fbpx

Amonium Klorida (Ammonium Chloride)

Sep 29, 2020 | direktoriObat, Informasi Kesehatan Obat dari Huruf A | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Ammonium Chloride atau Amonium klorida merupakan salah satu formula yang digunakan dalam membuat obat batuk, khususnya yang berbentuk sirup. Amonium klorida ini berfungsi sebagai ekspektoran, di mana akan membuat produksi air liur menjadi meningkat, sehingga bisa melancarkan dahak saat sedang menderita batuk berdahak.  

Informasi 

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, amonium klorida kerap digunakan sebagai bahan sirup obat batuk berdahak, karena efek ekspektoran yang dimilikinya bisa melancarkan dahak. Selain itu, amonium klorida juga digunakan untuk mengatasi rendahnya level klorida dalam tubuh. Jika kadar klorida rendah dalam tubuh, maka bisa menyebabkan hipokloremia, salah satu jenis gangguan elektrolit. 

Tak hanya itu saja, amonium klorida ini juga digunakan untuk mengatasi kondisi alkalosis metabolik. Alkalosis metabolik merupakan sebuah kondisi di mana kadar basa di dalam darah terlalu tinggi kadarnya. Senyawa ini juga difungsikan sebagai obat untuk hewan, seperti kambing dan domba, untuk menghindarkan hewan tersebut dari penyakit kencing batu. 

Amonium klorida ini berbentuk kristal putih yang sifatnya sangat mudah larut dalam air. Disamping digunakan sebagai obat oral, penggunaan senyawa ini juga dalam bentuk injeksi, terutama untuk kasus di mana terjadi gangguan elektrolit dalam darah. Penggunaan senyawa ini bisa untuk dewasa dan juga anak-anak. 

Sebelum menggunakan amonium klorida, ada beberapa hal penting yang harus diberitahukan oleh seseorang kepada dokter yang menanganinya terlebih dahulu. Pertama, beritahu pada dokter jika sekiranya Anda mengidap alergi atas amonium klorida atau pun jenis makanan atau obat-obatan lainnya. 

Kedua, beritahukan juga jika sekiranya Anda mengidap penyakit atau gangguan pada ginjal atau hati. Ketiga, beritahukan juga pada dokter jika sekiranya Anda kekurangan sodium. Keempat, beritahu dokter jika Anda sedang hamil atau pun sedang program kehamilan. Terakhir, jangan lupa untuk memberitahukan kalau Anda sedang menyusui, karena bisa jadi ada risiko pada bayinya nanti. 

Dosis 

Dosis penggunaan amonium klorida untuk gangguan elektrolit darah (rendahnya klorida dalam darah dan alkalosis metabolik) untuk dewasa dan anak-anak adalah sebanyak 5 mEq/mL, dengan menginjeksikannya melalui intravena. Penginjeksian ini sendiri harus dilakukan oleh tenaga kesehatan dan dalam periode waktu tertentu. Sedangkan untuk pengonsumsian secara oral sebagai obat ekspektoran, yakni dalam bentuk sirup, dosis amonium klorida tersebut adalah sebanyak 135 miligram. 

Khusus untuk amonium klorida yang diinjeksikan, harus diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Konsentrasi amonium klorida yang diinjeksikan ini pun tak boleh lebih dari 1 hingga 2 persen. Walaupun dosis yang direkomendasikan adalah sebanyak 5 mEq/mL, namun bisa terjadi perubahan tergantung pada kondisi dan tingkat toleransi pasiennya. 

Efek Samping 

amonium-klorida

Sama seperti jenis obat lainnya, pengonsumsian atau pun penginjeksian amonium klorida ke dalam tubuh, berisiko menimbulkan efek samping tertentu. Efek samping yang berkemungkinan muncul ini ada yang sifatnya ringan, hingga terbilang berat sehingga harus di atas langsung oleh tenaga kesehatan. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkannya. 

1. Hiperkloremia

Hiperkloremia merupakan kondisi di mana kadar klorida dalam darah terbilang tinggi. Kondisi ini berbanding terbalik dengan hipokloremia, di mana kadar klorida dalam darah relatif rendah. Jika efek samping ini dibiarkan begitu saja, maka bisa memicu terjadinya gagal ginjal kronis atau akut, hingga gangguan pada level pH darah.  

2. Metabolik Asidosis 

Efek samping selanjutnya yang mungkin ditimbulkan oleh Ammon Cl atau amonium klorida adalah asidosis metabolik. Kondisi ini ditandai dengan tingginya kadar asam dalam tubuh seseorang. Seseorang yang mengalami metabolik asidosis akan merasakan gejala seperti sakit kepala, tubuh jadi linglung, hingga napas pendek.  

3. Ruam Kulit 

Penggunaan amonium klorida juga berisiko menimbulkan efek samping berupa ruam pada kulit. Saat terjadi ruam, maka tekstur permukaan kulit akan terasa bersisik atau warnanya akan mengalami perubahan menjadi kemerahan. Ruam yang muncul di permukaan kulit ini akan terasa gatal, membentuk benjolan, serta berisiko mengalami iritasi. 

4. Kejang

Efek samping selanjutnya yang berisiko dipicu oleh penggunaan amonium klorida adalah kejang. Terjadinya kejang dipicu oleh gangguan pada otak. Saat seseorang mengalami kejang, maka gerakan tubuhnya bisa jadi tidak terkendali. Bahkan, tak jarang seseorang yang sedang kejang kehilangan kesadarannya.   

5. Menimbulkan Rasa Kantuk

Penggunaan amonium klorida, baik dalam bentuk sirup maupun yang diinjeksikan ke tubuh, bisa memicu timbulnya rasa kantuk yang berlebihan. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk tak mengonsumsi obat ini sebelum berkendara atau pun melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi penuh. 

6. Hipokalemia

Efek samping selanjutnya dari penggunaan amonium klorida adalah terjadinya hipokalemia. Hipokalemia merupakan kondisi di mana kadar kalium dalam darah berada di bawah batas normal. Normalnya, kadar kalium dalam darah itu adalah sebanyak 3.5 mEq/L. Gejala yang mungkin muncul saat terjadi hipokalemia adalah kram perut, konstipasi, mual, muntah, hingga pingsan. 

7. Nyeri Perut

Seseorang yang mengonsumsi amonium amonium klorida juga berisiko mengalami efek samping berupa munculnya rasa nyeri pada perut. Nyeri yang dirasakan bisa ringan, hingga yang berat. Nyeri perut ini juga terkadang disertai dengan rasa mual hingga muntah. Jika nyeri perut tak kunjung mereda, sangat disarankan untuk langsung menemui dokter atau tenaga medis lainnya. 

8. Hiperventilasi 

Efek samping selanjutnya adalah terjadinya hiperventilasi. Hiperventilasi merupakan kondisi di mana frekuensi bernapas begitu cepat atau bisa disebut berlebihan. Saat seseorang mengalami hiperventilasi, maka kadar karbon dioksida yang dikeluarkan oleh tubuh menjadi meningkat. Level karbon dioksida yang rendah ini pun bisa memicu penyempitan pembuluh darah ke otak. 

9. Ensefalopati 

Ensefalopati merupakan kondisi di mana adanya kelainan pada otak. Terjadinya kelainan atau disfungsi pada otak ini, umumnya menimbulkan gejala seperti kejang, lemah otot, kesulitan dalam bicara, hingga mengalami koma. Pengobatan sedini mungkin bakal bisa memperlambat gejala, bahkan menyembuhkan ensefalopati ini. 

10. Keracunan Amonia 

Terjadinya keracunan amonia disebabkan oleh pengonsumsian atau pun penginjeksian amonium klorida juga bisa terjadi. Gejala yang mungkin muncul saat seseorang mengalami keracunan amonia adalah berkeringat, detak jantung melemah dan tak beraturan, bahkan mengalami koma. Langsung hubungi dokter jika sekiranya gejala ini muncul setelah menggunakan amonium klorida. 

Cara Konsumsi 

Pengonsumsian Ammon Cl atau amonium klorida tentulah harus sesuai resep dokter atau pada aturan pada kemasan obat yang mengandung amonium klorida ini. Jika amonium klorida berbentuk sirop, maka jangan lupa untuk mengocok botolnya terlebih dahulu, agar semua bahan tercampur rata. Gunakan sendok takar khusus yang disediakan saat mengonsumsi obat sirup tersebut. 

Jika amonium klorida diberikan melalui injeksi ke intravena, bagi penderita hipokloremik dan metabolik alkalosis, maka jeda antar injeksinya harus diperhatikan dengan benar. Penginjeksian Ammon Cl atau amonium klorida ini pun harus dilakukan oleh tenaga medis, sesuai dengan aturan yang sudah diberikan oleh dokter yang menanganinya. 

Untuk tebus resep obat, Anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, Anda dapat menebus obat tanpa perlu antri di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis