Ammonium Chloride atau Amonium klorida merupakan salah satu formula yang digunakan untuk pembuatan obat batuk, khususnya yang berbentuk sirup. Amonium klorida ini berfungsi sebagai ekspektoran, di mana dapat membantu meningkatkan produksi air liur sehingga dapat membantu mengencerkan dahak saat sedang menderita batuk berdahak.
Informasi
Seperti yang dipaparkan sebelumnya, amonium klorida kerap digunakan sebagai bahan sirup obat batuk berdahak, karena efek ekspektoran yang dimilikinya bisa membantu mengencerkan dahak.
Selain itu, amonium klorida juga digunakan untuk membantu mengatasi rendahnya level klorida dalam tubuh. Jika kadar klorida rendah dalam tubuh, maka bisa menyebabkan hipokloremia, salah satu jenis gangguan elektrolit.
Tak hanya itu saja, amonium klorida ini juga digunakan untuk membantu mengatasi kondisi alkalosis metabolik. Alkalosis metabolik merupakan sebuah kondisi di mana kadar basa di dalam darah terlalu tinggi kadarnya. Senyawa ini juga difungsikan sebagai obat untuk hewan, seperti kambing dan domba, untuk menghindarkan hewan tersebut dari penyakit kencing batu.
Amonium klorida ini berbentuk kristal putih yang sifatnya sangat mudah larut dalam air. Di samping digunakan sebagai obat oral, penggunaan senyawa ini juga dalam bentuk injeksi, terutama untuk kasus di mana terjadi gangguan elektrolit dalam darah. Penggunaan senyawa ini bisa untuk dewasa dan juga anak-anak.
Sebelum menggunakan amonium klorida, ada beberapa hal penting yang harus diberitahukan oleh seseorang kepada dokter yang menanganinya terlebih dahulu. Pertama, beritahu pada dokter jika sekiranya Anda mengidap alergi atas amonium klorida atau pun jenis makanan atau obat-obatan lainnya.
Jaminan Lifepack untuk Anda
Kedua, beritahukan juga jika sekiranya Anda mengidap penyakit atau gangguan pada ginjal atau hati. Ketiga, beritahukan juga pada dokter jika sekiranya Anda kekurangan sodium. Keempat, beritahu dokter jika Anda sedang hamil atau pun sedang program kehamilan. Terakhir, jangan lupa untuk memberitahukan kalau Anda sedang menyusui, karena bisa jadi ada risiko pada bayinya nanti.
Dosis
Dosis penggunaan amonium klorida untuk gangguan elektrolit darah (rendahnya klorida dalam darah dan alkalosis metabolik) untuk dewasa dan anak-anak adalah sebanyak 5 mEq/mL, dengan menginjeksikannya melalui intravena. Penginjeksian ini sendiri harus dilakukan oleh tenaga kesehatan dan dalam periode waktu tertentu. Sedangkan untuk pengonsumsian secara oral sebagai obat ekspektoran, yakni dalam bentuk sirup, dosis amonium klorida tersebut adalah sebanyak 135 miligram.
5 Alasan Beli Obat di Lifepack
Khusus untuk amonium klorida yang diinjeksikan, harus diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Konsentrasi amonium klorida yang diinjeksikan ini pun tak boleh lebih dari 1 hingga 2 persen. Walaupun dosis yang direkomendasikan adalah sebanyak 5 mEq/mL, namun bisa terjadi perubahan tergantung pada kondisi dan tingkat toleransi pasiennya.
Efek Samping
Sama seperti jenis obat lainnya, konsumsi atau pun injeksi amonium klorida ke dalam tubuh, berisiko menimbulkan efek samping tertentu. Efek samping yang berkemungkinan muncul ini ada yang sifatnya ringan, hingga terbilang berat sehingga harus di atas langsung oleh tenaga kesehatan. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkannya.
1. Hiperkloremia
Hiperkloremia merupakan kondisi di mana kadar klorida dalam darah terbilang tinggi. Kondisi ini berbanding terbalik dengan hipokloremia, di mana kadar klorida dalam darah relatif rendah. Jika efek samping ini dibiarkan begitu saja, maka bisa memicu terjadinya gagal ginjal kronis atau akut, hingga gangguan pada level pH darah.
2. Metabolik Asidosis
Efek samping selanjutnya yang mungkin ditimbulkan oleh Ammon Cl atau amonium klorida adalah asidosis metabolik. Kondisi ini ditandai dengan tingginya kadar asam dalam tubuh seseorang. Seseorang yang mengalami metabolik asidosis akan merasakan gejala seperti sakit kepala, tubuh jadi linglung, hingga napas pendek.
Jaminan Lifepack untuk Anda
3. Ruam Kulit
Penggunaan amonium klorida juga berisiko menimbulkan efek samping berupa ruam pada kulit. Saat terjadi ruam, maka tekstur permukaan kulit akan terasa bersisik atau warnanya akan mengalami perubahan menjadi kemerahan. Ruam yang muncul di permukaan kulit ini akan terasa gatal, membentuk benjolan, serta berisiko mengalami iritasi.
4. Kejang
Efek samping selanjutnya yang berisiko dipicu oleh penggunaan amonium klorida adalah kejang. Terjadinya kejang dipicu oleh gangguan pada otak. Saat seseorang mengalami kejang, maka gerakan tubuhnya bisa jadi tidak terkendali. Bahkan, tak jarang seseorang yang sedang kejang kehilangan kesadarannya.
5 Alasan Beli Obat di Lifepack
5. Menimbulkan Rasa Kantuk
Penggunaan amonium klorida, baik dalam bentuk sirup maupun yang diinjeksikan ke tubuh, bisa memicu timbulnya rasa kantuk yang berlebihan. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk tak mengonsumsi obat ini sebelum berkendara atau pun melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi penuh.
6. Hipokalemia
Efek samping selanjutnya dari penggunaan amonium klorida adalah terjadinya hipokalemia. Hipokalemia merupakan kondisi di mana kadar kalium dalam darah berada di bawah batas normal. Normalnya, kadar kalium dalam darah itu adalah sebanyak 3.5 mEq/L. Gejala yang mungkin muncul saat terjadi hipokalemia adalah kram perut, konstipasi, mual, muntah, hingga pingsan.
7. Nyeri Perut
Seseorang yang mengonsumsi amonium amonium klorida juga berisiko mengalami efek samping berupa munculnya rasa nyeri pada perut. Nyeri yang dirasakan bisa ringan, hingga yang berat. Nyeri perut ini juga terkadang disertai dengan rasa mual hingga muntah. Jika nyeri perut tak kunjung mereda, sangat disarankan untuk langsung menemui dokter atau tenaga medis lainnya.
8. Hiperventilasi
Efek samping selanjutnya adalah terjadinya hiperventilasi. Hiperventilasi merupakan kondisi di mana frekuensi bernapas begitu cepat atau bisa disebut berlebihan. Saat seseorang mengalami hiperventilasi, maka kadar karbon dioksida yang dikeluarkan oleh tubuh menjadi meningkat. Level karbon dioksida yang rendah ini pun bisa memicu penyempitan pembuluh darah ke otak.
Jaminan Lifepack untuk Anda
9. Ensefalopati
Ensefalopati merupakan kondisi di mana adanya kelainan pada otak. Terjadinya kelainan atau disfungsi pada otak ini, umumnya menimbulkan gejala seperti kejang, lemah otot, kesulitan dalam bicara, hingga mengalami koma. Pengobatan sedini mungkin bakal bisa memperlambat gejala, bahkan menyembuhkan ensefalopati ini.
10. Keracunan Amonia
Terjadinya keracunan amonia disebabkan oleh pengonsumsian atau pun penginjeksian amonium klorida juga bisa terjadi. Gejala yang mungkin muncul saat seseorang mengalami keracunan amonia adalah berkeringat, detak jantung melemah dan tak beraturan, bahkan mengalami koma. Langsung hubungi dokter jika sekiranya gejala ini muncul setelah menggunakan amonium klorida.
5 Alasan Beli Obat di Lifepack
Cara Konsumsi
Pengonsumsian Ammon Cl atau amonium klorida tentulah harus sesuai resep dokter atau pada aturan pada kemasan obat yang mengandung amonium klorida ini. Jika amonium klorida berbentuk sirop, maka jangan lupa untuk mengocok botolnya terlebih dahulu, agar semua bahan tercampur rata. Gunakan sendok takar khusus yang disediakan saat mengonsumsi obat sirup tersebut.
Jika amonium klorida diberikan melalui injeksi ke intravena, bagi penderita hipokloremik dan metabolik alkalosis, maka jeda antar injeksinya harus diperhatikan dengan benar. Penginjeksian Ammon Cl atau amonium klorida ini pun harus dilakukan oleh tenaga medis, sesuai dengan aturan yang sudah diberikan oleh dokter yang menanganinya.
Demikian informasi seputar amonium klorida. Karena tergolong ke dalam obat keras, amonium klorida hanya bisa didapatkan melalui konsultasi dokter dengan obat resep. Dapatkan informasi dan kebutuhan kesehatan Anda hanya di Apotek Lifepack.
Ingin konsultasi dokter dan tebus obat resep?
Nikmati kemudahan konsultasi GRATIS dengan tim dokter berpengalaman Apotek Lifepack. Sampaikan keluhan dan kebutuhan obat Anda langsung ke dokter kami melalui WhatsApp di nomor 0811 1062 5888 atau melalui link berikut.
Jaminan Lifepack untuk Anda
Dengan layanan digital Apotek Lifepack yang telah terintegrasi, Anda tidak perlu lagi antre ketika menebus resep obat. Apoteker kami akan membantu memvalidasi resep Anda. Layanan tebus resep akan sangat membantu kebutuhan obat rutin pasien kronis.
Apa Itu Apotek Lifepack?
Apotek Lifepack menyediakan beragam obat bebas, obat rutin, suplemen, hingga alat kesehatan dengan harga hemat, produk original berlisensi BPOM, dan gratis ongkir se-Indonesia. Layanan Lifepack tersedia secara online maupun offline. Dapatkan konsultasi dokter gratis dan program prioritas obat rutin secara khusus di layanan online kami.
5 Alasan Beli Obat di Lifepack
Kunjungi juga apotek offline kami di berbagai kota besar. Jakarta di alamat Infinia Park, Jl. Dr. Saharjo No.45, Manggarai, Tebet. Sedangkan Surabaya di Jl. Raya Manyar 11 F, Menur Pumpungan. Untuk warga Bandung, Anda juga bisa membeli obat di Apotek Lifepack Bandung di Jl. Abdul Rahman Saleh Nomor 1A Ruko D, Cicendo. Nantikan kehadiran Apotek Lifepack di kota-kota besar Indonesia lainnya.
Jangan ragu juga untuk hubungi WhatsApp di nomor 0811 1062 5888 untuk beli obat, tebus resep, layanan konsultasi, dan lain-lainnya. Tim Asisten Apoteker kami akan membalas pesan Anda pada jadwal operasional, yaitu hari Senin – Minggu, pukul 07.00 – 23.00. Dapatkan informasi Apotek Lifepack lebih lanjut di sini.