fbpx

Ekstrak Belladonna

Sep 29, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf B | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Belladonna mempunyai nama spesies Atropa Belladonna adalah salah satu jenis tanaman beracun yang ternyata dijadikan obat sejak zaman dahulu. Untuk pengobatannya, tanaman ini dijadikan ekstrak, sehingga disebut Ekstrak Belladonna. Tanaman ini banyak dijumpai di kawasan Eropa serta sebagian wilayah Asia.

Informasi

Belladonna adalah tanaman yang mempunyai ciri khas. Tingginya mencapai 5 kaki dan mempunyai bunga ungu. Tanaman ini juga mempunyai buah berry yang warnanya gelap dengan rasa sedikit manis. Belladonna ini sering disebut dengan nama deadly nightside karena mempunyai kandungan racun mematikan. Untuk itu, tanaman ini tidak bisa dikonsumsi dalam jangka panjang.

Meskipun demikian, ekstrak dari tanaman ini mempunyai berbagai fungsi dalam mengobati penyakit. Ekstrak tanaman ini termasuk obat keras, sehingga memerlukan resep dokter untuk mengonsumsinya. Ekstraknya mempunyai kandungan atropine dan scopolamine yang berguna di dunia medis.

Atropine ini dapat menenangkan kejang serta mengatur kerja jantung. Kandungan atropine ini juga mampu menangkal insektisida dan bahan kimia. Kandungan scopolamine juga mempunyai efek menenangkan dengan mengatur sekresi tubuh, termasuk asam lambung. Manfaat scopolamine berikutnya juga membantu mengurangi rasa mual.

Dalam komposisi tertentu yang sudah diatur sedemikian rupa, ekstrak Belladonna mampu mengobati penyakit tertentu. Anda dapat memanfaatkan obat ini untuk menyembuhkan sakit di saluran pencernaan ataupun saluran pernapasan.

Beberapa penyakit tersebut di antaranya adalah sakit kepala sebelah atau migrain, gangguan jangka panjang di saluran pencernaan yaitu usus besar yang disebut IBS, radang sendi, wasir, rhinitis, tukak lambung, divertikulitis, gangguan sistem saraf tepi, dan buang air kecil yang berlebihan di malam hari.

Beberapa gangguan kesehatan di saluran pencernaan, seperti batuk rejan, asma, dan flu, juga dapat disembuhkan dengan mengonsumsi Ekstrak Belladonna ini. Dalam praktik pengobatannya, Anda tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pemeriksaan medis sangat membantu.

Dosis

Ekstrak Belladonna yang dapat mengatasi berbagai gangguan kesehatan ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa. Akan tetapi, cara penggunaannya tentu mempunyai aturan yang berbeda. Dari segi kadar konsumsinya, obat ini mempunyai aturan dosis khusus untuk anak dan untuk orang dewasa.

Untuk anak-anak, obat ini tidak dapat dikonsumsi oleh anak yang usianya di bawah 10 tahun. Ekstrak yang berbentuk plester mempunyai dosis maksimum sebanyak 1 plester setiap 2-3 hari. Untuk ekstrak jenis oral yang berbentuk tablet, dosis maksimumnya adalah 15 mg setiap 24 jam dengan sekali minumnya adalah 5 mg. Jarak setiap kali minum adalah 8 jam.

Berdasarkan dosis untuk anak, ekstrak yang digunakan melalui anus terdapat dua jenis dosis. Untuk anak usia 6-11 tahun, dosis maksimumnya adalah 0,375 mg setiap 24 jam dan batas konsumsi mingguannya tidak melebihi 0,625 mg. Untuk anak usia 12 tahun atau lebih, dosis maksimumnya 0,75 mg setiap 24 jam dan batas konsumsi mingguan tidak melebihi 1,25 mg.

Bagi orang dewasa, terdapat penentuan dosis yang berbeda. Untuk ekstrak yang berbentuk plester, dosis maksimumnya adalah 1 plester setiap 2-3 hari. Untuk ekstrak yang diminum yaitu berbentuk tablet, dosis maksimumnya adalah 30 mg setiap 24 jam dengan dosis sekali minumnya maksimal 10 mg. Jarak minimal setiap kali minumnya adalah 8 jam.

Aturan dosis untuk ekstrak yang dikonsumsi melalui anus untuk orang dewasa adalah maksimal 0,75 mg setiap 24 jam. Batas konsumsi mingguannya adalah tidak boleh lebih dari 1,25 mg. Aturan ini harus dipatuhi agar tidak menimbulkan efek samping.

Efek Samping

ekstrak-belladonna

Setiap obat medis pasti mempunyai efek sampingnya. Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa menurut pemeriksaan FDA (Food and Drug Administration) belum ada jaminan tingkat efektivitas obat. Untuk itu, sangat penting bagi setiap konsumen untuk mengikuti anjuran dokter saat hendak mengonsumsi obat ini.

Beberapa efek samping dari pemakaian Ekstrak Belladonna ini adalah glukoma, asma bronkial, pembengkakan prostat jinak, retensi urin, hiatal hernia, tachycardia atau detak jantung lebih cepat, hipertensi, insufisiensi sirkulasi, radang usus kronis, dan stenosis pylorus atau penyempitan pylorus pada bayi. Risiko lain pada ibu hamil juga dapat terjadi. Produksi ASI juga bisa menurun,

Efek samping dalam skala sedang hingga berat tersebut haruslah diwaspadai dengan cara selalu memperhatikan dosis dan cara mengonsumsi obat. Resep dokter sangatlah diperlukan. Timbulnya berbagai efek samping tersebut juga diawali dengan adanya reaksi lain pada tubuh. Beberapa reaksi tersebut adalah panas tinggi, mual ataupun muntah, alergi dan iritasi, dan mulut kering.

Terdapat pula reaksi awal berupa beberapa gangguan, di antaranya adalah gangguan fisik dan psikis. Gangguan fisik yang dimaksud adalah gangguan penglihatan dan pencernaan. Pada gangguan penglihatan yang dialami bisa berupa pupil paralysis ataupun peningkatan tekanan intraocular. Gangguan pencernaan yang dimaksud dapat berupa konstipasi.

Terkait dengan gangguan psikis sebagai efek samping, pasien yang mengonsumsi ekstrak Belladonna ini dapat mengalami gangguan kejiwaan seperti depresi dan halusinasi. Efek samping kejiwaan ini harus segera ditangani oleh psikiater agar dapat disembuhkan sebelum semakin parah.

Berbagai efek samping di atas harus lebih diwaspadai jika Anda juga mengonsumsi obat lainnya. interaksi dengan obat lain dapat menyebabkan beberapa kondisi riskan, di antaranya adalah meningkatkan efek quinidine, amantadine, antidepresan trisiklik juga MAOI, antihistamin, dan antipsikotik.

Efek antagonis pada metoklopramid, parasimpatomimetik, dan AChEI juga timbul. Efek fenotiazin juga bisa berkurang sebagai akibat interaksi antar obat. Penyerapan simetidin dan levodopa juga berkurang. Dalam hal efek interaksi ekstrak Belladonna dengan makanan yang beralkohol, terdapat efek rasa kantuk serta pusing.

Cara Konsumsi

Sebelum mengonsumsi ekstrak Belladonna ini, sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu ke dokter mengenai aman atau tidaknya mengonsumsi obat medis ini. Jangan sampai terdapat efek samping yang dialami dan berpengaruh fatal bagi kesehatan tubuh.

Setelah dinyatakan aman, ikutilah resep dokter yang sesuai untuk Anda konsumsi karena tentu sudah dikaitkan dengan kondisi tubuh. Jangan sampai mengonsumsi obat di luar dosis yang dianjurkan karena akan meningkatkan risiko timbulnya reaksi alergi dan efek samping lainnya.

Terkait cara mengonsumsinya, Anda sesuaikan saja dengan bentuk ekstrak yang akan dikonsumsi. Terdapat tiga cara dalam mengonsumsi ekstraknya yaitu dengan cara diminum untuk obat oral, dengan cara ditempel untuk obat topikal (berbentuk plester), dan melalui anus untuk obat jenis rektal. Rincian pemakaiannya tentu sudah tertera pada kemasan obat.

Perlu diingat, Anda tetap wajib menjaga kebersihan dalam berbagai hal, termasuk sebelum mengonsumsi obat ekstrak Belladonna ini. Anda perlu mencuci tangan sampai bersih dengan sabun di bawah air mengalir. Semua itu dilakukan demi menghilangkan kuman yang menempel demi kelancaran proses penyembuhan.

Semua penjelasan di atas sangat lengkap, bukan? Anda dapat lebih memahami mengenai Ekstrak Belladonna yang tentunya punya banyak manfaat. Untuk mendapatkan obat ini, Anda bisa membelinya secara online. Beli obat online tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis