fbpx

Stroke Mata: Penyebab, Ciri-Ciri, Diagnosa, dan Pengobatannya

Sep 17, 2020 | Stroke | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Irma Lidia

Stroke ternyata tidak hanya dapat terjadi pada bagian otak saja, namun juga bisa terjadi pada area lain seperti mata. Stoke mata atau yang dalam bahasa medis disebut dengan oklusi arteri retina adalah kondisi yang disebabkan akibat adanya penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah yang terletak di retina. Stroke mata dapat menimbulkan gejala atau ciri-ciri yang dapat Anda kenal dengan mudah.

Stroke jenis ini bisa terjadi ketika pembuluh darah pada retina mengalami sumbatan. Penyebabnya bisa saja dikarenakan adanya penyempitan atau adanya penggumpalan pada darah. Hal ini dapat memicu pasukan darah yang berasal dari jantung menuju mata menjadi berkurang. Dalam beberapa kasus, penyumbatan pembuluh darah pada mata ini dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi pecah, alhasil darah nantinya akan tumpah ke bagian permukaan retina dan mengakibatkan terjadinya pembengkakan serta adanya gangguan penglihatan.

Penyebab Stroke Mata

Penyebab kondisi ini bisa dikarenakan adanya penggumpalan darah yang terjadi pada bagian retina. Sumbatan juga bisa terjadi jika ternyata ada plak yang menyumbat pembuluh darah pada bagian retina tersebut.

Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan karena adanya penyakit tertentu seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, glaukoma, penyakit jantung, penyakit kardiovaskular, serta adanya kelainan pada darah yang dapat meningkatkan seseorang untuk mengalami stroke mata. Bukan hanya penyakit, stroke mata juga bisa disebabkan karena adanya beberapa faktor seperti orang yang memiliki usia diatas 40 tahun, perokok aktif, menggunakan alat kontrasepsi hormonal, pernah mengalami cedera pada mata, sedang hamil, memiliki penyakit ginjal, mengalami kondisi gangguan pembekuan darah, gangguan irama jantung, serta vasculitis

Ciri-Ciri Stroke Mata

Penyakit ini umumnya terjadi pada satu bagian mata, gejala umum yang dapat muncul bisa saja secara perlahan atau setelah beberapa hari bahkan dapat pula muncul secara tiba-tiba. Ciri-ciri yang timbul dari stroke mata adalah adanya gangguan penglihatan namun tidak disertai dengan adanya nyeri pada mata, tapi nyeri juga bisa muncul sesekali. Ciri-ciri stroke mata lainnya bisa berupa floaters atau pandangan menjadi berkunang-kunang serta muncul bintik putih ketika Anda melihat. Penglihatan juga bisa menjadi kabur dan akan semakin memburuk. Kondisi ini bisa dialami pada sebagian atau pada seluruh penglihatan. Pasien juga dapat mengalami penglihatan keseluruhan yang terjadi secara perlahan atau bisa saja secara tiba-tiba.

Jika Anda mengalami gejala yang sudah disebutkan tadi, maka jangan menunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Tanpa penanganan yang tepat kondisi ini bisa saja menyebabkan berbagai komplikasi

Beberapa komplikasi yang dapat muncul adalah pembengkakan makula atau peradangan yang terjadi pada bagian tengah mata. Pasien juga bisa mengalami neovaskularisasi, glaukoma neovaskular, serta mengalami kebutaan permanen.

Mendiagnosis Stroke Mata

Apapun penyakitnya, jika Anda mengalami penglihatan menjadi menghilang sevta mendadak sampai dengan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, maka Anda perlu memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin. Pada awal pemeriksaan, dokter nantinya akan menanyakan beberapa pertanyaan termasuk riwayat kesehatan yang dapat menyebabkan kondisi stroke mata. Setelah itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik pada mata dengan menggunakan alat oftalmoskop. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan lain seperti tekanan yang ada pada bola mata, serta diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk dapat mendiagnosis apakah seseorang mengalami stroke mata atau tidak.

Beberapa tes lanjutan yang akan dilakukan berupa tes lapang pandang, tes yang satu ini bertujuan untuk menguji penglihatan lapang pandang mata maupun menguji penglihatan tepi. Tes lain juga dapat berupa angiografi mata atau prosedur medis dengan menggunakan zat kontras mata yang nantinya akan disuntikan pada bagian dalam aliran darah. tes yang satu ini berguna untuk mengetahui bagian pembuluh darah mana yang mengalami penyumbatan.

Tes lanjutan optical coherence tomography juga akan dilakukan untuk melakukan deteksi kelainan yang ada pada retina. Slit lamp menjadi pemeriksaan lanjutan yang dilakukan, tujuannya adalah untuk mencari tahu keluhan maupun kelainan yang ada pada bagian retina.

Stroke umumnya muncul karena adanya penyakit lain, oleh sebab itu dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan tambahan yang meliputi, kadar gula darah, tekanan darah, kadar kolesterol serta melakukan pemeriksaan jantung.

Pengobatan untuk Stroke Mata

Stroke mata merupakan penyakit yang bisa disembuhkan bila cepat ditangani. Namun, pengobatan yang dilakukan untuk menangani kondisi ini tergantung pada penyebab atau penyakit yang mendasarinya, secara umum dokter mata dapat memberikan pengobatan meliputi, memberikan pijatan pada daerah mata sehingga pembuluh darah menjadi lebih lebat. Memberikan obat-obatan yang berupa obat penghancur gumpalan darah, serta obat yang berguna untuk menurunkan tekanan pada bagian dalam bola mata. 

Pasien juga bisa mendapatkan perawatan dengan menghirup campuran oksigen serta karbon dioksida yang berguna memperlebar pembuluh darah retina, memberikan terapi oksigen dengan tekanan tinggi atau yang disebut dengan hiperbarik. Dokter nantinya juga akan membuang sebagian cairan yang terdapat pada mata agar aliran darah bisa normal kembali.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan? Temukan solusinya dengan Lifepack! Unduh aplikasinya yang tersedia di Google Play Store dan App Store dan dapatkan konsultasi dokter gratis sekarang!

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis