fbpx

5 Perilaku Yang Dapat Menjadi Penyebab Stroke

Mei 4, 2020 | Stroke | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh Nada Karisma

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Stroke merupakan penyakit yang mungkin tidak asing lagi di telinga Anda. Stroke, terjadi ketika suplai darah ke otak tersumbat atau ketika pembuluh darah di otak pecah. Penyakit ini bukanlah penyakit baru. Berdasarkan data Riskesdas, pada tahun 2-18 jumlah penderita stroke pada usia ≥ 15 tahun di Indonesia mencapai 10,9%. Penyebab stroke digolongkan menjadi dua, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti usia dan riwayat keluarga, dan faktor risiko yang dapat diubah seperti faktor perilaku.

Terdapat dua jenis stroke yang perlu Anda ketahui, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik.

Jenis stroke iskemik terjadi ketika gumpalan darah atau partikel lain menyumbat pembuluh darah ke otak. Biasanya stroke iskemik disebabkan oleh simpanan lemak yang disebut plak yang menumpuk pada pembuluh darah juga sehingga mengakibatkan penyumbatan.

Sedangkan pada jenis stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah secara spontan. Darah yang menumpuk dapat merusak jaringan otak di sekitarnya. Stroke hemoragik dapat disebabkan oleh hipertensi dan aneurisma.

Faktor perilaku merupakan faktor yang menjadi penyumbang besar pada terjadinya penyakit ini. Mari simak beberapa perilaku yang dapat meningkatkan risiko stroke berikut ini.

Perilaku Penyebab Risiko Stroke

Menurut CDC terdapat 5 faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terserang stroke, yaitu:

Konsumsi Makanan Tidak Sehat

Perilaku konsumsi makanan tidak sehat dapat meningkatkan risiko Anda terserang stroke. Perilaku ini berupa konsumsi makanan yang tinggi akan lemak jenuh, lemak trans, dan garam. Selain stroke, perilaku konsumsi makanan tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kurang Aktivitas Fisik

Kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko stroke. Kenapa? Karena kurangnya aktivitas fisik dapat mengakibatkan obesitas yang juga faktor risiko dari stroke. Kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. 

Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko Anda terserang stroke. Hal ini karena obesitas dapat menjadi tanda bahwa kadar kolesterol jahat dalam tubuh tinggi. Lingkar pinggang dan lingkar pinggul yang berada di atas ukuran normal dapat meningkatkan risiko terkena stroke iskemik hingga tiga kali lipat.

Konsumsi Alkohol Berlebihan

Faktor risiko stroke lainnya adalah konsumsi alkohol berlebihan. Alkohol meningkatkan tekanan darah dan kadar trigliserida (lemak yang dapat mengeraskan pembuluh darah).

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
5 Tanda dan Gejala Stroke Yang Perlu Kamu Ketahui
Kenali Gejala Dan Bahaya Stroke Yang Dapat Mengancam Nyawa
Penyakit Gagal Jantung Yang Dapat Berujung Pada Kematian
Glaukoma Adalah Penyakit Yang Dapat Sebabkan Kebutaan
Tanda dan Gejala Diabetes Melitus Yang Harus Anda Ketahui

Merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko stroke, karena rokok dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, karbon monoksida dari asap rokok mengurangi oksigen yang dibawah oleh darah dan asap rokok yang membuat darah menjadi kental hingga menggumpal. Hal ini juga bisa terjadi pada perokok pasif (orang yang menghirup asap rokok orang lain).

Perokok memiliki risiko dua kali lipat terkena stroke iskemik dan empat kali lipat terkena stroke hemoragik. Selain itu merokok juga dapat menyebabkan pembentukan aneurisma.

Itulah beberapa perilaku penyebab stroke. Perilaku-perilaku tersebut tidak hanya meningkatkan risiko stroke, melainkan juga penyakit jantung dan diabetes. Oleh karena itu pola hidup sehat perlu dilakukan mulai dari sekarang, untuk menghindari penyakit-penyakit kronis tersebut.

Jika Anda ingin melakukan konsultasi mengenai kesehatan, Anda dapat mengunduh aplikasi Lifepack di Google Play Store dan App Store, dan dapatkan menebus resep obat dengan mudah tanpa antri.

Sumber:
Centers for Disease and Control Prevention
Kementerian Kesehatan
National Institute of Neurological Disorders and Stroke
World Health Organization

Penulis: Nada Karisma

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis