Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Sifilis atau yang dikenal dengan nama raja singa merupakan penyakit menular seksual. Penyebabnya adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada mulut, kulit, sistem saraf hingga kelamin. Salah satu ciri penyakit ini adalah luka yang terjadi pada alat kelamin, dubur atau mulut.

Informasi

Sifilis adalah penyakit yang dapat menular dengan cara adanya kontak kulit atau mukosa yakni selaput lendir dengan luka. Setelah terjadi infeksi awal, bakteri yang menyebabkan sifilis tersebut dapat menetap serta dapat non aktif di dalam tubuh dalam kurun waktu cukup lama sampai akhirnya bakteri kembali aktif.  

Jika penyakit ini terdeteksi dari awal, maka penanganan dan penyembuhannya dapat dilakukan dengan mudah serta dapat menghindari terjadinya kerusakan permanen. Namun, jika penanganan yang dilakukan terlambat bahkan tidak ditangani sama sekali maka sifilis dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf atau otak maupun pada organ lain seperti jantung. Jika sudah pada tahap ini, maka sifilis dapat mengancam keselamatan penderitanya.

Gejala

Gejala yang timbul dari penyakit ini berdasarkan dengan tahapan yang tengah dialami penderita. Berikut gejala sifilis berdasarkan tahapannya:

  • Sifilis primer, sifilis jenis ini ditandai dengan gejala berupa munculnya luka (chancre) yang menjadi tempat bakteri masuk.
  • Sifilis sekunder, sifilis jenis ini memiliki gejala berupa ruam yang muncul pada tubuh.
  • Sifilis laten, berbeda dengan sifilis primer dan sekunder, sifilis laten tidak memiliki gejala apapun. Namun, bakteri tersebut masih terdapat di dalam tubuh.
  • Sifilis tersier, jika sudah masuk pada tahap sifilis tersier, maka organ dapat mengalami kerusakan. Selain itu otak, saraf dan jantung juga bisa mengalami dampak serius dari penyakit sifilis ini.

Penularan penyakit sifilis paling banyak terjadi ketika berada dalam 2 tahap awal. Ketika memasuki tahap laten atau tahap tersembunyi, penyakit yang satu ini tetap aktif di dalam tubuh hanya saja tidak menunjukkan gejala apapun.

Penyebab

Sifilis atau raja singa disebabkan karena bakteri Treponema pallidum. Infeksi terjadi dikarenakan adanya kontak seksual. Bakteri ini masuk kedalam tubuh manusia melalui luka yang ada pada kulit atau melalui selaput lendir akibat adanya kontak dengan orang yang terinfeksi.

Penularan sifilis lebih umum terjadi pada tahap primer serta sekunder, namun pada awal tahap laten pun bisa terjadi penularan meskipun cukup jarang. 

Faktor Risiko

Penyakit ini lebih rentan dialami oleh seseorang yang mengidap HIV. Jika sudah pernah mengalami sifilis bukan berarti Anda tidak bisa terinfeksi lagi. Penularan penyakit ini juga bisa terjadi pada wanita hamil kepada bayinya. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko sifilis juga dikarenakan menjalani hubungan intim yang tidak aman. Berikut hubungan seksual yang dapat menyebabkan sifilis:

  • Tidak menggunakan kondom ketika berhubungan intim
  • Sering bergonta-ganti pasangan seks
  • Melakukan hubungan seks dengan sesama jenis

Diagnosis

Diagnosis penyakit ini dilakukan dengan cara tanya jawab dokter dengan pasien seputar keluhan dan gejala yang dialami, selain itu juga dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien.

Pemeriksaan fisik seperti memperlihatkan kondisi mulut, anus serta organ intim juga diperlukan untuk memastikan penyakit sifilis. Jika ternyata ada tanda maupun kecurigaan bahwa pasien mengalami sifilis, maka dokter akan melakukan pengambilan sampel jaringan atau cairan penyakit guna memastikan bakteri yang menyebabkan gejala yang dialami pasien.

Jika diperlukan, pasien juga akan menjalani tes darah atau VDRL untuk menentukan apakah ada antibodi dari bakteri Treponema yang terkandung di dalam darah.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan untuk menangani penyakit ini adalah dengan melihat tahapan sifilis itu sendiri. Pengobatan yang dilakukan tidak akan membuat pasien menjadi kebal. Artinya, pasien tetap memiliki risiko untuk terjangkit sifilis kembali. Jika ternyata hasil pemeriksaan menunjukan penyakit sifilis, maka pasangan pun harus segera diperiksa dan diobati. Berikut pengobatan yang umum diberikan:

1. Obat-obatan

Pengobatan dilakukan berdasarkan tahapan sifilis, untuk tahapan primer, sekunder serta tahap awal laten, maka pengobatan yang umum dilakukan adalah dengan pemberian injeksi penisilin tunggal. Obat ini juga satu-satunya yang dapat dikonsumsi wanita hamil yang menderita sifilis. Anak yang nantinya lahir pun harus melakukan pemeriksaan karena ada kemungkinan sifilis bawaan.

2. Tindak lanjut pengobatan

  • Setelah pasien melakukan pengobatan, maka dokter akan mengajarkan Anda untuk melakukan:
  • Tes darah berkala serta melakukan pemeriksaan guna melihat respon tubuh terhadap obat yang diberikan.
  • Pasien juga dilarang untuk melakukan kontak seksual dengan pasangan hingga pengobatan benar-benar selesai dan infeksi tersebut sudah terobati
  • Melakukan tes infeksi HIV

Pencegahan

Pencegahan sifilis dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:

  • Melakukan hubungan seksual yang aman dengan tidak bergonta-ganti pasangan seks, serta gunakan kondom.
  • Cuci tangan hingga bersih untuk menghindari penyebaran infeksi.
  • Jika dalam masa pengobatan, pastikan untuk mengkonsumsi obat hingga habis. Hal ini dimaksudkan supaya penderita tidak mudah terjangkit sifilis kembali.
  • Lakukan pemeriksaan skrining penyakit sifilis terutama bagi orang yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini.