Ciri Kanker Payudara Stadium 1

Jul 7, 2020 | Hidup Sehat | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Aileen Velishya

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Kanker dapat menyerang berbagai bagian tubuh, salah satunya pada payudara. Kanker payudara merupakan kanker yang paling mengancam jiwa pada wanita dan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Menurut WHO, pada tahun 2018, diperkirakan 627.000 wanita meninggal karena kanker payudara atau setara dengan 15% dari semua kematian akibat kanker pada wanita. 

Dalam perkembangannya, kanker payudara memiliki beberapa tahap atau stadium. Stadium kanker payudara adalah cara menggambarkan seberapa besar kanker payudara dan bagian mana dari tubuh yang terpengaruh. Selain itu, mengetahui stadium kanker payudara juga mempengaruhi pengobatan apa yang akan dijalani oleh penderita. Kanker payudara memiliki beberapa stadium, antara lain stadium 0, stadium I, stadium IIA, stadium IIIB, dan kanker payudara stadium IIIA.

Pada stadium 1, terbagi menjadi dua tipe yaitu stadium 1A dan 1B. Pada stadium 1A, ukuran benjolan pada payudara berukuran 2 cm, biasanya belum ada pembengkakan kelenjar getah bening maupun penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Sehingga terkadang orang yang mengalaminya tidak menyadari bahwa ia memiliki kanker.

Sedangkan pada stadium 1B, kanker ditemukan di dekat kelenjar getah bening, dan tidak ada tumor pada payudara. Namun jika ditemukan tumor, biasanya ukuran tumor lebih kecil dari 2 cm.

Gejala Kanker Payudara

Selain dengan mengetahui bagaimana perkembangan kanker payudara pada stadium 1, Anda juga perlu mengetahui bagaimana gejala yang akan timbul jika Anda terserang kanker payudara. Gejala yang muncul dapat berupa:

  • Benjolan pada payudara
  • Terasa nyeri pada payudara
  • Kulit pada payudara berwarna merah, mengelupas, atau terjadi pembengkakan pada sebagian atau seluruh payudara
  • Payudara mengeluarkan darah dari puting susu
  • Bentuk atau posisi puting tidak normal seperti biasanya
  • Perubahan bentuk dan ukuran payudara

Deteksi Kanker Payudara

Anda dapat mendeteksi keberadaan kanker payudara dengan melakukan skrining. Skrining yang dapat dilakukan adalah dengan mamografi, uji klinis pada payudara, dan pemeriksaan payudara secara mandiri (SADARI).

Mamografi

Mamografi dilakukan dengan menggunakan sinar-X berenergi rendah untuk mengidentifikasi kelainan pada payudara. Menurut WHO, mamografi telah terbukti mengurangi angka kematian akibat kanker payudara sekitar 20%.

Uji Klinis Payudara (Clinical Breast Exam)

Clinical Breast Exam atau uji klinis payudara adalah pemeriksaan kedua payudara yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. 

SADARI

Menurut Kementerian Kesehatan RI, SADARI dapat dilakukan dengan cara, antara lain:

  1. Amati dengan teliti payudara Anda di cermin, tanpa berpakaian dengan kedua tangan diangkat keatas kepala. Jika terdapat benjolan, perubahan bentuk pada kulit dan puting, atau payudara secara keseluruhan.
  2. Rapatkanlah telapak tangan dengan kuat sehingga payudara menonjol ke depan dan amati kembali apakah ada benjolan, kulit mengerut seperti kulit jeruk atau cekungan seperti lesung pipi dan puting susu yang tertarik ke dalam.
  3. Pijat pelan-pelan daerah di sekitar puting sampai ke arah ujung puting dan amatilah apakah keluar cairan yang tidak normal, seperti putih kekuning-kuningan yang terkadang bercampur darah seperti nanah. Pada wanita menyusui, bedakan cairan dengan ASI.
  4. Pada posisi berbaring letakkan bantal di belakang punggung, dan tangan kanan diletakkan di belakang kepala. Gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara sebelah kanan
  5. Rabalah payudara dengan ujung dari tiga jari tengah yang dirapatkan. Lakukan gerakan memutar dengan tekanan lembut payudara, dimulai dari pinggir luar sampai ke puting dengan mengikuti arah putaran jarum jam.
  6. Lakukan hal yang sama pada payudara kiri Anda

dr. Irma Lidia, salah satu dokter Lifepack menyebutkan bahwa SADARI sebaiknya dilakukan setiap bulan 1-2 hari pasca menstruasi. Sehingga Anda dapat lebih mengenal payudara, dan menyadari jika terdapat perubahan pada payudara. Selain itu Anda juga dapat melakukan mamografi satu tahun sekali terutama pada wanita 45 taun ke atas. Pada wanita yang berisiko tinggi terkena kanker payudara, dapat melakukan mamografi mulai dari usia 30 tahun ke atas.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Kanker Payudara
Waspada, Inilah Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1
7 Jenis Makanan Sumber Penyebab Kanker Payudara
Cara Mengencangkan Payudara Kendur

Itulah beberapa informasi mengenai ciri kanker payudara stadium 1. Jika Anda memiliki gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Unduh aplikasi Lifepack yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Dapatkan konsultasi dengan dokter profesional dan kemudahan dalam menebus resep obat tanpa antri.

Referensi:

Cancer Australia

Kementerian Kesehatan RI

World Health Organization

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis