fbpx

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Denny Archiando

Vaskulitis adalah penyakit yang juga dikenal sebagai artritis yang mempunyai beberapa jenis meskipun jarang terjadi. Pada jenis penyakit ini bisa saja menyerang pada satu organ tertentu. Misalnya seperti kulit otak maupun mata. Namun ada juga beberapa jenis yang menyerang di beberapa organ sekaligus.

Setiap penderita akan mengalami gejala yang berbeda karena ada yang mengalami gejala ringan namun ada juga yang mengalami gejala berat. Sehingga membutuhkan pengobatan tertentu. Apabila penderita mengalami gejala yang parah maka hal ini bisa berdampak buruk pada bagian organ tubuh yang penting. Sementara untuk gejala tersebut bisa saja berlangsung secara singkat, maupun dalam jangka waktu panjang.

Informasi

Vaskulitis adalah peradangan di bagian pembuluh darah yang bisa saja menimbulkan adanya perubahan di bagian dinding pembuluh darah. Untuk perubahan yang terjadi bisa saja di bagian pembuluh darah seperti penebalan, pelemahan, penyempitan, maupun kemunculan bekas luka. Sementara perubahan bisa menghambat aliran darah. Sehingga menimbulkan kerusakan di bagian jaringan tubuh maupun organ tubuh.

Permasalahan seperti ini bisa saja terjadi akibat peradangan di bagian pembuluh darah. Peradangan tersebut seringkali menimbulkan infeksi sehingga membutuhkan pengobatan tertentu. Dalam kasus yang serius penyakit vaskulitis bisa menimbulkan kegagalan pada fungsi organ tubuh. Hal buruk yang bisa menimpa pasien yaitu adanya resiko kematian.

Gejala

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit vaskulitis ini sangat beragam karena berhubungan erat dengan aliran darah ke tubuh yang berkurang. Berikut ini gejala yang seringkali dirasakan penderitanya:

  • Sering berkeringat di malam hari
  • Merasakan pegal-pegal
  • Tubuh lebih mudah lelah
  • Ruam dan demam
  • Mengalami gangguan pada sistem saraf, misalnya seperti kebas
  • Mengalami penurunan berat badan
  • Sakit pada bagian kepala
  • Nyeri rahang
  • Penglihatan mengalami gangguan
  • Denyut nadi melemah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kesemutan yang disebabkan karena protein dalam darah tidak normal
  • Infeksi sinus
  • Hidung tersumbat
  • Batuk berdarah
  • Mimisan

Penyebab

Penyebab pasti dari vaskulitis masih belum diketahui, akan tetapi beberapa tipe dari vaskulitis ini berhubungan erat dengan adanya faktor genetik. Namun ada juga jenis vaskulitis yang disebabkan karena gangguan bagian sistem kekebalan tubuh yang justru menyerang balik pada pembuluh darah. Gangguan pada sistem imun bisa dipacu karena beberapa kondisi, diantaranya:

  • Reaksi tubuh terhadap penggunaan obat-obatan tertentu
  • Adanya infeksi seperti Hepatitis C dan hepatitis B
  • Penyakit autoimun misalnya seperti Lupus, rheumatoid arthritis, dan skleroderma
  • Kanker darah

Faktor Risiko

Hampir semua orang bisa mengalami risiko vaskulitis, akan tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan adanya risiko terserang penyakit jenis ini, seperti berikut:

  • Diri seseorang yang berusia di atas 20 tahun. Akan tetapi hal ini tidak bisa menjadi patokan karena penyakit ini juga dapat ditemukan pada pasien yang berusia dibawah 20 tahun.
  • Vaskulitis adalah penyakit yang berisiko lebih tinggi untuk dialami oleh laki-laki jika dibandingkan dengan perempuan.
  • Pasien yang mempunyai riwayat penyakit infeksi Hepatitis B dan Hepatitis C kronis.
  • Memiliki penyakit autoimun, misalnya seperti scleroderma, rheumatoid, arthritis, maupun lupus.

Diagnosis

Dalam melakukan diagnosis pihak dokter akan menanyakan beberapa hal kepada pasien. Salah satunya yaitu mengenai riwayat penyakit pasien. Setelah itu dokter melakukan pemeriksaan fisik apabila dicurigai menderita vaskulitis. Ada beberapa serangkaian tes yang akan dilakukan seperti:

Tes Darah

Tes darah dilakukan supaya bisa mengidentifikasi adanya kemungkinan yang terjadi pada peradangan.

Tes Urin

Jenis tes urin ini dapat dilakukan agar memberikan informasi secara akurat apakah urin memiliki kandungan berupa protein yang tinggi atau sel darah merah yang berlebihan.

Tes Pencitraan

Untuk tes pencitraan ini bisa dilakukan dengan cara foto rontgen, USG, pet scan, CT scan, MRI. Untuk tes ini dapat membantu pihak dokter supaya bisa menentukan apakah organ maupun pembuluh darah terkena vasculitis. Selain itu juga bisa mengetahui bagaimana respon pasien pada pengobatan yang dilakukan.

Pengobatan

Pengobatan atau penanganan pada penyakit vaskulitis tergantung pada hasil dari diagnosis maupun organ tubuh yang terkena dampaknya. Apabila vaskulitis disebabkan karena adanya reaksi alergi maka secara umum bisa sembuh dengan sendirinya tanpa harus membutuhkan pengobatan. Akan tetapi apabila mempengaruhi organ penting. Misalnya seperti ginjal, paru-paru, maupun otak membutuhkan penanganan medis. 

Berikut ini pengobatan medis yang dibutuhkan: 

Pemberian Obat-Obatan

Obat kortikosteroid misalnya seperti metilprednisolon dan prednisone dapat digunakan pada jangka waktu yang panjang bagi penderita vaskulitis. Akan tetapi jenis obat ini jika dikonsumsi secara terus-menerus bisa menimbulkan efek samping berupa osteoporosis dan diabetes. Apabila ingin mengkonsumsinya maka gunakan dosis yang rendah.

Bedah

Tindakan pembedahan bisa dilakukan pada pasien yang mengalami pembengkakan pada bagian pembuluh darah. Kondisi vaskulitis dapat menjadikan arteri menyempit sehingga aliran darah menjadi terhambat.

Pencegahan

  • Mempunyai pola makan yang baik supaya permasalahan efek samping dari pengkonsumsian obat dapat diminimalisir.
  • Melakukan vaksinasi secara rutin sesuai dengan jadwal.
  • Melakukan olahraga secara rutin.
  • Mempunyai dukungan mental yang kuat.

Bagian pembuluh darah yang terkena vaskulitis maka akan melemah. Sehingga hal ini menjadikan tubuh mudah meradang dan berdarah. Apabila pembuluh darah sudah meradang maka bagian dinding akan mengalami penebalan. Sehingga menjadikan rongga pembuluh pada darah mengalami penyempitan. Hal ini bisa berakibat jumlah darah yang tersusun pada jaringan maupun organ tubuh semakin berkurang.

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis