptasi dengan adanya organ tubuh yang baru. Selain itu, obat cyclosporin dapat mengatasi penyakit autoimun atau peradangan kronis seperti psoriasis atau sindrom nefrotik, dan rheumatoid arthritis.

Informasi

Obat cyclosporin dapat mengatasi berbagai kondisi kesehatan yang akan mempengaruhi sistem daya tahan tubuh seperti penyakit crohn dank ulcerative colitis. Catatan, obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak. Obat cyclosporin tersedia dalam kemasan kapsul, sirup dan suntik. Obat ini tergolong sebagai obat resep yang harus berkonsultasi dan mendapatkan resep serta anjuran dari dokter. 

Dosis

Dosis obat cyclosporin disesuaikan dengan kondisi tubuh dan usia pasien. Pengobatan untuk dewasa antara lain:

  • Pengobatan oral pasca transplantasi organ: awal 10-15 mg/kg/hari, 4-12 jam sebelum dilanjutkan selama 1-2 minggu, dan dosis penyesuaian 2-6 mg/kg/hari. 
  • Untuk pengobatan oral dermatitis atopic: awal 2,5 mg/kg/hari terbagi 2 dosis dan dosis maksimal 5 mg/kg/hari.
  • Pengobatan oral psoriasis: awal 2,5 mg/kg/hari terbagi 2 dosis dan dosis maksimal 5 mg/kg/hari.
  • Pengobatan rheumatoid arthritis: awal 2,5 mg/kg/hari terbagi 2 dosis dan dosis maksimal 4 mg/kg/hari.
  • Untuk pengobatan oral gejala nefrotik: awal 5 mg/kg/hari dibagi 2 dosis.
  • Pengobatan intravena (infus) pasca transplantasi organ: awal 5-6 mg/kg/hari, infus selama 2-6 jam dan dapat diganti dengan dosis orang secepat mungkin.

Pengobatan untuk dosis anak-anak, khususnya untuk pengobatan oral gejala nefrotik dosisnya yaitu 6 mg/kg/hari yang terbagi 2 dosis. 

Kontraindikasi

Interaksi dengan Obat Lain

Obat cyclosporin akan berkurang kinerjanya jika berinteraksi dengan obat-obatan lain. Anda harus menginformasikan kepada dokter jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu khususnya obat yang mengandung kalium atau potassium serta vitamin, suplemen dan produk herba. 

Kelompok Orang Berisiko

Obat cyclosporin berkontraindikasi dengan orang-orang yang memiliki beberapa riwayat penyakit tertentu. Anda harus berhati-hati sebelum menggunakan obat cyclosporin jika menderita penyakit liver, ginjal, hipertensi, kolesterol tinggi, kanker, kadar magnesium rendah, hyperkalemia serta penyakit infeksi berat. 

Untuk penderita psoriasis yang sedang menerima pengobatan seperti UBV, PUVA, radioterapi atau obat methotrexate tidak dianjurkan menggunakan obat cyclosporin karena akan memicu kanker kulit. Selain itu, kontraindikasi dari obat cyclosporin akan meningkatkan risiko munculnya limfoma. Bagi orang sudah lanjut usia, maka tidak disarankan mengonsumsi obat ini. 

Sebaiknya hindari kontak dengan orang yang sedang menderita flu atau infeksi lainnya agar tidak tertular, karena efeknya cyclosporin dapat menurunkan daya tahan tubuh. Anda juga perlu menghindari orang yang baru menerima vaksin kuman yang dilemahkan seperti vaksin flu. 

Anda harus berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika akan melakukan vaksinasi sebelum mengonsumsi obat ciclosporin. Jika Anda terjadi alergi setelah penggunaan cyclosporin, maka Anda harus menemui dokter. 

Anda perlu memperhatikan kegiatan di bawah sinar matahari langsung, sebaiknya Anda gunakan tabir surya agar tidak terkena paparan sinar matahari selama penggunaan obat cyclosporin.

Efek Samping

Beberapa efek samping yang dapat terjadi dari penggunaan obat cyclosporin antara lain: 

  • Hipertensi
  • Tremor
  • Kesemutan
  • Edema wajah
  • Hepatotoxicity
  • Hypertrichosis
  • Jerawat
  • Hipertrofi gingival atau kelainan gusi akibat penyakit darah
  • Hyperkalaemia
  • Gangguan pencernaan

Jika Anda mengalami gejala efek samping yang berbeda dari yang disebutkan di atas, maka Anda sebaiknya langsung berkonsultasi pada dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Cara Konsumsi

Sebelum menggunakan obat cyclosporin, pastikan Anda sudah mengetahui anjuran dokter dan membaca informasi aturan pakai yang tertera pada kemasan obat. Obat cyclosporin dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Jika Anda mengonsumsi obat ini yang bentuk kemasan sirup, Anda dapat gunakan sendok takaran yang sudah disediakan dalam kemasan. Untuk menetralisir rasa obat yang tidak enak, Anda dapat mencampurnya dengan jus jeruk atau susu. 

Agar mendapatkan hasil maksimal dari obat cyclosporin, sebaiknya konsumsi obat ini dalam waktu yang sama setiap harinya. Anda tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi dosis tanpa konsultasi lebih dulu dengan dokter. Dengan berkonsultasi kepada dokter, Anda dapat menghindari terjadinya efek samping atau mengurangi efektivitas obat. 

Jika Anda terlupa mengonsumsi obat cyclosporin oral, Anda dapat langsung meminumnya saat Anda teringat asalkan jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Namun jika sudah dekat, maka abaikan saja dan jangan menggandakan dosisnya. 

Anda disarankan untuk terus memantau kondisi ginjal dan fungsi organ tubuh lainnya melalui tes darah secara rutin selama pengobatan dari cyclosporin. Simpanlah obat ini pada suhu ruangan yang baik dan hubungi dokter jika setelah 6 minggu pengobatan tidak mengalami perubahan atau tak kunjung membaik.

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis