fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Wanita menopause dengan penyakit kanker payudara biasanya akan diresepkan untuk mengonsumsi Anastrozole. Obat ini juga digunakan sebagai bagian perawatan pada penderita kanker payudara yang kondisinya memburuk setelah mengonsumsi tamoxifen. Di pasaran, jenis obat ini dikenal dengan nama Arimidex.

Arimidex itu sendiri termasuk ke golongan obat keras yang tak bisa dikonsumsi secara sembarangan. Berikut akan dibahas lebih lengkap mengenai informasi obat serta penggunaannya.

Informasi

Pada dasarnya jenis obat ini bekerja dengan cara terapi hormon. Sel-sel tumor di payudara bisa tumbuh cepat karena hormon estrogen meningkat. Arimidex diketahui akan menurunkan hormon estrogen dalam tubuh. Menurunnya hormon estrogen ini kemudian membuat pertumbuhan sel tumor di payudara menjadi semakin lambat. 

Berikut adalah cara kerja Arimidex sebagai salah satu pilihan perawatan untuk mengatasi kanker payudara.

  • Arimidex akan bekerja sebagai inhibitor enzim aromatase.
  • Enzim aromatase berfungsi mengubah androgen menjadi estrogen dan ditemukan pada bagian tubuh seperti kulit, otot, lemak, serta dada.
  • Pertumbuhan sel tumor akan semakin lambat jika estrogen juga rendah.
  • Arimidex sebagai penghambat enzim aromatase secara otomatis akan menghambat produksi hormon estrogen dalam tubuh.
  • Pertumbuhan sel tumor diharapkan menurun setelah terjadi penurunan kadar hormon estrogen.

Obat ini dikonsumsi dalam bentuk tablet dan tidak hanya dimanfaatkan sebagai metode terapi pada pasien dengan penyakit kanker. Arimidex juga diketahui mampu membantu mencegah terjadinya penyakit kanker pada wanita yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit tersebut. 

Perlu diketahui bahwa konsumsi Arimidex ini harus sesuai dengan petunjuk dokter. Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan bahwa Anda memang perlu mengonsumsi Arimidex. Konsumsi obat ini juga harus dilakukan dengan hati-hati karena merupakan obat keras yang memiliki efek samping.

Terutama bagi Anda yang belum mengalami menopause. Penting sekali untuk menginformasikan kondisi tersebut karena konsumsi obat ini berpengaruh pada keseimbangan hormon. 

Dosis

Sebagai obat keras, konsumsi Arimidex harus sangat hati-hati dan sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan. Arimidex bisa dikonsumsi sebanyak 1 tablet per hari dimana 1 tablet terdapat 1 mg anastrozole

Konsumsi Arimidex harus dilakukan secara rutin setiap hari satu tablet. Jika Anda melewatkan jadwal minum, segera minum secepatnya setelah ingat. Jika Anda sudah melewatkan satu hari tidak minum obat, maka lewati jadwal tersebut dan lanjutkan ke hari berikutnya. Jangan meminum obat ini sebanyak dua dosis dalam satu waktu.

Arimidex memiliki bentuk tablet berwarna putih. Anda harus memastikan bahawa obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai aturan dan tidak mengonsumsinya bersamaan dengan obat lain tanpa persetujuan dari pihak dokter.

Perlu diketahui bahwa obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh wanita dalam kondisi hamil. Sebelum mengonsumsi Arimidex, ada beberapa hal yang juga perlu diinformasikan kepada dokter. Informasikan apakah Anda mengonsumsi obat-obatan lain dan memiliki alergi terhadap jenis obat tertentu. 

Efek Samping

Arimidex ternyata memiliki banyak sekali efek samping yang harus Anda waspadai. Anastrozole memang terbukti efektif pada beberapa kasus, namun bukan berarti tidak ada efek samping yang ditimbulkan. Berikut adalah efek samping yang bisa saja muncul setelah mengonsumsi Arimidex.

  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Diare
  • Konstipasi
  • Heartburn
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Depresi
  • Nyeri di bagian dada
  • Perdarahan vagina
  • Iritasi vagina
  • Dry mouth
  • Insomnia (Baca juga Susah Tidur? Atasi Insomnia dengan Memenuhi Asupan Vitamin Ini)
  • Nyeri di bagian kaki dan tangan
  • Nyeri otot dan sendi
  • Penambahan berat badan
  • Mood swing

Efek samping tersebut tergolong ringan dan masih bisa Anda atasi sendiri. Namun, Arimidex ternyata juga bisa menimbulkan efek samping yang berat. Pastikan untuk segera menemui dokter jika Anda mendapatkan tanda-tanda sebagai berikut.

  • Sesak napas
  • Tanda infeksi seperti demam, batuk, dan nyeri tenggorokan
  • Pandangan mengabur
  • Sulit buang air kecil
  • Ruam
  • Bengkak di bagian wajah, tangan, kaki, sendi.
  • Kesulitan menelan
  • Muntah yang berlebihan dan tidak bisa dikendalikan
  • Nyeri dada yang berlebihan
  • Nyeri pada perut bagian kanan
  • Perubahan warna kulit menjadi kekuningan
  • Muncul lesi pada permukaan kulit

Pemakaian Arimidex juga bisa menyebabkan munculnya penyakit lain. Salah satu penyakit yang bisa timbul adalah osteoporosis. Apalagi obat ini memang dikonsumsi untuk wanita lanjut usia dimana mereka sudah mengalami menopause. Bahkan, konsumsi obat ini bisa memperparah kondisi osteoporosis yang sudah ada.

Arimidex dapat menurunkan kepadatan tulang. Obat ini akan meningkatkan kemungkinan retak maupun patah tulang. Jika memang dokter meresepkan Anda obat ini, maka penting sekali untuk berkonsultasi masalah efek samping yang ditimbulkan. Dokter akan memberi penjelasan dan saran untuk mengurangi efek samping tersebut.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai efek samping dari konsumsi Arimidex.

  • Sebagian orang bisa saja tidak merasakan efek samping apapun setelah mengonsumsi obat secara rutin.
  • Efek samping dari obat ini bisa diprediksi berdasarkan durasi konsumsi dan tingkat keparahan penyakit yang diderita oleh pasien.
  • Dokter dapat memberikan saran pencegahan risiko efek samping dan memberikan perawatan jika efek samping tersebut muncul pada pasien.
  • Jika terjadi kejang setelah konsumsi obat, maka pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
  • Arimidex merupakan jenis obat yang memiliki risiko efek samping cukup tinggi, penting sekali untuk memiliki pendamping selama mengonsumsi obat ini.

Cara Konsumsi

Berwujud tablet, obat ini bisa Anda konsumsi seperti obat-obatan tablet biasa. Pada kemasan obat sudah tertera aturan minum yang harus ditaati untuk membantu meminimalkan risiko efek samping yang akan muncul. Berikut adalah cara konsumsi Arimidex yang aman dan bisa dijadikan sebagai panduan.

  • Arimidex adalah jenis obat yang diminum melalui mulut.
  • Obat ini bisa dikonsumsi baik sebelum maupun sesudah Anda makan. 
  • Minumlah satu tablet Arimidex dengan segelas air putih dan hindari meminumnya menggunakan teh maupun susu.
  • Arimidex perlu diminum setiap hari dan di waktu yang sama secara rutin untuk memastikan dosis yang masuk ke tubuh dalam kadar aman.
  • Jangan meminum dua dosis Arimidex dalam satu waktu karena bisa menimbulkan overdosis.
  • Meskipun kondisi tubuh terasa membaik, Arimidex tetap harus dikonsumsi kecuali sudah ada perintah dari dokter.

Jangka waktu konsumsi obat ini bisa jadi cukup panjang. Pasien yang diresepkan Anastrozole biasanya akan meminum obat ini cukup lama. Disarankan tidak berhenti mengonsumsi obat bahkan hingga kondisi tubuh dirasa membaik. Selama dokter tidak memerintahkan untuk berhenti, maka obat bisa terus dikonsumsi sesuai dosis. 

Penting sekali untuk menyimpan obat Arimidex ini dengan benar. Simpanlah tablet obat di dalam wadah kontainer yang tertutup rapat. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak serta simpanlah pada suhu ruang. Hindarkan obat dari panas maupun tempat-tempat yang lembap seperti kamar mandi. 

Pemakaian Anastrozole di dunia kesehatan memang sudah tidak asing lagi. Namun, konsumsi obat ini harus benar-benar di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Konsultasikan kondisi Anda kepada dokter sebelum maupun saat mengonsumsi obat ini demi kebaikan diri sendiri. 

Untuk tebus resep obat, Anda juga bisa mengunduh aplikasi Lifepack. Dengan Lifepack, Anda dapat menebus resep obat tanpa perlu antre di apotek. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Sumber:

MedlinePlus. Anastrozole. Diakses pada 2020.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis