fbpx

Curcuma Xanthorrhiza Rhizoma

Okt 7, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf C | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Sejak dahulu, nenek moyang sudah menggunakan temulawak sebagai obat ataupun herbal yang bisa digunakan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Bagian dari tumbuhan temulawak yang sering digunakan adalah bagian akar atau rimpangnya yang disebut pula sebagai Curcuma xanthorrhiza rhizoma (Baca juga Curcuma Xanthorrhiza Extract: Penjelasan dan Manfaat). 

Informasi 

Curcuma xanthorrhiza rhizoma atau yang dikenal di Indonesia sebagai temulawak merupakan salah satu tanaman khas Indonesia dengan beragam manfaat dan digunakan sebagai bahan dasar dalam obat-obatan herba untuk menangani gangguan kesehatan dan produk kecantikan. Bagian dari tumbuhan ini adalah akar dan batang yang tumbuh di dalam tanah.

Anda bisa memanfaatkan tanaman ini dengan mengolahnya menjadi jamu atau juga bisa mengonsumsinya dalam bentuk suplemen. Sudah banyak beredar suplemen dari ekstrak Curcuma xanthorrhiza rhizoma, yang digunakan untuk meningkatkan nafsu makan dan menjaga kesehatan fungsi hati. 

Suplemen dengan kandungan ekstrak temulawak ini tersedia dalam bentuk tablet untuk dewasa dan sirup atau gummy (permen jelly) untuk konsumsi anak-anak. Biasanya dalam 1 tablet suplemen mengandung 20 mg ekstrak temulawak. 

Curcuma xanthorrhiza rhizoma dalam bentuk jamu maupun suplemen dapat digunakan dalam mengatasi masalah pencernaan (diare, disentri, dan wasir), mengandung antioksidan, membantu mengurangi peradangan, menurunkan demam, berpotensi sebagai antibakteri dan antikanker, dan berpotensi mencegah penggumpalan darah

Dosis

Ekstrak Curcuma xanthorrhiza rhizoma dapat Anda konsumsi dengan dosis tertentu, bergantung pada beberapa faktor, mulai dari usia, kesehatan, dan kondisi lain. Sehingga dosis ekstrak temulawak pada tiap orang tidak bisa disamaratakan. 

Sampai saat ini tidak ada takaran pasti untuk mengonsumsi ekstrak temulawak. Namun biasanya digunakan sehari sekali dan konsumsi harus dihentikan ketika masalah atau penyakitnya sudah sembuh. 

Ekstrak temulawak meski berasal dari bahan alami, belum tentu aman ketika dikonsumsi. Sebagai antisipasi terjadinya efek samping, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsinya. Ketika Anda menggunakan ekstrak temulawak dalam bentuk suplemen, pastikan membaca petunjuk penggunaan.

Kontraindikasi

curcuma-xanthorrhiza-rhizoma-temulawak

Interaksi dengan Obat Lain

Ada beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan konsumsi ekstrak temulawak. Sebaiknya sebelum konsumsi ekstrak temulawak atau Curcuma xanthorrhiza rhizoma, Anda dapat konsultasi dengan dokter serta beritahu dokter terkait semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep atau non resep dan produk herbal) 

Sebaiknya Anda tidak memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter. Selain itu, beberapa obat-obatan jika dikonsumsi bersama ekstrak temulawak dapat meningkatkan efek samping. Obat tersebut adalah Aspirin, obat NSAID, obat diabetes, obat hipertensi, serta obat pengencer darah

Kelompok Orang Berisiko

Ekstrak temulawak atau Curcuma xanthorrhiza rhizoma memang memiliki beragam manfaat. Tetapi sebagian orang dengan kondisi tertentu tidak diperbolehkan mengonsumsinya, seperti pasien yang memiliki hipersensitif atau alergi terhadap kandungan temulawak, ibu hamil terlebih masuk trimester 3, dan ibu menyusui. 

Anda juga tidak diperbolehkan mengonsumsi ekstrak temulawak jika dalam kondisi memiliki penyakit ginjal, terutama batu ginjal, diabetes, kelainan perdarahan, dan penyakit autoimun lainnya. Bagi Anda yang berada di bawah penyalahgunaan alkohol juga tidak diizinkan mengonsumsi ekstrak temulawak. 

Efek Samping

Ekstrak temulawak atau Curcuma xanthorrhiza rhizoma aman jika digunakan sebagai obat dalam waktu singkat, maksimal 18 minggu. Apabila Anda mengonsumsinya lebih dari itu, ekstrak ini dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama iritasi perut dan mual. Ada sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya. 

Bagi Anda yang memiliki gangguan penyakit hati dan masalah empedu, sebaiknya menghindari konsumsi ekstrak ini. Temulawak akan meningkatkan produksi empedu sehingga malah memperburuk kondisi kesehatan Anda. 

Cara Konsumsi

Perlu Anda ingat, bahwa meskipun memiliki segudang manfaat, ekstrak temulawak atau Curcuma xanthorrhiza rhizoma tidak bisa menggantikan obat dan perawatan dari dokter. Hal tersebut karena dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan manfaat ekstrak temulawak. Penggunaan ekstrak ini hanya untuk terapi penunjang, bukan untuk menyembuhkan penyakit.

Di lain sisi, jamu yang terbuat dari ekstrak temulawak tidak memiliki standar dosis yang tetap. Hal ini berakibat pada efek jamu yang akan berbeda pada tiap pengguna. Walaupun manfaat ekstrak ini telah dibuktikan melalui penelitian, belum tentu akan bekerja efektif pada semua orang. Hal tersebut dipengaruhi dosis, resep, dan cara penggunaan yang berbeda-beda pada tiap orang.

Usahakan konsultasikan kepada dokter Anda terlebih dahulu jika ingin menggunakan temulawak sebagai pengobatan pendamping. Hal ini sebagai bentuk pencegahan terjadinya interaksi negatif dengan obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Pastikan juga Anda tidak memiliki alergi terhadap temulawak, karena reaksi alergi parah bisa saja menyebabkan syok anafilaktik.

Ketika Anda menemui dokter untuk konsultasi sebelum menggunakan ekstrak temulawak atau Curcuma xanthorrhiza rhizoma ini, dokter akan melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk melihat apakah ekstrak ini baik untuk Anda atau tidak.

Jika hasil pengecekan dokter menyatakan Anda tidak diizinkan untuk mengonsumsi ekstrak temulawak, sebaiknya patuhi aturan tersebut dan jangan melanggarnya. Anda harus memberi kepercayaan pada dokter ahli demi kondisi kesehatan yang jauh lebih baik.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis