fbpx

Sabun Antibakteri vs Sabun Biasa, Manakah yang Sebaiknya Digunakan?

Sep 11, 2020 | Hipertensi | 0 Komentar

Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Fala Adinda

Dunia tengah diterpa pandemi COVID-19 sejak kemunculannya pada Desember 2019 lalu di Wuhan, China. Kini penyebaran virus tersebut tergolong cepat hingga ke seluruh negara dunia, termasuk Indonesia. Jika diamati, penyebaran virus ini bisa terjadi karena kebiasaan buruk orang-orang yang abai terhadap kebersihan. Dari kondisi tersebut, mendorong masyarakat untuk menggunakan produk pembersih paling ampuh untuk mencegah penularan virus corona. Tak jarang pula orang bertanya-tanya, apakah produk sabun tangan antibakteri jauh lebih efektif dalam mempengaruhi virus Corona?

Sabun Antibakteri vs Sabun Biasa

Sebenarnya, sabun antibakteri tidak lebih efektif dalam menghancurkan virus penyebab COVID-19 daripada sabun tangan  biasa. Mengapa dan apakah perbedaan diantara keduanya?

Menurut Kasey Nichols, NMD, seorang kontributor medis untuk RAVE Reviews menyatakan bahwa sabun antibakteri mengandung bahan kimia tambahan yang dirancang khusus untuk membunuh atau menghambat replikasi bakteri. Mungkin, pernyataan tersebut terdengar bagus, namun ternyata semua bahan kimia tidak benar-benar memberikan kekuatan tambahan dalam melawan virus.

Morton Travel, MD, seorang profesor klinis kedokteran di Indiana University Scholl of Medicine mengatakan bahwa antibakteri menyerang bakteri target, sedangkan coronavirus tergolong virus. Jadi, sabun antibakteri tidak tepat untuk menangani virus. Bagaimana dengan kasus lain selain coronavirus?

Untuk kasus selain coronavirus, sabun antibakteri bahkan tidak lebih bermanfaat daripada sabun biasa. Hal ini didukung oleh Food and Drug Administration (FDA) yang belum menemukan bukti bahwa sabun antibakteri lebih efektif daripada jenis sabun lainnya. Mengejutkannya, sabun biasa justru mampu menyelesaikan tugas, termasuk membunuh virus corona baru.

Bagaimana Sabun Biasa dapat Membunuh Virus?

Mungkin Anda meragukan pernyataan diatas bahwa sabun biasa mampu membunuh virus. Bagaimanapun, virus ini sangat jahat dan mampu bertahan dalam waktu yang lama di permukaan benda atau udara. Tak heran jika banyak orang skeptis. Untungnya, sabun memang benar-benar bisa melakukannya.

dr. Travel mengungkapkan bahwa secara teknis, sabun tidak dirancang untuk membunuh kuman saat kontak, melainkan untuk membersihkannya. Pada dasarnya, sabun dapat melakukan segala hal yang tidak bisa dilakukan oleh air, seperti menghancurkan membran lemak yang dimiliki virus di sekitarnya sehingga menyebabkan virus terurai. Membran tersebut akan saling tolak menolak dengan air, seperti halnya minyak. Sedangkan sabun dan bahan-bahan didalamnya disebut surfaktan yang bertugas menarik isi membran sehingga menyebabkan isi membran pecah.

Sesuai penjelasan dari Dr Travel, dimana surfaktan dalam sabun tersebut mampu mengangkat dan memecah kotoran mikroba dari kulit, sedangkan gesekan tangan bersama membantu menghilangkan partikel-partikel sehingga terbawa ke saluran pembuangan dengan air.

Proses ini tentu saja membutuhkan waktu. Itulah mengapa, penting untuk mencuci tangan Anda selama setidaknya 20 detik sebelum dibasuh dengan air. Terapkan sabun biasa, kemudian cuci secara menyeluruh tangan Anda dan virus akan hilang dari tangan Anda. Jadi, tidak perlu bahan kimia yang bagus untuk menangkal virus.

Apakah Sabun Antibakteri Berbahaya?

Jadi, bagaimana dengan peran sabun antibakteri? Apakah sabun ini berbahaya jika digunakan? Sebenarnya, masih belum diketahui secara pasti dampak penggunaan sabun antibakteri. Namun, FDA telah menemukan beberapa penyebab valid yang perlu diperhatikan saat menggunakan sabun antibakteri.

Salah satu agen antibakteri yang umum adalah triclosan, dimana dalam beberapa percobaan pada hewan menunjukkan kemampuannya mengubah fungsi hormon. Efeknya telah diuji oleh U.S Food and Drug Administration (FDA) dan Environmental Protection Agency (EPA).

Tidak hanya itu, dr. Nichols menjelaskan ada kekhawatiran apakah bahan kimia dalam sabun antibakteri tersebut menyebabkan bakteri lebih tahan terhadap bahan kimia ini dan obat antibakteri lainnya atau tidak. Dengan kata lain, bakteri yang seharusnya dapat dibunuh dengan sabun ini, malah berevolusi atau bermutasi menjadi bakteri yang lebih kuat dalam melawan bahan kimia tersebut. 

Meski demikian, apabila Anda sudah terlanjur membeli produk sabun antibakteri, tidak perlu khawatir dengan masalah tersebut. Sebab, sabun antibakteri tidak akan membantu melawan virus. Jadi, pastikan untuk bersihkan diri dengan batangan sabun dan cairan biasa. Kemudian, jangan lupa untuk menerapkan langkah penting dalam mencegah penyebaran virus yaitu dengan mencuci tangan secara benar, diantaranya:

  • Cuci selama 20 detik, gosok di setiap bagian tangan Anda, termasuk punggung tangan dan di antara jari-jari Anda.
  • Keringkan tangan Anda usai dicuci hingga benar-benar kering. Kebanyakan orang abai dalam hal ini. Padahal, kondisi tangan yang lembab menjadi tempat favorit mikroorganisme berkembang biak.
  • Tidak hanya air panas, air dingin dan suam-suam kuku juga sama baiknya dalam membantu membersihkan kuman, asal dilakukan dengan benar. Memang, air panas terbukti membunuh bakteri, namun perlu air mendidih bersuhu 212 derajat Fahrenheit untuk melihat adanya pengurangan patogen lebih besar.
  • Gunakan sabun refill yang tertutup daripada sabun dari dispenser. Sebab, penelitian menunjukkan bahwa sabun dari dispenser menyebabkan peningkatan bakteri 26 kali lipat ditangan Anda daripada sabun dengan isi ulang tertutup.

Nah sekarang menjadi jelas kan perbandingan antara sabun bakteri vs sabun biasa. Semoga bermanfaat. 

Kesulitan beli obat selama pandemi? Temukan solusi tebus obat mudah dengan mengunduh aplikasi Lifepack yang tersedia di Google Play Store dan App Store sekarang juga!

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis

Dapatkan Kemudahan Pengobatan
di Ujung Jari Anda

∘ Dukungan Apoteker setiap saat
∘ Reminder jam minum obat
∘ Refill sebelum habis