fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Chlamydia adalah penyakit yang lebih berisiko menyerang pada diri seseorang yang lebih suka bergonta-ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom. Penderita harus menjalani skrining penyakit chlamydia yang mana  skrining ini dilakukan pada setiap tahunnya. Untuk melakukan pendeteksi apakah penyakit menular seksual seperti Klamidia Anda alami atau tidak.

Bagi pasangan penderita penyakit Chlamydia juga perlu melakukan pemeriksaan karena apabila terkena Chlamydia, baik itu penderita ataupun pasangannya harus diobati supaya tidak menularkan pada orang lain. Bagi ibu hamil juga disarankan untuk melakukan skrining supaya dapat melakukan pencegahan adanya penularan ke janin.

Informasi

Penyakit menular seperti Chlamydia adalah penyakit yang disebabkan karena adanya infeksi bakteri. Apabila tidak ditangani segera mungkin maka bisa meningkatkan adanya risiko kemandulan pada wanita. Pria maupun wanita dapat beresiko terserang penyakit menular ini. Sementara pada pria bakteri Chlamydia adalah bakteri bisa menyerang di bagian uretra atau saluran dalam penis. Pada wanita Chlamydia bisa saja terjadi pada organ panggul.

Ternyata tidak hanya itu saja, karena  Chlamydia juga bisa menyerang di area tenggorokan, dubur maupun mata. Untuk penularan tersebut bisa saja terjadi jika terkena cairan pada organ kelamin. Terkadang diri seseorang yang menderita Chlamydia tidak menyadari bahwa dirinya sudah terinfeksi bakteri Chlamydia. Salah satu alasannya yaitu karena gejala yang ditimbulkan tidak semua orang mengalaminya.

Gejala

Pada biasanya gejala yang ditimbulkan tersebut yaitu setelah 1 hingga 3 minggu penderita mengalami Chlamydia. Bagi diri seseorang yang tidak mengenali gejala tersebut memang seringkali mengabaikannya karena gejala tersebut dianggap tidak parah. Untuk gejala antara pria dan wanita tidak sama, namun keduanya sama-sama merasakan nyeri dan sakit ketika buang air kecil.

Gejala Pada Wanita 

  • Mengalami keputihan dan meninggalkan bau yang tidak sedap.
  • Buang air kecil terasa seperti terbakar.
  • Saat dan sesudah melakukan hubungan intim vagina mengalami pendarahan.
  • Penderita akan mengalami demam, mual dan sakit di area perut paling bawah apabila infeksi sudah menyebar.
  • Mengalami menstruasi yang jauh lebih berat dibanding biasanya

Gejala Pada Pria

Pada pria gejala yang ditimbulkan yaitu seperti:

  • Sakit di bagian testikel.
  • Mengeluarkan cairan berwarna putih kental maupun encer pada ujung penis 
  • Bagian penis mengalami luka dan terasa gatal atau seperti terbakar.
  • Merasakan sakit ketika buang air kecil.
  • Terjadinya pembengkakan di salah satu maupun kedua buah zakarnya

Penyebab

Penyebab dari penyakit klamidia yaitu karena bakteri Chlamydia trachomatis yang mana penyakit jenis ini dapat saja menular melalui seks anal, vagina, oral atau pun saling bersentuhan pada alat kelamin, penggunaan mainan seks yang tidak terjaga kebersihannya tanpa dilapisi kondom juga menjadi media penularan Chlamydia.

Cairan seksual dari alat kelamin penderita juga dapat menularkan bakteri Chlamydia meskipun tanpa ejakulasi, orgasme, maupun penetrasi. Apabila hubungan seksual dilakukan dengan bergonta ganti pasangan maka resiko yang ditimbulkan akan semakin meningkat. Untuk itu Anda disarankan untuk dak sering bergonta-ganti pasangan. Khususnya untuk pasangan yang mempunyai resiko penyakit Chlamydia lebih besar seperti seks komersial.

Faktor Risiko

Supaya Anda terhindarkan dari beberapa gejala Chlamydia seperti di atas, maka ada beberapa faktor risiko yang sebaiknya Anda ketahui dengan baik diantaranya:

  • Pernah mengalami penyakit menular seksual.
  • Terlalu sering bergonta-ganti pasangan saat berhubungan intim.
  • Pelukan dengan penderita Chlamydia.
  • Penggunaan handuk dan peralatan makan yang sama.
  • Melakukan ciuman dengan penderita Chlamydia.
  • Berada dalam satu kolam renang pada orang yang menderita penyakit klamidia.
  • Melakukan seksual secara aktif sebelum berusia 25 tahun.
  • Pada saat melakukan hubungan seks tidak menggunakan kondom.

Diagnosis

  • Dokter menanyakan gejala pasien maupun riwayat dalam berhubungan intim. 
  • Setelah itu melakukan pemeriksaan fisik pada organ intim. 
  • Dokter nantinya akan mengambil sampel cairan organ kelamin maupun sampel urine untuk melakukan pendeteksian Chlamydia.
  • Sampel tersebut diambil dengan mengusap pada area organ intim pasien.
  • Selain pada bagian organ intim maka dokter juga melakukan pengusapan yang dilakukan di area dubur maupun tenggorokan. Tujuannya yaitu supaya dapat mendeteksi adanya bakteri Chlamydia.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan secara khusus untuk penderita Chlamydia. Akan tetapi dokter akan meresepkan pada beberapa jenis obat antibiotik. Jika sekiranya penderita merasa kurang nyaman dengan gejala yang ditimbulkan maka disarankan untuk segera menghubungi dokter supaya memperoleh penanganan yang tepat.

Pencegahan

  • Menggunakan kondom ketika berhubungan intim.
  • Tidak berbagi dalam menggunakan mainan seks.
  • Tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang menderita penyakit Chlamydia.
  • Menghindari hubungan seksual secara bebas atau dengan orang yang bukan pasangan resminya.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin terutama bagi Anda yang aktif melakukan hubungan seksual lebih dari satu orang.

Penyakit seksual seperti Chlamydia memang bisa saja terjadi kepada siapapun yang sekiranya mempunyai faktor resiko seperti penjelasan di atas. Untuk itu Anda disarankan untuk lebih berhati-hati ketika memilih pasangan supaya tidak beresiko adanya penyakit Chlamydia.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis