Kutu Air

by | Jun 29, 2020 | direktoriPenyakit, penyakitK | 0 comments

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Kutu air merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi jamur. Kutu air dapat menimbulkan ruam bersisik yang dapat terjadi pada sela-sela jari kaki. Penyakit yang satu ini lebih rentan dialami oleh seseorang yang jarang mengganti kaos kaki, sering mandi di pemandian umum dan kurang menjaga kebersihan kaki. Jika tidak ditangani maka kutu air dapat menyebar ke area tubuh lainnya termasuk dapat menyebabkan peradangan pada kelenjar getah bening.

Informasi

Athlete’s foot atau kutu air ini sebenarnya dapat dialami siapa saja. Hanya saja penyakit ini cenderung lebih sering dialami oleh orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak. Menurut jumlah kasus yang terjadi, pria lebih banyak mengalami kutu air dibandingkan wanita.

Gejala

Gejala yang muncul pada setiap orang yang mengalami kutu air dapat berbeda beda. Namun secara umum, gejalanya meliputi:

  • Iritasi seperti munculnya rasa gatal, sensasi panas, terasa menyengat dan terbakar pada bagian area jari-jari kaki
  • Bagian telapak dan samping kaki juga terasa sangat gatal
  • Kulit melepuh serta lecet yang disebabkan karena gatal pada kaki
  • Kulit kaki yang terkena dampak menjadi kemerahan
  • Kulit kaki juga tampak pecah-pecah serta terjadi pengelupasan pada area jari kaki serta telapak kaki
  • Kulit pada bagian telapak dan sisi samping kaki menjadi lebih kering
  • Terjadi perubahan warna pada kuku kaki, selain itu kuku juga terasa lebih tebal namun lebih mudah rapuh

Penyebab

Penyebab kutu air adalah infeksi jamur atau tinea pedis. Jamur ini memiliki ukuran yang begitu kecil sehingga tidak akan dapat terlihat oleh mata. Jamur ini juga hidup pada jaringan kulit serta kuku kaki. Setidaknya ada beberapa jenis jamur yang menjadi penyebab timbulnya kutu air, seperti:

  • Trichophyton T. rubrum
  • T. interdigitale
  • Epidermophyton floccosum

Ketiga jamur tersebut merupakan kelompok jamur dermatofita. Kelompok jamur ini mampu membuat kuku serta kulit kaki menjadi rusak. Hal ini disebabkan karena jamur tersebut mampu untuk hidup pada jaringan kreatin yang merupakan sumber protein yang terdapat pada rambut dan kuku. Kreatin sendiri berfungsi untuk menjaga kesehatan kuku maupun rambut.

Faktanya, kelompok jamur ini memang hidup di kulit manusia, namun tidak akan berkembang biak jika kulit dalam keadaan kering serta bersih. Namun, jika kebersihan tidak terjaga maka jamur tersebut berkembang biak dan menyebabkan kutu air.

Faktor Risiko

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami kutu air, diantaranya:

  • Berjalan tanpa menggunakan alas kaki di tempat umum yang memiliki berisiko tinggi terjadi penyebaran, contohnya di kamar mandi umum, kolam renang, serta pemandian umum
  • Menggunakan sepatu, kaus kaki atau handuk milik orang yang terinfeksi
  • Sering menggunakan kaus kaki maupun sepatu ketat
  • Memiliki kaki yang mudah berkeringat
  • Menggunakan sepatu saat kaki masih berkeringat dan basah
  • Memiliki cedera ringan pada kuku kaki atau pada kulit

Diagnosis

Diagnosis yang dilakukan terbilang cukup sederhana, yakni dokter hanya mengajukan pertanyaan seputar gejala dan mengamatinya. Selain itu juga akan dipastikan dengan pertanyaan yang berhubungan dengan faktor risiko guna mengetahui kemungkinan penyebab kutu air.

Jika perlu, dokter juga akan melakukan tes kerokan kulit untuk mengambil sampel dari area kulit yang terinfeksi yang kemudian diperiksa di laboratorium. Tes ini bertujuan untuk mendapatkan penyebab pasti dari gejala yang dialami pasien.

Pengobatan

Pengobatan kutu air dapat dilakukan dengan menggunakan krim anti jamur. Beberapa krim ini dapat digunakan oleh penderita kutu air, diantaranya:

  • Miconazole
  • Clotrimazole

Selain itu dokter juga umumnya akan menganjurkan pasien untuk merendam kaki dengan air cuka atau air garam. Cara ini dapat membuat lepuhan pada kulit lebih cepat mongering. Selain pasien juga disarankan untuk melakukan beberapa hal ini untuk mempercepat pemulihan kondisi diantaranya:

  • Usahakan supaya kaki tetap bersih dan kering
  • Hindari menggunakan kaus kaki yang tebal
  • Untuk sementara waktu, hindari menggunakan pemandian umum serta kolam renang
  • Gunakan kaos kaki yang bersih dan hindari menggunakan kaus kaki yang belum dicuci
  • Gunakan sandal selama berada di tempat umum

Pengobatan kutu air sendiri dapat berlangsung selama 2-4 minggu. Jika kondisi tak kunjung membaik, nantinya dokter akan memberikan krim antijamur lainnya seperti terbinafine atau tolnaftate. Selain itu juga bisa diberikan obat anti jamur yang diminum.

Pencegahan

Tinea pedis atau kutu air merupakan jenis infeksi jamur yang dapat dicegah. Berikut upaya pencegahan yang bisa Anda lakukan, seperti:

  • Gunakanlah kaus kaki yang bersih
  • Hindari penggunaan ulang kaus kaki tanpa mencucinya terlebih dahulu
  • Gunakan alas kaki jika hendak mengunjungi sarana publik terutama pemandian umum
  • Jangan berbagi barang pribadi termasuk sepatu dan handuk
  • Bersihkan kaki secara rutin, jika perlu lakukan perawatan kaki dengan menggunakan produk yang dapat mencegah infeksi jamur
  • Jaga kaki untuk tetap kering hindari kaki dalam kondisi berkeringat dan lembab
  • Cuci sepatu secara rutin