fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Penyakit paru yang erat hubungannya terhadap paparan asbes pada jangka kurun waktu yang lama disebut sebagai asbestosis. Untuk asbes itu sendiri merupakan serat silika tahan terhadap panas yang seringkali berada berbagai industri. Misalnya saja sebagai pelapis lantai, sebagai atap, maupun yang lainnya. Kandungan asbes yang baik tentunya tidak akan berpengaruh terhadap kesehatan dan tidak membahayakan.

Informasi

Asbestosis merupakan jenis penyakit paru-paru yang seringkali disebabkan karena adanya paparan serat asbes. Pada biasanya penyakit ini ditandai dengan adanya kemunculan bertahun-tahun setelah diri seseorang terpapar serat asbes. Pada saat akses rusak maka akan mengeluarkan debu halus dan hal ini mengandung serat asbes.

Debu yang terdapat pada serat asbes memang mempunyai risiko terhirup oleh manusia. Sebab itu apabila serat tersebut terhirup, maka bisa menimbulkan kerusakan yang secara tahap. Sehingga kerusakan tersebut tidak akan langsung dirasakan oleh penderitanya.

Gejala

Pada biasanya gejala yang ditimbulkan oleh asbestosis ini dirasakan penderita pada waktu jangka panjang. Misalnya saja pada saat bekerja di lokasi yang berdekatan dengan asbes, paling tidak selama 20 tahun atau bahkan lebih. Untuk mengetahui apa saja gejala yang ditimbulkan, silahkan simak ulasan berikut:

  • Mengalami sesak pada pernapasan ketika melakukan berbagai aktivitas.
  • Mengalami batuk kering secara terus menerus.
  • Merasakan ketidaknyamanan di bagian dada. Misalnya saja dada terasa berat dan menimbulkan rasa nyeri.
  • Nafsu makan yang mengalami penurunan.
  • Berat badan menurun secara drastis.
  • Mengalami clubbing, yaitu perubahan ukuran dari ujung jari lebih besar.
  • Mengalami mengi.
  • Tubuh lebih mudah merasakan lelah.
  • Nyeri di bagian bahu dan dada.
  • Jari mengalami labuh atau membengkak.

Penyebab

Ada banyak penyebab yang menimbulkan penyakit asbestosis ini. Namun untuk penyebab utamanya yaitu karena serat asbes yang masuk ke dalam tubuh, terutama pada bagian paru-paru. Untuk serat asbes tersebut memang sangatlah kecil, sehingga saat dihirup bisa tidak akan langsung merasakannya. Jika serat asbes sudah masuk ke dalam paru-paru maka hal ini tidak bisa dikeluarkan kembali.

Oleh karena itulah penderita akan merasakan reaksi adanya peradangan dan pada akhirnya akan meninggalkan jaringan parut maupun bekas luka. Dalam kondisi seperti ini maka penderita akan merasa terganggu pada organ paru-parunya. Terlebih lagi jika jaringan parut telah meluas maka akan menjadikan paru-paru tidak bisa mengembang secara sempurna.

Meskipun demikian jumlah udara yang masuk ke paru-paru menjadi tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan tubuh. Pada saat penderita merasakan sesak dan ketidaknyamanan pada bagian dada kondisi ini dapat dikatakan sudah parah. Terutama bagi para penderita yang mempunyai kebiasaan merokok, maka pada saat itulah merasakan ketidaknyamanan di bagian dada yang sangat luar biasa.

Faktor Risiko

Seperti yang ada di penjelasan di atas bahwa faktor risiko yang terjadi pada asbes tersebut dikarenakan adanya paparan asbes pada jangka waktu yang lama dalam jumlah yang besar. Hal ini bisa saja terjadi ketika penderita berada di lingkungan maupun bekerja yang mengandung asbes. Berikut ini ada beberapa produk yang memberikan potensi risiko karena mempunyai kandungan asbes. Di antaranya:

  • Produk yang mempunyai kandungan berupa material semen asbes.
  • Lantai vinyl-asbes.
  • Kertas  asbes yang digunakan untuk instalasi produk maupun.
  • Permukaan kopling atau bahan lapisan trail.
  • Beberapa produk tekstil, misalnya seperti kain pita, benang, maupun tali.
  • Produk semprotan akustik pemanasan atau tahan api.
  • Sistem insulasi dinding atap maupun kompor.
  • Jenis pekerjaan seperti pekerja pipa, tukang las, pekerja ledeng, petugas kebersihan, pekerja pabrik.

Diagnosis

  • Dalam melakukan diagnosa dokter akan menanyakan gejala yang seringkali dialami oleh pasien dan melihat dari segi riwayat penyakit.
  • Kemudian dokter melakukan pemeriksaan secara fisik yaitu pada bagian dada.
  • Pemeriksa penunjang juga dilakukan oleh dokter seperti melakukan pemindaian rontgen dada, serta CT Scan supaya bisa melihat gambaran paru-paru.
  • Melakukan tes pada fungsi paru supaya dapat mengetahui fungsi dari pernafasan untuk melakukan pengukuran kecepatan maupun jumlah udara yang sudah terhirup dihembuskan oleh penderita.
  • Melakukan pengambilan sampel jaringan maupun cairan yang ada di dalam paru-paru, mendeteksi adanya kelainan di dalam paru-paru.

Pengobatan

Pengobatan pada penyakit Asbestosis memiliki tujuan supaya dapat meredakan gejala serta memperlambat penyakit agar tidak terjadi komplikasi. Berikut ini metode pengobatan:

  • Memberikan oksigen supaya mengatasi pasien yang kekurangan oksigen karena adanya gangguan pernafasan.
  • Melakukan terapi rehabilitasi paru-paru dapat bekerja secara efektif.
  • Mengajarkan kepada pasien teknik pernafasan yang baik dan benar.
  • Melakukan cangkok paru-paru supaya bisa mengatasi adanya penurunan fungsi paru yang telah parah.
  • Harus melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter selama masa pengobatan berlaku. 
  • Dokter akan melakukan fungsi paru secara berkala supaya bisa mengetahui perkembangan dari kondisi pasien.

Pencegahan

  • Untuk mencegah penyakit asbestosis maka pencegahan yang dilakukan yaitu dengan menghindari paparan panas. Terlebih lagi jika Anda bekerja pada bidang yang rentan terhadap adanya paparan asbes.
  • Menggunakan pelindung wajah maupun pakaian khusus pada saat bekerja.
  • Apabila atap rumah menggunakan asbes dan telah rusak maka segera ganti dengan jenis bahan material lain yang lebih aman.

Apabila serat yang terdapat pada aspek tersebut mempunyai kandungan yang berbahaya. Tentunya saat orang berdekatan terpapar asbes maka bisa menimbulkan hal yang membahayakan. Apabila serat yang terdapat pada asbes terhirup bersarang di paru-paru terus menerus maka serat tersebut akan mengendap dan memberikan peradangan kerusakan jaringan paru-paru maupun meninggalkan bekas luka.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis