fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Vitamin D merupakan zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan tulang. Selain itu, juga penting untuk:

  • Menjaga kesehatan jantung, otak, dan otot
  • Pertumbuhan sel
  • Mengurangi peradangan
  • Menjaga fungsi imun
  • Penyerapan kalsium dalam usus
  • Mempertahankan kadar kalsium dan fosfat dalam darah untuk mineralisasi dan pertumbuhan tulang
  • Mengatasi dan mencegah osteoporosis (Baca juga Ini Alasan Kenapa Anda Tidak Boleh Meremehkan Osteoporosis)
  • Mengatasi hipoparatiroid, rakitis, dan hipofosfatemia

Secara alami, vitamin ini terbentuk ketika kulit terkena sinar matahari langsung. Bisa dikatakan, sebagian besar vitamin D terpenuhi melalui paparan sinar matahari. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dari makanan, seperti: 

  • Jamur
  • Kuning telur
  • Salmon
  • Mackerel
  • Tuna
  • Susu fortifikasi
  • Keju dan kuning telur

Informasi 

Kelenjar paratiroid akan merangsang usus dan ginjal memproduksi vitamin D apabila kadar kalsium dalam tubuh berkurang. Hal tersebut berguna untuk menyerap kalsium lebih banyak. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami defisiensi vitamin D. Hal ini biasanya disebabkan karena tubuh tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup sehingga pembentukannya tidak efektif. Pada kondisi ini, seseorang akan membutuhkan suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin D.

Vitamin ini memiliki beberapa jenis yaitu vitamin D2 dan vitamin D3. Vitamin D2 berasal dari tumbuhan dan makanan yang diperkaya vitamin D2, sementara vitamin D3 diperoleh dari hewan. Kedua jenis vitamin ini juga tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup.

Dosis

IU (International Unit) merupakan satuan yang menunjukkan jumlah kandungan vitamin D. Ada juga satuan lain yaitu mikrogram. 1 mikrogram sama dengan 40 IU. Konversi satuan tersebut penting guna memilih produk dengan takaran yang tepat sesuai kebutuhan. 

Setiap orang mendapatkan dosis vitamin D yang berbeda, berdasarkan usia dan kondisi yang diderita. Vitamin D 400 IU – 5000 IU dapat diperoleh secara bebas, sementara Vitamin D 50.000 IU baru bisa diperoleh dengan resep dokter. Berikut ini adalah takaran vitamin D sesuai kondisinya.

Dosis Dewasa

  • Untuk mencegah defisiensi vitamin D usia 19-70 tahun: 600 IU per hari
  • Untuk pengobatan dan pencegahan osteoporosis usia >50 tahun: 800-1000 IU, 1 kali sehari
  • Untuk penderita hipoparatiroid: 50.000-200.000 IU, 1 kali sehari
  • Untuk penderita hipofosfatemia: 10.000-60.000 IU, 1 kali sehari
  • Untuk penderita rakitis: 12.000-500.000 IU, 1 kali sehari

Dosis Anak-anak

  • Untuk penderita hipofosfatemia: 40.000-80.000 IU, 1 kali sehari
  • Untuk penderita rakitis: 12.000-500.000 IU, 1 kali sehari

Kebutuhan Harian Vitamin D

  • Usia 0-12 bulan: 400 IU/hari
  • Usia 1-70 tahun: 600 IU/hari
  • Usia >70 tahun: 800 IU/hari

Batas Asupan Vitamin D

  • Usia 0-6 bulan: 1000 IU/hari
  • Usia 7-12 bulan:1500 IU/hari
  • Usia 1-3 tahun: 2500 IU/hari
  • Usia 4-8 tahun: 3000 IU/hari
  • Usia >9 tahun: 4000 IU/hari

Kontraindikasi

  • Sampaikan pada dokter apabila memiliki alergi pada makanan, obat, atau bahan lain yang terkandung
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sering mengalami sakit kepala, memiliki riwayat hipertensi, batu ginjal, dan autoimun
  • Sampaikan pada dokter jika Anda memiliki penyakit hati, jantung, paru-paru, kulit, tiroid, dan gangguan lambung
  • Hubungi dokter jika mengalami gejala alergi atau overdosis

Interaksi dengan Obat Lain

Sejumlah obat yang berpotensi menimbulkan interaksi apabila dikonsumsi bersamaan dengan vitamin D, yaitu:

  • Aluminium dalam antasida
  • Antikejang, prednisone, atau obat pencahar
  • Cholestyramine dan orlistat
  • Calcipotriol
  • Digoxin dan verapamil
  • Diuretik dan diltiazem

Kelompok Orang Berisiko

Vitamin D harus dikonsumsi berdasarkan resep atau anjuran dokter untuk mencegah risiko bagi ibu hamil dan menyusui. Obat hanya boleh digunakan apabila manfaatnya lebih besar dari risiko yang diterima. Selain itu, vitamin ini tidak boleh dikonsumsi dalam kondisi:

  • Alergi
  • Hiperkalsemia
  • Hipervitaminosis D

Efek Samping

Vitamin D aman dikonsumsi apabila sesuai dosis yang diberikan dokter. Namun, jika menggunakannya melebihi dosis, akan menyebabkan efek samping berikut ini:

  • Mulut kering
  • Sensasi logam di mulut
  • Tidak nafsu makan
  • Berat badan turun
  • Tubuh mudah lelah
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Mual dan muntah
  • Hiperkalsemia
  • Kerusakan ginjal
  • Gangguan irama jantung

Tidak semua efek samping dari vitamin ini disebutkan diatas. Apabila Anda mencurigai gejala efek samping tertentu, segera hubungi dokter.

Cara Konsumsi

Suplemen ini dikonsumsi untuk melengkapi kebutuhan tubuh terhadap vitamin dan mineral ketika asupannya tidak bisa dipenuhi dari makanan. Namun, perlu diingat jika suplemen ini digunakan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi tubuh, bukan pengganti nutrisi dari makanan. Apalagi ketika kondisi tubuh benar-benar membutuhkan asupan suplemen vitamin D. Saat mengonsumsi vitamin ini, perhatikan hal-hal berikut.

  • Konsumsi sesuai petunjuk dokter atau kemasan
  • Sebaiknya dikonsumsi bersama dengan makanan supaya lebih mudah diserap tubuh
  • Apabila vitamin D berbentuk sirup, gunakan sendok takar yang terdapat pada kemasan, bukan sendok makan biasa karena berbeda takarannya

Beli obat tanpa perlu antri di apotek dengan Lifepack. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Atau Anda bisa dapatkan rekomendasi produk suplemen dan vitamin terbaik di Jovee.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis