fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Kesehatan tubuh sangat perlu dijaga agar sistem kerja organ normal dan stabil. Saat sedang mengalami gangguan kesehatan, segeralah mengatasinya. Astaxanthin adalah jenis obat antioksidan yang mampu mengurangi proses alami dalam tubuh atau oksidasi. Suplemen ini juga dijadikan terapi penunjang beberapa jenis penyakit. Inilah penjelasan selengkapnya.

Informasi

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa obat ini merupakan antioksidan yang menyeimbangkan proses di dalam tubuh. Bahan kimia ini ditemukan pada tumbuhan serta hewan tertentu, terutama mikroalga, udang, lobster, dan salmon. Mikroalga hijau bernama Haematococcus pluvialis dinilai menjadi sumber astaxanthin yang terbaik.

Modern ini, obat antioksidan ini sudah ditemukan di pasaran dalam bentuk suplemen. Obat antioksidan yang kuat ini juga mampu meminimalisir efek radikal bebas yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Berbagai risiko penyakit kronis tertentu yaitu gangguan kardiovaskular dan kanker dapat diturunkan dengan mengonsumsi obat tersebut.

Dalam penerapannya, astaxanthin berperan ganda mengurangi reaksi oksidasi tubuh dan membantu mengobati beberapa jenis penyakit. Selain penyakit kronis di atas, beberapa jenis penyakit yang dapat diobati adalah obat antioksidan ini adalah stroke, parkinson, dan kolesterol yang tinggi. Risiko penyakit degeneratif juga dapat diminimalisir.

Peradangan serta gejala nyeri di berbagai bagian persendian juga dapat dikurangi dengan obat antioksidan yang satu ini. Khasiat ampuhnya juga mampu mengatasi rheumatoid arthritis. Untuk pengobatan gangguan persendian dan tulang, sebaiknya Anda tetap mengikuti resep dokter agar tepat dalam pemakaian tanpa efek samping.

Kesehatan kulit juga terjaga dengan pemakaian obat antioksidan ini. Sebuah studi menunjukkan bahwa gabungan dosis astaxanthin topikal dan oral mampu menghilangkan kerutan, mengurangi bintik penuaan, serta mampu menjaga kelembaban kulit. Dengan berbagai manfaatnya tersebut, penuaan dini akan terhindar. Kulit juga akan sehat, halus, dan kencang pastinya.

Dosis

Obat antioksidan yang termasuk kategori bebas ini tetap saja mempunyai aturan pemakaian. Terdapat dosis obat yang perlu diketahui dan dipatuhi. Obat antioksidan ampuh yang tersedia dalam bentuk kapsul dan topikal ini hanya boleh dikonsumsi oleh orang dewasa. Jadi, hindarkanlah obat ini dari jangkauan anak-anak dan remaja. Orang dewasa sehat juga tak perlu mengonsumsi.

Pada umumnya, sudah diterapkan dosis normal untuk orang dewasa yaitu sebanyak 4-40 mg dalam sehari. Berdasarkan dosis ini, obatnya masih aman jika dikonsumsi rutin sampai selama 12 minggu. Selain itu, terdapat aturan dosis lain yang lebih rendah yaitu 4-12 mg sekali dalam sehari dan hanya dikonsumsi seperlunya sesuai efek yang diperlukan.

Dalam kondisi tertentu jika seseorang mengalami gangguan kesehatan dengan skala sedang sampai serius, sangat dianjurkan memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Pemeriksaan secara medis akan lebih aman untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Dokter juga akan merekomendasikan obat yang tepat dengan dosis yang sesuai untuk menyembuhkan gangguan kesehatan yang diderita.

Efek Samping

Dalam pemakaian obat astaxanthin, tetap ditemukan efek sampingnya seperti pemakaian obat medis lainnya. Akan tetapi, efek samping ini belum tentu dialami oleh semua orang yang mengonsumsinya. Dalam kondisi tertentu, seseorang yang mengonsumsi obat akan mengalami beberapa reaksi tubuh sebagai bentuk efek samping pemakaian obat.

Beberapa efek samping yang dimungkinkan terjadi dari mengonsumsi obat antioksidan ini adalah feses berwarna kemerahan karena pigmentasi merah dari obat, menurunkan libido, menumbuhkan payudara pada pria, serta disfungsi ereksi. Jika mengalami efek samping tersebut, segeralah hubungi dokter untuk segera dilakukan pemeriksaan medis dan ditemukan solusi terbaiknya.

Sistem daya tahan tubuh juga ikut dipengaruhi oleh pemakaian astaxanthin. Jadi, seseorang yang mengalami autoimun harus berhati-hati dengan obat ini. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter yang menangani agar tidak terjadi kesalahan konsumsi obat yang justru berakibat fatal. Pasalnya, obat antioksidan ini dapat mengganggu terapi imunosupresif.

Terlepas dari setiap efek samping yang ditakutkan akan terjadi, terdapat panduan yang harus diingat oleh setiap orang yang mengonsumsi obat. Anda harus mematuhi aturan dosis yang berlaku. Jangan sampai mengonsumsi obat melebihi dosis yang ditentukan. Jika tidak, maka bisa terjadi overdosis berupa munculnya alergi obat hingga berbagai reaksi tubuh lainnya.

Tak hanya itu, konsumsi obat berlebihan juga berpotensi meningkatkan reaksi kekebalan tubuh pada efek obat. Akibatnya, obat kurang bereaksi untuk menyembuhkan gangguan kesehatan yang dialami. Alhasil, Anda harus meningkatkan dosis ataupun menambah jumlah obat yang dikonsumsi. Hal ini tentu merugikan, bukan? Jadi, bijaklah dalam mengonsumsi obat.

Perlu diingat pula bahwa apabila gangguan kesehatan yang dialami sudah sembuh, konsumsi obat antioksidan ini bisa dihentikan. Hal ini sesuai dengan aturan untuk mengonsumsi obat seperlunya saja untuk menyembuhkan gangguan kesehatan yang dialami.

Cara Konsumsi

astaxanthin

Sebelum mengonsumsi obat antioksidan ini, sebaiknya Anda benar-benar mengetahui kondisi tubuh. Pastikan Anda tidak mengalami alergi obat dengan cara memastikannya ke dokter terlebih dahulu. Konsultasikan ke dokter apakah aman atau tidak untuk mengonsumsi obat antioksidan ini. Jika aman, maka boleh mengonsumsi namun tetap memperhatikan dosis dan cara pakainya.

Untuk ibu hamil dan menyusui, mengonsumsi obat astaxanthin harus atas izin dokter karena rentan menimbulkan efek samping. Ibu hamil harus mengonsumsi asupan sehat dan sebisa mungkin menghindari konsumsi obat demi menjamin kesehatan janin agar tumbuh kembangnya optimal. Ibu menyusui juga sama yaitu harus meminimalisir konsumsi obat demi asupan ASI yang sehat.

Obat antioksidan yang tersedia dalam dua pilihan yaitu obat oral (kapsul) dan obat topikal (gel, losion, dan krim) haruslah dikonsumsi sesuai dosisnya. Cara mengonsumsinya juga harus berdasarkan aturan pakai yang tertera dalam kemasannya.

Jangan pernah lupa untuk membaca petunjuk pemakaiannya sebelum mengonsumsi obat demi pemakaian yang aman dan tanpa efek samping. Untuk obat oral berupa kapsul, Anda bisa langsung mengonsumsinya sesuai dosis dan aturan pakai. Untuk obat topikal yang dioleskan, usahakan membersihkan bagian tubuh yang akan diolesi agar khasiat obat optimal.

Jangan lupa mencuci tangan sebelum mengonsumsi obat ataupun mengoleskan obat agar meminimalisir kuman yang menempel. Meskipun sederhana, aturan kebersihan ini harus dijaga karena proses penyembuhan akan lancar dan optimal.

Hal yang perlu diketahui, janganlah mengonsumsi obat lainnya selama mengonsumsi obat antioksidan ini. Pasalnya, interaksi antar obat akan menimbulkan reaksi alergi atau efek samping lainnya yang belum pasti diketahui.

Jika memang Anda masih mengonsumsi obat lain, maka konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter yang menangani. Tujuannya agar dapat diketahui aman atau tidaknya mengonsumsi obat secara bersamaan.

Menurut medis, interaksi obat antioksidan ini dengan obat lainnya dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek yang dimaksud tersebut di antaranya adalah kartonoid, menghambat 5-alpha-reductase, dan persoalan kehamilan. Mengingat adanya efek samping yang cukup serius ini, Anda harus tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini agar aman.

Demikianlah berbagai ulasan mengenai obat antioksidan Astaxanthin yang mempunyai banyak khasiat. Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis